Pembaca rahimakumullah, berikut adalah transkrip ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali tentang satu malam di rumah orang yang mencintai Allah dan RasulNya episode 5 dari serial satu malam yang tayang selama Ramadan. Semoga bermanfaat!
لَيْلَةٌ فِي بَيْتِ رَجُلٍ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ
Malam di Rumah Orang yang Mencintai Allah dan RasulNyaDiriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu yang berkata:
أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ السَّاعَةِ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ
Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata: "Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?"
قَالَ وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا
Beliau menjawab: "Apa yang telah engkau siapkan untuknya?"
قَالَ لَا شَيْءَ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Ia menjawab: "Tidak ada sesuatu pun, kecuali bahwa aku mencintai Allah dan Rasul-Nya." Beliau bersabda:
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
Engkau bersama dengan orang yang engkau cintai.
Anas radhiyallahu 'anhu berkata:
فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
Maka kami tidak pernah merasa gembira karena sesuatu sebagaimana kegembiraan kami karena sabda Rasulullah ﷺ: 'Engkau bersama dengan orang yang engkau cintai'."
قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
Anas berkata: "Maka aku mencintai Nabi ﷺ, Abu Bakar, dan Umar, dan aku berharap agar aku bisa bersama mereka karena cintaku kepada mereka, meskipun aku tidak beramal dengan amalan mereka," (Sahih Bukhari: 3688. Sahih Muslim: 2639)
التَّعْلِيقُ الْإِيمَانِيُّKomentar Keimanan
Ini adalah laki-laki yang jujur perkataannya. Ia datang kepada Nabi ﷺ menanyakan sebuah pertanyaan spontan:مَتَى السَّاعَةُ
"Kapan hari kiamat?"
Maka Nabi ﷺ menjelaskan kepadanya bahwa bukanlah yang penting itu kapan engkau akan menjumpai Allah, akan tetapi yang paling penting adalah bekal apa yang engkau bawa bersamamu.
Apa itu kebaikan-kebaikan, apa itu ketaatan-ketaatan, apa itu amal-amal yang engkau bawa bersamamu untuk berjumpa dengan Allah? Maka dengan pertanyaan spontan ini, terbukalah bagi seluruh umat pintu harapan:
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
"Engkau bersama dengan orang yang engkau cintai."
الْوَقَفَاتُ الْإِيمَانِيَّةُRenungan Keimanan
Pertama: Laki-laki ini, ketika Nabi ﷺ bertanya kepadanya "Apa yang telah engkau siapkan untuknya?", ia menjawab "Tidak ada sesuatu pun". Ia tidak menyebutkan salat, tidak pula puasa, tidak zakat, tidak haji, tidak zikir, dan tidak pula tilawah. Dan telah diketahui bahwasanya beliau adalah seorang sahabat mulia yang melakukan semua ini, akan tetapi laki-laki tersebut mengucapkan sesuatu yang lain.Ia mengucapkan sesuatu yang menetap di dalam hatinya dan menggerakkan anggota tubuhnya, tidak lain itu adalah cinta yang aktif di dalam hatinya.
Bahwasanya ia mencintai Allah; jika ia berdiri di hadapan-Nya, ia berdiri dengan berdirinya seorang pencinta. Jika ia membaca kalam-Nya (Al-Qur'an), ia membaca dengan bacaan seorang pencinta. Jika ia mengingat Allah, ia mengingat dengan zikir seorang pencinta.
Maka ia mencintai Allah dan mencintai Rasul-Nya ﷺ. Sesungguhnya ia rindu untuk melihat beliau, dan ia mencintai beliau maka ia mengikuti beliau dan meneladani sunnah beliau ﷺ, dan ia bersyukur kepada Allah siang dan malam atas karunia Allah menjadikannya bagian dari umat Muhammad ﷺ.
Pertanyaannya: Setiap muslim mengaku mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka apa tanda-tanda cinta yang jujur? عَلَامَاتُ الْمَحَبَّةِ لِلَّهِ جَلَّ وَعَلَاTanda-tanda Cinta kepada Allah Jalla wa 'Ala
Pertama:أَنْ تُطِيعَ اللهَ
1 – Bahwasanya engkau menaati AllahEngkau bermaksiat kepada Tuhan padahal engkau menampakkan cinta kepada-Nya? Ini adalah sesuatu yang aneh dalam logika dan sangat buruk. Jika cintamu jujur, niscaya engkau akan menaati-Nya. Sesungguhnya seorang pencinta kepada yang dicintainya itu pasti patuh.
