Pembaca rahimakumullah, berikut adalah catatan dari ceramah
Syaikh Wahid Abdussalam Bali yang berjudul “Satu malam di rumah Ustman bin
Affan Radhiyallahu Anhu” yang tayang di YouTube beliau selama Ramadan dalam
beberapa episode, dan ini adalah episode 3. Semoga bermanfaat!
لَيْلَةٌ فِي بَيْتِ عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
Satu malam di rumah Utsman radhiyallahu 'anhu
Imam Bukhari meriwayatkan di dalam Sahih-nya dari Utsman
radhiyallahu anhu yang berkata:
لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
الْمَدِينَةَ لَمْ يَكُنْ فِيهَا مَاءٌ يُسْتَعْذَبُ غَيْرَ بِئْرِ رُومَةَ،
فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ يَشْتَرِي بِئْرَ
رُومَةَ فَيَكُونَ دَلْوُهُ كَدِلَاءِ الْمُسْلِمِينَ وَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا فِي
الْجَنَّةِ، فَاشْتَرَيْتُهَا مِنْ صُلْبِ مَالِي
Ketika Nabi ﷺ tiba di Madinah,
tidak ada air yang terasa tawar selain sumur Raumah. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa yang membeli sumur
Raumah lalu ia meletakkan timbanya bersama timba-timba kaum Muslimin (untuk
berbagi), maka baginya yang lebih baik dari itu di surga.' Maka aku pun
membelinya dari harta pribadiku, (Sahih Bukhari: 2778)
Analisis Keimanan
Lihatlah pada posisi yang luar biasa ini. Ketika Nabi ﷺ memasuki Madinah dan kaum Muhajirin pun
tiba, ternyata di Madinah tidak ada air tawar kecuali di sebuah sumur yang
bernama Sumur Raumah. Sumur itu milik seorang lelaki Yahudi. Ia menjual satu
qirbah (kantong air berukuran 1.5 liter) seharga satu mud (0.75 kg) makanan, padahal
saat itu makanan (gandum) adalah harta paling berharga yang mereka miliki. Hal
ini pun terasa berat bagi para sahabat radhiyallahu anhum.
Maka Nabi ﷺ ingin memotivasi kaum
Muslimin untuk membeli sumur ini dan menjadikannya sebagai sedekah jariyah. Ketika
Nabi ﷺ menawarkan perkara yang menakjubkan ini:
مَنْ يَشْتَرِي بِئْرَ رُومَةَ فَيَكُونَ دَلْوُهُ كَدِلَاءِ
الْمُسْلِمِينَ وَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا فِي الْجَنَّةِ
"Siapa yang membeli sumur ini dan dia minum darinya
sebagaimana kaum Muslimin lainnya minum, lalu apa yang ia dapatkan wahai
Rasulullah? Baginya yang lebih baik dari itu di Surga."
Allahu Akbar! Surga, wahai hamba-hamba Allah. Mata air di
surga tidak menyerupai mata air di dunia, air di surga tidak menyerupai air di
dunia.
Lalu Utsman Radhiyallahu Anhu pergi menemui pemiliknya
untuk membelinya. Pemiliknya terus menaikkan harga, sementara Utsman
Radhiyallahu Anhu terus menatap ke arah Surga. 20.000... 25.000... 30.000...
hingga 35.000 dirham! Utsman membelinya. Kemudian ia mendatangi Nabi ﷺ dan berkata:
فَاشْتَرَيْتُهَا مِنْ صَلْبِ مَالِيْ، فَجَعَلْتُ دَلْوِيْ
فِيْهَا مَعَ دِلَاءِ الْمُسْلِمِيْنَ
Wahai Rasulullah, mata air ini, sumur ini, timbaku di
dalamnya bersama dengan timba-timba kaum Muslimin.
Sesungguhnya Utsman Radhiyallahu Anhu melihat bahwa setiap
tetes air yang keluar dari sumur ini dan diminum oleh seorang Muslim adalah
sebagai sedekah jariyah baginya hingga hari kiamat.
Apa yang bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari
berdasarkan hadis ini?
أَوَّلًا: مَنْ أَعْطَى شَيْئًا لِلهِ أَعْطَاهُ اللهُ خَيْرًا
مِنْهُ
1 – Siapa saja yang memberi sesuatu karena Allah, maka
Allah akan memberinya yang lebih baik
ثَانِيًا: الْمُنَافَسَةُ عَلَى الْخَيْرِ وَالطَّاعَةِ
2 – Berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketaatan.
ثَالِثًا: النَّظَرُ إِلَى أَحْوَالِ الْمُسْلِمِينَ
وَمُسَاعَدَةُ الضُّعَفَاءِ
3 – Melihat kondisi kaum Muslimin dan membantu yang lemah
di antara mereka;
Serta memberi kepada fakir dan mereka yang membutuhkan.
رَابِعًا: الِاقْتِدَاءُ بِالصَّحَابَةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ
4 – Meneladani para Sahabat radhiyallahu 'anhum
Barangsiapa meneladani penduduk Surga, maka ia akan menjadi
bagian dari penduduk Surga, dan Utsman Radhiyallahu Anhu adalah salah satu dari
sepuluh orang yang dijamin masuk Surga.
خَامِسًا: سِيَرُ الصَّحَابَةِ صَفَحَاتٌ عَمَلِيَّةٌ لِلسَّيْرِ
إِلَى اللهِ
5 – Mengetahui bahwa sirah para sahabat adalah lembaran
praktis bagi siapa saja yang ingin melangkah menuju Allah
سَادِسًا: الْإِيمَانُ إِذَا مَلَأَ الْقَلْبَ أَنْفَقَ
الْعَبْدُ عَنْ يَقِينٍ
6 – Bahwa iman apabila telah memenuhi hati, maka seorang
hamba akan berinfak dengan penuh keyakinan
Ia tahu bahwa Allah Jalla wa 'Ala akan menggantinya dengan
yang lebih baik.
Penutup
Ketahuilah bahwa harta adalah ujian bagimu dan ujian bagi
imanmu. Ambillah darinya apa yang mencukupimu, dan bersedekahlah, berinfaklah,
serta berdermalah. Karena Allah akan memberimu. Ketahuilah bahwa setiap harta
yang kau sisihkan dan kau persembahkan, akan kau temui "di sana". Ya,
di sana sebagai naungan di hari kiamat saat cuaca sangat panas, dan sebagai
kelapangan di hari yang sulit. Apa yang kau berikan di dunia, Allah akan
berikan lipat ganda di akhirat. Maka jadilah bersama Allah, jadilah milik
Allah, dan jadikan dirimu, hatimu, serta hartamu seluruhnya untuk Allah.
Sampai jumpa, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Demikian transkrip dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam
Bali berjudul Satu malam di rumah Ustman bin Affan Radhiyallahu Anhu.
Wallahua’lam
Karangasem, 3 Maret 2026
Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com)
Post a Comment for "Satu Malam di Rumah Ustman bin Affan"