zmedia

MAUSUATUL AKHLAK: TAWADHU

Pembaca rahimakumullah, apa yang dimaksud dengan tawadhu? Apa keutamaan tawadhu? Bagaimana mewujudkan akhlak tawadhu? Berikut adalah terjemahan Mausuatul Akhlak Dorar Saniyah tentang Tawadhu. Semoga bermanfaat!

ุงู„ุชَّุฑْุบِูŠุจُ ูِูŠ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนِ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠู…ِ

ANJURAN TAWADHU DARI AL-QURAN

Allah Ta'ala berfirman:

ูˆَุนِุจَุงุฏُ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَู…ْุดُูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ู‡َูˆْู†ًุง

Adapun Ibadurrahman[1] adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan Haunan,[2] (QS. Al-Furqan: 63).

Allah Ta'ala berfirman:

ูˆَุงุฎْูِุถْ ุฌَู†َุงุญَูƒَ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ

Dan rendahkanlah[3] sayapmu[4] terhadap orang-orang yang beriman, (QS. Al-Hijr: 88).

Allah Ta'ala berfirman:

ูˆَุงุฎْูِุถْ ุฌَู†َุงุญَูƒَ ู„ِู…َู†ِ ุงุชَّุจَุนَูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ

Dan rendahkanlah sayapmu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman,[5] (QS. Ash-Shu'ara: 215).

Allah Ta'ala berfirman:

ู…ُุญَู…َّุฏٌ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…َุนَู‡ُ ุฃَุดِุฏَّุงุกُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْูƒُูَّุงุฑِ ุฑُุญَู…َุงุกُ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ

Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka,[6] (QS. Al-Fath: 29). ุงู„ุชَّุฑْุบِูŠุจُ ูِูŠ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนِ ู…ِู†َ ุงู„ุณُّู†َّุฉِ ุงู„ู†َّุจَูˆِูŠَّุฉِ

ANJURAN TAWADHU DARI SUNAH

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู…َุง ู†َู‚َุตَุชْ ุตَุฏَู‚َุฉٌ ู…ِู†ْ ู…َุงู„ٍ

Sedekah itu tidak akan mengurangi harta, (baca penjelasannya di sini)

ูˆَู…َุง ุฒَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุจْุฏًุง ุจِุนَูْูˆٍ ุฅِู„َّุง ุนِุฒًّุง

dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba karena sifat pemaafnya melainkan kemuliaan,

ูˆَู…َุง ุชَูˆَุงุถَุนَ ุฃَุญَุฏٌ ู„ِู„َّู‡ِ ุฅِู„َّุง ุฑَูَุนَู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ

serta tidaklah seseorang berlaku tawadhu karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya,[7] (Sahih Muslim: 2588).

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุฃَูˆْุญَู‰ ุฅِู„َูŠَّ ุฃَู†ْ ุชَูˆَุงุถَุนُูˆุง

Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap tawadhu,

ุญَุชَّู‰ ู„َุง ูŠَูْุฎَุฑَ ุฃَุญَุฏٌ ุนَู„َู‰ ุฃَุญَุฏٍ، ูˆَู„َุง ูŠَุจْุบِูŠَ ุฃَุญَุฏٌ ุนَู„َู‰ ุฃَุญَุฏٍ

sehingga tidak ada seorang pun yang menyombongkan diri kepada orang lain, dan tidak ada yang berbuat zalim kepada yang lain, (Sahih Muslim: 2865).

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Haritsah bin Wahab Al-Khazai Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ุฃَู„َุง ุฃُุฎْุจِุฑُูƒُู…ْ ุจِุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ؟ ู‚َุงู„ُูˆุง: ุจَู„َู‰

Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang penghuni surga?" Para sahabat menjawab: "Tentu."

ู‚َุงู„َ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ูƒُู„ُّ ุถَุนِูŠูٍ ู…ُุชَุถَุนَّูٍ، ู„َูˆْ ุฃَู‚ْุณَู…َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„َุฃَุจَุฑَّู‡ُ

Beliau bersabda, “Yaitu setiap orang yang lemah dan dianggap lemah, yang sekiranya dia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya.”

ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ: ุฃَู„َุง ุฃُุฎْุจِุฑُูƒُู…ْ ุจِุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ู†َّุงุฑِ؟ ู‚َุงู„ُูˆุง: ุจَู„َู‰

(Haritsah berkata) Kemudian beliau bersabda, “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang penghuni neraka?” Para sahabat menjawab, “Tentu.”

ู‚َุงู„َ: ูƒُู„ُّ ุนُุชُู„ٍّ ุฌَูˆَّุงุธٍ ู…ُุณْุชَูƒْุจِุฑٍ

Beliau bersabda, “Yaitu setiap orang yang kasar, rakus lagi kikir, dan sombong,” (Sahih Bukhari: 4918. Sahih Muslim: 2853. Lafaz ini milik Muslim).

ู…َุนْู†َู‰ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนِ ู„ُุบَุฉً ูˆَุงุตْุทِู„َุงุญًุง

MAKNA TAWADHU SECARA BAHASA DAN ISTILAH

Tawadhu secara bahasa berarti ุงู„ุชَّุฐَู„ُّู„ُ atau merendahkan diri.

Tawadu secara istilah berarti:

ุฑِุถَุง ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†ِ ุจِู…َู†ْุฒِู„َุฉٍ ุฏُูˆู†َ ู…َุง ูŠَุณْุชَุญِู‚ُّู‡ُ ูَุถْู„ُู‡ُ ูˆَู…َู†ْุฒِู„َุชُู‡ُ

Kerelaan seseorang terhadap kedudukan yang lebih rendah dari apa yang semestinya ia dapatkan berdasarkan keutamaan dan martabatnya, (Ad-Dzari'ah ila Makarim ash-Syari'ah karya Ar-Raghib al-Ashfahani, hal: 299).

ูَูˆَุงุฆِุฏُ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนِ

BUAH DARI AKHLAK TAWADHU

Tawadhu akan membuahkan banyak kebaikan, di antaranya:

ุฃَู†َّ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนَ ูŠَุฑْูَุนُ ุงู„ْู…َุฑْุกَ ู‚َุฏْุฑًุง ูˆَูŠُุนْุธِู…ُ ู„َู‡ُ ุฎَุทَุฑًุง ูˆَูŠَุฒِูŠุฏُู‡ُ ู†ُุจْู„ًุง

1 – Bahwasanya tawadhu itu mengangkat derajat seseorang, memuliakan kedudukannya, dan menambah keluhuran budinya.

ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ูŠُุคَุฏِّูŠ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฎُุถُูˆุนِ ู„ِู„ْุญَู‚ِّ ูˆَุงู„ِุงู†ْู‚ِูŠَุงุฏِ ู„َู‡ُ

2 – Tawadhu menuntun seseorang untuk tunduk kepada kebenaran dan patuh kepadanya.

ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ู‡ُูˆَ ุนَูŠْู†ُ ุงู„ْุนِุฒِّ؛ ู„ِุฃَู†َّู‡ُ ุทَุงุนَุฉٌ ู„ِู„َّู‡ِ ูˆَุฑُุฌُูˆุนٌ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุตَّูˆَุงุจِ

3 – Tawadhu adalah inti dari kemuliaan; karena ia merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dan kembalinya seseorang pada kebenaran.

ูŠَูƒْูِูŠ ุงู„ْู…ُุชَูˆَุงุถِุนَ ู…َุญَุจَّุฉُ ุนِุจَุงุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„َู‡ُ، ูˆَุฑَูْุนُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِูŠَّุงู‡ُ

4 – Cukuplah bagi orang yang tawadhu mendapatkan kecintaan dari hamba-hamba Allah, serta derajatnya diangkat oleh Allah karenanya.

ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ูِูŠู‡ِ ู…َุตْู„َุญَุฉُ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ ูˆَุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง

5 – Di dalam sifat tawadhu terdapat kemaslahatan, baik bagi urusan agama maupun urusan dunia.

ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ูŠَูƒْุณِุจُ ุงู„ุณَّู„َุงู…َุฉَ، ูˆَูŠُูˆุฑِุซُ ุงู„ْุฃُู„ْูَุฉَ، ูˆَูŠَุฑْูَุนُ ุงู„ْุญِู‚ْุฏَ، ูˆَูŠُุฐْู‡ِุจُ ุงู„ุตَّุฏَّ

6 – Tawadhu mendatangkan keselamatan, membuahkan keharmonisan, menghilangkan rasa dengki, dan melenyapkan sikap saling menjauh.

ุชَูˆَุงุถُุนُ ุงู„ุดَّุฑِูŠูِ ูŠَุฒِูŠุฏُ ูِูŠ ุดَุฑَูِู‡ِ

7 – Sikap rendah hati (tawaduk) yang dimiliki oleh orang yang mulia justru akan menambah kemuliaannya.

ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ูŠُุคَู„ِّูُ ุงู„ْู‚ُู„ُูˆุจَ، ูˆَูŠَูْุชَุญُ ู…َุบَุงู„ِูŠู‚َู‡َุง

8 – Tawadhu itu dapat menyatukan hati dan membuka gembok-gemboknya (hati yang tertutup).

ุฃَู‚ْุณَุงู…ُ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนِ

MACAM-MACAM TAWADUK

Pembaca rahimakumullah, apa benar tawaduk tidak hanya satu? Tertulis di dalam Mausuatul Akhlak Dorar Saniyah:

ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ุชَูˆَุงุถُุนَุงู†ِ: ุฃَุญَุฏُู‡ُู…َุง ู…َุญْู…ُูˆุฏٌ، ูˆَุงู„ْุขุฎَุฑُ ู…َุฐْู…ُูˆู…ٌ.

Tawadhu itu ada dua macam, salah satunya terpuji (mahmud), dan yang lainnya tercela (madzmum).

ูˆَุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ุงู„ْู…َุญْู…ُูˆุฏُ :ุชَุฑْูƒُ ุงู„ุชَّุทَุงูˆُู„ِ ุนَู„َู‰ ุนِุจَุงุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْุฅِุฒْุฑَุงุกِ ุจِู‡ِู…ْ.

Adapun tawadhu yang terpuji adalah meninggalkan sikap sombong (merasa lebih) di hadapan hamba-hamba Allah dan tidak meremehkan mereka.

ูˆَุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ุงู„ْู…َุฐْู…ُูˆู…ُ ู‡ُูˆَ ุชَูˆَุงุถُุนُ ุงู„ْู…َุฑْุกِ ู„ِุฐِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุฑَุบْุจَุฉً ูِูŠ ุฏُู†ْูŠَุงู‡ُ

Sedangkan tawadhu yang tercela adalah merendahkan dirinya seseorang di hadapan pemilik dunia (orang kaya/berkuasa) karena mengharap keduniaannya.

ูَุงู„ْุนَุงู‚ِู„ُ ูŠَู„ْุฒَู…ُ ู…ُูَุงุฑَู‚َุฉَ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนِ ุงู„ْู…َุฐْู…ُูˆู…ِ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฃَุญْูˆَุงู„ِ ูƒُู„ِّู‡َุง، ูˆَู„َุง ูŠُูَุงุฑِู‚ُ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนَ ุงู„ْู…َุญْู…ُูˆุฏَ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฌِู‡َุงุชِ ูƒُู„ِّู‡َุง

Maka orang yang berakal harus menjauhi tawadhu yang tercela dalam segala kondisi, dan tidak meninggalkan tawadhu yang terpuji dari segala sisi, (Raudhatul 'Uqala karya Ibnu Hibban Al-Busti, hal: 59).

ุงู„ْูˆَุณَุงุฆِู„ُ ุงู„ْู…ُุนِูŠู†َุฉُ ุนَู„َู‰ ุงูƒْุชِุณَุงุจِ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนِ

SARANA MELATIH AKHLAK TAWADHU

ุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ

1 – Bertakwa kepada Allah.

ุนَุงู…ِู„ِ ุงู„ู†َّุงุณَ ุจِู…َุง ุชُุญِุจُّ ุฃَู†ْ ูŠُุนَุงู…ِู„ُูˆูƒَ ุจِู‡ِ

2 – Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin mereka memperlakukan Anda.

ุงู„ุชَّูَูƒُّุฑُ ูِูŠ ุฃَุตْู„ِ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†ِ

3 – Merenungkan asal-usul penciptaan manusia.

ู…َุนْุฑِูَุฉُ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†ِ ู‚َุฏْุฑَู‡ُ

4 – Kesadaran seseorang akan kadar (kemampuan dan batasan) dirinya.

ุชَุฐَูƒُّุฑُ ุงู„ْุฃَู…ْุฑَุงุถِ ูˆَุงู„ْุฃَูˆْุฌَุงุนِ ูˆَุงู„ْู…َุตَุงุฆِุจِ

5 – Mengingat penyakit, rasa sakit, dan berbagai musibah.

ุชَุทْู‡ِูŠุฑُ ุงู„ْู‚َู„ْุจِ

6 – Menyucikan hati (dari penyakit-penyakit hati).

ุฃَู†ْ ูŠَุนْู„َู…َ ุฃَู†َّ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนَ ู…ِู†ْ ุฃَุฎْู„َุงู‚ِ ุงู„ْุฃَู†ْุจِูŠَุงุกِ ูˆَุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ، ูَูŠَุฌْุชَู‡ِุฏَ ูِูŠ ุงู„ِุงู‚ْุชِุฏَุงุกِ ุจِู‡ِู…ْ

7 – Menyadari bahwa tawaduk adalah bagian dari akhlak para Nabi dan orang-orang saleh, sehingga seseorang akan bersungguh-sungguh dalam meneladani mereka.

ุตُูˆَุฑُ ุงู„ุชَّูˆุงุถُุนِ

GAMBARAN AKHLAK TAWADUK

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah beberapa gambaran dalam penerapan akhlak tawaduk:

ุชَูˆَุงุถُุนُ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†ِ ูِูŠ ู†َูْุณِู‡ِ، ูˆَูŠَูƒُูˆู†ُ ุฐَู„ِูƒَ ุจِุฃَู„َّุง ูŠَุธُู†َّ ุฃَู†َّู‡ُ ุฃَุนْู„َู…ُ ู…ِู†ْ ุบَูŠْุฑِู‡ِ، ุฃَูˆْ ุฃَุชْู‚َู‰ ู…ِู†ْ ุบَูŠْุฑِู‡ِ، ุฃَูˆْ ุฃَูƒْุซَุฑُ ูˆَุฑَุนًุง ู…ِู†ْ ุบَูŠْุฑِู‡ِ، ุฃَูˆْ ุฃَูƒْุซَุฑُ ุฎَุดْูŠَุฉً ู„ِู„َّู‡ِ ู…ِู†ْ ุบَูŠْุฑِู‡ِ، ุฃَูˆْ ูŠَุธُู†ُّ ุฃَู†َّ ู‡ُู†َุงูƒَ ู…َู†ْ ู‡ُูˆَ ุดَุฑٌّ ู…ِู†ْู‡ُ، ูˆَู„َุง ูŠَุธُู†َّ ุฃَู†َّู‡ُ ู‚َุฏْ ุฃَุฎَุฐَ ุตَูƒًّุง ุจِุงู„ْุบُูْุฑَุงู†ِ، ูˆَุขุฎَุฑَ ุจِุฏُุฎُูˆู„ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ.

1 – TAWADHUNYA SESEORANG TERHADAP DIRINYA SENDIRI, yaitu dengan cara tidak merasa bahwa ia lebih berilmu, lebih bertakwa, lebih warak, atau lebih takut kepada Allah dibandingkan orang lain. Ia juga tidak menganggap orang lain lebih buruk darinya, serta tidak merasa telah mengantongi jaminan pengampunan dosa maupun jaminan masuk surga.

ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ูِูŠ ุงู„ุชَّุนَู„ُّู…ِ

2  - Tawadhu dalam menuntut ilmu;

Abdullah bin al-Mu'tazz berkata:

ุงู„ْู…ُุชَูˆَุงุถِุนُ ูِูŠ ุทَู„َุจِ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุนِู„ْู…ًุง، ูƒَู…َุง ุฃَู†َّ ุงู„ْู…َูƒَุงู†َ ุงู„ْู…ُู†ْุฎَูِุถَ ุฃَูƒْุซَุฑُ ุงู„ْุจِู‚َุงุนِ ู…َุงุกً

Orang yang rendah hati dalam mencari ilmu adalah orang yang paling banyak ilmunya, sebagaimana daerah yang rendah merupakan tempat yang paling banyak menampung air."

ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ู…َุนَ ุงู„ู†َّุงุณِ

3 - Tawadhu dalam berinteraksi dengan sesama

ูَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ُ ูŠُุฎَุงู„ِุทُ ุงู„ู†َّุงุณَ ูˆَูŠَุฏْุนُูˆู‡ُู…ْ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ، ูˆَุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฃَุฎْู„َุงู‚ِ ุงู„ْุฅِุณْู„َุงู…ِูŠَّุฉِ، ูˆَู…ِู†ْ ุทَุจِูŠุนَุฉِ ุงู„ู†َّุงุณِ ุฃَู†َّู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠَู‚ْุจَู„ُูˆู†َ ู‚َูˆْู„َ ู…َู†ْ ูŠُุนَุธِّู…ُ ู†َูْุณَู‡ُ ูˆَูŠَุญْู‚ِุฑُู‡ُู…ْ، ูˆَูŠَุฑْูَุนُ ู†َูْุณَู‡ُ ูˆَูŠَุถَุนُู‡ُู…ْ

Seorang muslim bergaul dengan masyarakat dan menyeru mereka kepada kebaikan serta akhlak Islam. Sudah menjadi tabiat manusia untuk menolak ucapan orang yang menyombongkan diri sambil meremehkan mereka, atau meninggikan dirinya sendiri sambil merendahkan orang lain.

Allah Ta'ala berfirman:

ูˆَุงุตْุจِุฑْ ู†َูْุณَูƒَ ู…َุนَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุฏْุนُูˆู†َ ุฑَุจَّู‡ُู…ْ ุจِุงู„ْุบَุฏَุงุฉِ ูˆَุงู„ْุนَุดِูŠِّ ูŠُุฑِูŠุฏُูˆู†َ ูˆَุฌْู‡َู‡ُ ูˆَู„َุง ุชَุนْุฏُ ุนَูŠْู†َุงูƒَ ุนَู†ْู‡ُู…ْ ุชُุฑِูŠุฏُ ุฒِูŠู†َุฉَ ุงู„ْุญَูŠَุงุฉِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَู„َุง ุชُุทِุนْ ู…َู†ْ ุฃَุบْูَู„ْู†َุง ู‚َู„ْุจَู‡ُ ุนَู†ْ ุฐِูƒْุฑِู†َุง ูˆَุงุชَّุจَุนَ ู‡َูˆَุงู‡ُ ูˆَูƒَุงู†َ ุฃَู…ْุฑُู‡ُ ูُุฑُุทًุง

Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas, (QS. Al-Kahfi: 28).

ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ู…َุนَ ุงู„ْุฃَู‚ْุฑَุงู†ِ، ูˆَู…ِู†َ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนِ: ุชَูˆَุงุถُุนُ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِ ู…َุนَ ู‚َุฑِูŠู†ِู‡ِ؛ ูˆَุฐَู„ِูƒَ ู„ِุฃَู†َّู‡ُ ูƒَุซِูŠุฑًุง ู…َุง ุชَุดْุชَุนِู„ُ ุงู„ْู…ُู†َุงูَุณَุฉُ ูˆَูŠَู‚َุนُ ุงู„ุชَّุญَุงุณُุฏُ ุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง

4 - Tawadhu terhadap rekan sejawat; di antara bentuk rendah hati adalah sikap seorang muslim terhadap kawan sederajatnya. Hal ini penting karena sering kali persaingan berkobar dan rasa iri hati muncul di antara sesama rekan sejawat.