كَثْرَةُ ذِكْرِ اللهِ
2 – Banyak mengingat AllahKarena sesungguhnya manusia itu jika mencintai sesuatu, ia akan memperbanyak menyebutnya.
الْخَلْوَةُ فِي اللَّيْلِ بِاللهِ
3 – Berkhalwat di malam hari dengan AllahBangun malam, karena sesungguhnya seorang pencinta itu suka untuk berduaan dengan kekasihnya; dengan berdiri yang tartil, rukuk yang khusyuk, dan sujud yang tunduk serta merendah kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala.
Ia mengadukan dosanya, berdoa kepada Tuhannya, dan mengungkapkan rahasia-rahasianya kepada Allah Azza wa Jalla, karena sesungguhnya Allah mengetahui apa yang disembunyikan oleh jiwanya, dan ia memohon ampunan atas dosa-dosanya.
الْإِنْفَاقُ فِي سَبِيلِ اللهِ
4 – Berinfak di jalan AllahDan di antara tanda-tanda cinta kita kepada Allah Jalla wa 'Ala adalah berinfak di jalan Allah.
كَثْرَةُ الصِّيَامِ لِلَّهِ
5 – Banyak berpuasa karena AllahDan di antara tanda-tanda cinta kita kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala adalah banyaknya puasa karena Allah, karena sesungguhnya kita ketika meninggalkan syahwat dan kelezatan-kelezatan karena Allah Jalla wa 'Ala, kita akan merasakan cinta yang hakiki.
عَلَامَاتُ مَحَبَّةِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَTanda-tanda Cinta kepada Rasul ﷺ
Adapun tanda-tanda cinta kepada Rasul ﷺ adalah mengikuti Nabi ﷺ dalam perkataan-perkataannya, perbuatan-perbuatannya, perintah-perintahnya, dan larangan-larangannya. Allah Jalla wa 'Ala berfirman:قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
Katakanlah (Muhammad): Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu, (QS. Ali 'Imran: 31)
Mengikuti Nabi ﷺ adalah bukti atas cinta kta kepada Allah dan kepada Rasul-Nya ﷺ. Dan di antara tanda-tanda cinta kita kepada Rasulullah ﷺ adalah memperbanyak salat (selawat) dan salam kepada Nabi ﷺ dalam sehari; 100 kali, 200 kali, 300, 1.000 kali, sesuai dengan apa yang kita mampu.
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
Barangsiapa berselawat kepadaku satu kali, maka Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali, (Sahih Muslim: 408).
Dan di antara tanda-tanda cinta kepada Nabi ﷺ adalah kita meneladani beliau dalam akhlaknya; maka kita memberi kepada orang yang mengharamkan kita (tidak memberi kepada kita), kita menyambung orang yang memutus hubungan dengan kita, dan kita berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita.
Dan di antara tanda-tanda cinta kita kepada Nabi ﷺ adalah engkau membaca sirahnya (sejarahnya) dan kita mengikuti jejak-jejak beliau 'alaihish shalatu was salam.
Dan di antara tanda cinta kita kepada Nabi ﷺ adalah kita menyebarkan sunnahnya di antara penduduk alam dan kita menjelaskan kepada manusia adab-adab Nabi ﷺ, akhlaknya, dan muamalahnya.
Maka barangsiapa yang mencintai Nabi ﷺ dan hatinya dipenuhi dengan cinta kepada sang kekasih 'alaihish shalatu was salam, ia akan tidur di atas sunnahnya, bangun di atas sunnahnya, mengajak manusia kepada agamanya, dan jadilah seluruh hidupnya adalah pengorbanan dan pemberian untuk Allah dan untuk Rasul-Nya.
Sampai jumpa, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wallahua’lam
Demikianlah transkrip ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali tentang satu malam di rumah orang yang mencintai Allah dan Rasulnya. Semoga bermanfaat!
Karangasem, 7 Maret 2026
Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com)
Post a Comment for "Satu Malam di Rumah Orang yang Mencintai Allah dan RasulNya"