zmedia

Tafsir At Taubah 36 Aisarut Tafasir: Mengenal 4 Bulan Haram dan Aturannya

Memahami kalender Islam dan keutamaan waktu di dalamnya menjadi lebih mudah dengan mengkaji Tafsir At Taubah 36 Aisarut Tafasir. Ayat ini merupakan pijakan utama dalam syariat Islam yang menetapkan jumlah bulan dalam setahun serta kesucian empat bulan haram. Artikel ini menyajikan teks Arab, penjelasan kosakata (mufradat), makna global, hingga intisari hukum yang bersumber langsung dari kitab Aisarut Tafasir karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi rahimahullah.

Teks Arab dan Terjemahan QS. At-Taubah 36

Allah ta'ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ ﴿٣٦﴾

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa, (QS At Taubah 36).

Analisis Kosakata dan Penjelasan Kalimat

Firman Allah (عِدَّةَ) atau yang artinya (Bilangan) maksudnya adalah:

أَيْ عَدَدٌ.

Yaitu hitungan/jumlah.

Firman Allah (ٱلشُّهُورِ) atau yang artinya (Bulan-bulan) maksudnya adalah:

جَمْعُ شَهْرٍ وَالشَّهْرُ تِسْعَةٌ وَعِشْرُونَ يَوْمًا، أَوْ ثَلَاثُونَ يَوْمًا.

Bentuk jamak dari syahr (bulan), dan satu bulan itu adakalanya 29 hari atau 30 hari.

Firman Allah (فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ) atau yang artinya (Di dalam ketetapan/Kitab Allah) maksudnya adalah:

أَيْ كِتَابِ الْمَقَادِيرِ: اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ.

Yaitu Kitab Takdir: Lauhulmahfuz.

Firman Allah (أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ) atau yang artinya (Empat bulan haram/suci) maksudnya adalah:

هِيَ رَجَبٌ، وَالْقَعْدَةُ، وَالْحِجَّةُ، وَمُحَرَّمٌ، الْوَاحِدُ مِنْهَا حَرَامٌ وَالْجَمْعُ حُرُمٌ.

Yaitu bulan Rajab, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Bentuk tunggalnya adalah haram dan bentuk jamaknya adalah hurum.

Firman Allah (ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ) atau yang artinya (Agama yang lurus) maksudnya adalah:

أَيْ الشَّرْعُ الْمُسْتَقِيمُ الَّذِي لَا اعْوِجَاجَ فِيهِ.

Yaitu syariat yang lurus yang tidak ada kebengkokan (penyimpangan) di dalamnya.

Firman Allah (فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ) atau yang artinya (Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu) maksudnya adalah:

أَيْ لَا تَرْتَكِبُوا فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ الْمَعَاصِيَ فَإِنَّهَا أَشَدُّ حُرْمَةً.

Yaitu janganlah kalian melakukan kemaksiatan-kemaksiatan di dalam bulan-bulan haram tersebut, karena dosanya jauh lebih besar keharamannya.

Firman Allah (كَآفَّةً) atau yang artinya (Semuanya/secara keseluruhan) maksudnya adalah:

أَيْ جَمِيعًا وَفِي كُلِّ الشُّهُورِ حَلَالِهَا وَحَرَامِهَا.

Yaitu seluruhnya, dan di semua bulan, baik bulan yang halal maupun bulan yang haram.

Firman Allah (مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ) atau yang artinya (Bersama orang-orang yang bertakwa) maksudnya adalah:

أَيْ بِالتَّأْيِيدِ وَالنَّصْرِ، وَالْمُتَّقُونَ هُمُ الَّذِينَ لَا يَعْصُونَ اللهَ تَعَالَىٰ.

Yaitu dengan memberikan pembelaan (pertolongan) dan kemenangan. Sedangkan orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang tidak mendurhakai Allah Ta'ala.

Makna Ayat Menurut Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi

Konteks ayat kembali berbicara mengenai orang-orang musyrik, setelah sebelumnya disela dengan pembicaraan yang membahas tentang Ahli Kitab. Allah Ta'ala berfirman:

﴿إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا﴾

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan," tidak bertambah dan tidak berkurang, dan ketetapan tersebut telah ada di dalam Lauhulmahfuz ﴿يَوْمَ خَلَقَ ٱالسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ﴾ yang artinya "pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi." Di antara dua belas bulan tersebut, terdapat empat bulan haram (yang disucikan), yaitu Rajab, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Allah Ta'ala mengharamkannya, yakni mengharamkan peperangan di dalamnya, agar menjadi masa gencatan senjata, sehingga orang-orang Arab pada masa itu dapat bepergian untuk berdagang, menunaikan ibadah haji, serta umrah tanpa merasa takut kepada siapa pun. Namun, ketika Islam datang dan Allah memuliakan pemeluknya, keharaman berperang di bulan-bulan tersebut telah dihapus (dinaskh).