ุชَูˆَุงุถُุนُ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†ِ ู…َุนَ ู…َู†ْ ู‡ُูˆَ ุฏُูˆู†َู‡ُ، ู…ِู†َ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนِ: ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ู…َุนَ ู…َู†ْ ู‡ُูˆَ ุฃَู‚َู„ُّ ู…ِู†ْูƒَ، ุจَู„ْ ู„َุง ูŠُุชَุตَูˆَّุฑُ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนُ ุฅِู„َّุง ู…َุนَ ู…َู†ْ ู‡ُูˆَ ุฏُูˆู†َูƒَ

5 – Tawadhu terhadap orang yang berada di bawahnya; termasuk rendah hati adalah bersikap tawadhu kepada orang yang tingkatannya (sosial, ekonomi, atau ilmu) di bawah Anda. Bahkan, hakikat tawadhu justru paling tampak saat seseorang berhadapan dengan orang yang statusnya lebih rendah darinya.

ุชَูˆَุงุถُุนُ ุตَุงุญِุจِ ุงู„ْู…َุงู„ِ، ูَุฅِู†َّ ู…َู†ْ ู…َู†َّ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุจِุงู„ْู…َุงู„ِ ูˆَุงู„ْุฌَุงู‡ِ، ูˆَุงู„ْู‚ُูˆَّุฉِ ูˆَุงู„ู†ُّูُูˆุฐِ، ุฃَุญْูˆَุฌُ ุงู„ْุฎَู„ْู‚ِ ุฅِู„َู‰ ุฎُู„ُู‚ِ ุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนِ؛ ู„ِุฃَู†َّ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ู†ِّุนَู…َ ู…َุฏْุนَุงุฉٌ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْูƒِุจْุฑِ ูˆَุงู„ْูَุฎْุฑِ.

6 – Tawaduknya pemilik harta; orang-orang yang dikaruniai Allah harta, kedudukan, kekuatan, dan pengaruh adalah manusia yang paling butuh pada sifat tawadhu. Hal ini dikarenakan segala kenikmatan tersebut sering kali menjadi pemicu munculnya kesombongan dan sikap membanggakan diri.

ุชَูˆَุงุถُุนُ ุงู„ْู‚َุงุฆِุฏِ ู„ِู…َู†ْ ุชَุญْุชَ ุฅِู…ْุฑَุชِู‡ِ، ุงู„ْู‚َุงุฆِุฏُ ุงู„ู†َّุงุฌِุญُ ู‡ُูˆَ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุฎْูِุถُ ุฌَู†َุงุญَู‡ُ ู„ِู„ْุฃَูْุฑَุงุฏِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุชَุญْุชَ ุฅِู…ْุฑَุชِู‡ِ؛ ู„ِุฃَู†َّู‡ُ ูƒُู„َّู…َุง ุชَูˆَุงุถَุนَ ู„َู‡ُู…ْ ูˆَุฎَูَุถَ ู„َู‡ُู…ْ ุฌَู†َุงุญَู‡ُ ูƒَุงู†َ ุฃَู‚ْุฑَุจَ ุฅِู„َู‰ ู†ُูُูˆุณِู‡ِู…ْ، ูˆَูƒَุงู†َ ุฃَู…ْุฑُู‡ُ ู„َู‡ُู…ْ ู…ُุญَุจَّุจًุง ุฅِู„َูŠْู‡ِู…ْ، ูَู‡ُู…ْ ูŠُุทِูŠุนُูˆู†َู‡ُ ุนَู†ْ ุญُุจٍّ ูˆَุฅِุฎْู„َุงุตٍ

7 – Tawadhunya seorang pemimpin terhadap bawahannya; pemimpin yang sukses adalah dia yang merendahkan hati kepada orang-orang yang dipimpinnya. Semakin ia bersikap lembut dan rendah hati, maka ia akan semakin dekat di hati mereka dan setiap perintahnya akan diterima dengan senang hati, sehingga mereka menaatinya atas dasar cinta dan keikhlasan.

Allah Ta'ala berfirman:

ูˆَุงุฎْูِุถْ ุฌَู†َุงุญَูƒَ ู„ِู…َู†ِ ุงุชَّุจَุนَูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ

Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu." (QS. Ash-Shu'ara: 215).