Kemudian firman Allah Ta'ala:

﴿ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ﴾

Artinya: "Itulah (ketetapan) agama yang lurus," maksudnya mengharamkan bulan-bulan ini dan menghormatinya dengan tidak melakukan peperangan di dalamnya merupakan syariat yang lurus.

Lalu firman-Nya:

﴿فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ﴾

Artinya: "Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu," maksudnya janganlah kalian melakukan dosa dan maksiat di dalam bulan-bulan haram, karena hal itu dapat mendatangkan kemurkaan dan amarah Allah Ta'ala kepada kalian, maka janganlah menjerumuskan diri kalian ke dalamnya.

Selanjutnya firman Allah Ta'ala:

﴿وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ﴾

Artinya: "Dan perangilah kaum musyrikin," ini adalah seruan bagi kaum mukminin yang berisi perintah untuk memerangi orang-orang musyrik setelah berakhirnya masa aman yang diberikan kepada mereka (yaitu empat bulan).

Dan firman-Nya:

﴿كَآفَّةً﴾

Artinya: "Semuanya," maksudnya perangilah mereka secara keseluruhan tanpa ada seorang pun dari kalian yang tertinggal, sebagaimana mereka juga bersatu-padu untuk memerangi kalian, maka bersatulah kalian untuk memerangi mereka.

Terakhir, firman-Nya:

﴿وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ﴾

Artinya: "Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa," yaitu orang-orang yang menjauhi kesyirikan dan kemaksiatan. Maknanya, sesungguhnya Allah bersama kalian melalui pertolongan dan pembelaan-Nya dalam menghadapi orang-orang musyrik yang ahli maksiat.

Pelajaran dan Petunjuk Ayat (Min Hidayatil Ayat)

Di antara pelajaran dari ayat-ayat ini: ١- بَيَانُ أَنَّ شُهُورَ السَّنَةِ الْهِجْرِيَّةِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا وَأَيَّامُهَا ثَلَاثُمِائَةٍ وَخَمْسَةٌ وَخَمْسُونَ يَوْمًا.
  1. Penjelasan bahwa jumlah bulan dalam setahun Hijriah adalah dua belas bulan, dan jumlah harinya adalah 355 hari (dalam perhitungan tahun kamariah secara umum).
٢- بَيَانُ أَنَّ الْأَشْهُرَ الْحُرُمَ أَرْبَعَةٌ وَقَدْ بَيَّنَهَا الرَّسُولُ ﷺ وَهِيَ رَجَبٌ، وَالْقَعْدَةُ وَالْحِجَّةُ وَمُحَرَّمٌ.
  1. Penjelasan bahwa bulan-bulan haram itu ada empat, yang telah rincikan oleh Rasulullah ﷺ, yaitu Rajab, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam.
٣- حُرْمَةُ الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ، وَمُضَاعَفَةُ السَّيِّئَاتِ فِيهَا أَيْ قُبْحُ الذُّنُوبِ فِيهَا.
  1. Kehormatan bulan-bulan haram, serta dilipatgandakannya dosa-dosa di dalamnya, maksudnya adalah semakin buruknya nilai suatu kemaksiatan jika dilakukan pada bulan-bulan tersebut.
٤- صِفَةُ الْمَعِيَّةِ للهِ تَعَالَىٰ وَهِيَ مَعِيَّةٌ خَاصَّةٌ بِالنَّصْرِ وَالتَّأْيِيدِ لِأَهْلِ تَقْوَاهُ.
  1. Penetapan sifat Ma'iyyah (kebersamaan) bagi Allah Ta'ala, yaitu kebersamaan yang bersifat khusus berupa pertolongan dan pembelaan bagi orang-orang yang bertakwa kepada-Nya.

Paragraf Penutup

Kesimpulannya, ringkasan Tafsir At Taubah 36 Aisarut Tafasir ini mengingatkan kembali kepada kita semua akan pentingnya menjaga kesucian waktu-waktu yang telah dikuduskan oleh Allah, terutama pada empat bulan haram. Melalui penjelasan mendalam dari Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, kita diajak untuk menjauhi kezaliman terhadap diri sendiri berupa kemaksiatan, serta senantiasa mengejar ketakwaan agar meraih kemuliaan di sisi Allah. Semoga artikel ini menambah khazanah keilmuan dan keimanan kita terhadap isi kandungan Al-Qur'an.

Post a Comment for "Tafsir At Taubah 36 Aisarut Tafasir: Mengenal 4 Bulan Haram dan Aturannya"