ู‚َุจُูˆู„ُ ุงู„ْุญَู‚ِّ ูˆَุงู„ِุงู†ْู‚ِูŠَุงุฏُ ู„َู‡ُ

8 – Menerima kebenaran dan tunduk kepadanya;

Ketika Al-Fudhayl ditanya mengenai tawadhu, beliau menjawab:

ูŠَุฎْุถَุนُ ู„ِู„ْุญَู‚ِّ، ูˆَูŠَู†ْู‚َุงุฏُ ู„َู‡ُ، ูˆَูŠَู‚ْุจَู„ُู‡ُ ู…ِู…َّู†ْ ู‚َุงู„َู‡ُ

Yaitu engkau tunduk pada kebenaran, patuh kepadanya, dan menerimanya dari siapa pun yang mengucapkannya. Wallahua’lam

Karangasem, 7 Januari 2026

Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube Mukminun TV)

CATATAN KAKI [1] Imam Al-Baghawi menafsirkan Ibadurrahman dengan:

ุฃَูَุงุถِู„ُ ุงู„ْุนِุจَุงุฏِ

Yaitu hamba-hamba yang paling utama.

[2] Imam Baghawi menafsirkan Haunan dengan:

ุจِุงู„ุณَّูƒِูŠู†َุฉِ ูˆَุงู„ْูˆَู‚َุงุฑِ ู…ُุชَูˆَุงุถِุนِูŠู†َ ุบَูŠْุฑَ ุฃَุดِุฑِูŠู†َ ูˆَู„َุง ู…َุฑِุญِูŠู†َ، ูˆَู„َุง ู…ُุชَูƒَุจِّุฑِูŠู†َ.

(Mereka berjalan) dengan penuh ketenangan dan kewibawaan dalam keadaan rendah hati; tidak angkuh, tidak berlebih-lebihan dalam kegembiraan (yang melampaui batas), dan tidak pula menyombongkan diri.

[3] Kata ุงِุฎْูِุถْ berasal dari kata ุฎَูَุถَ ูŠَุฎْูِุถُ yang artinya, “rendahkanlah, turunkanlah.” [4] Imam Al-Qurtubi menafsirkan ูˆَุงุฎْูِุถْ ุฌَู†ุงุญَูƒَ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ dengan:

ุฃَู„ِู†ْ ุฌَุงู†ِุจَูƒَ ู„ِู…َู†ْ ุขู…َู†َ ุจِูƒَ ูˆَุชَูˆَุงุถَุนْ ู„َู‡ُู…ْ

Bersikap lembutlah kepada orang-orang yang beriman kepadamu dan bersikap rendah hatilah terhadap mereka.

[5] Tertulis di dalam Mushaf Tadabu wa Amal tentang ayat ini:

ู„َุง ู†َุฌَุงุญَ ู„ِู„ุฏَّุงุนِูŠَุฉِ ุฅِู„َّุง ุจِุงู„ْุญِู„ْู…ِ، ูˆَุงู„ุชَّูˆَุงุถُุนِ، ูˆَู„ِูŠู†ِ ุงู„ْุฌَุงู†ِุจِ

Tidak ada keberhasilan bagi seorang pendakwah kecuali dengan sifat santun, rendah hati, dan sikap yang lemah lembut.

[6] Contoh penerapan ayat ini adalah sebagaimana yang tertulis di dalam Mushaf Tadabur wa Amal:

ุงุจْุชَุณِู…ْ ู„ِุฒُู…َู„َุงุฆِูƒَ ูˆَุฅِุฎْูˆَุงู†ِูƒَ ูˆَุฃَู„ْู‚ِ ุงู„ุณَّู„َุงู…َ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ؛ ูَู‡َุฐَุง ู…ِู†َ ุงู„ุชَّุฑَุงุญُู…ِ

Tersenyumlah kepada rekan-rekan serta saudara-saudaramu dan ucapkanlah salam kepada mereka; karena hal itu merupakan bagian dari sikap saling berkasih sayang.

[7] Tertulis di dalam Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah:

ุฑَูَุนَู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง، ุฃَูˆْ ุฑَูَุนَู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ، ุฃَูˆْ ูِูŠู‡ِู…َุง ู…َุนًุง

Allah akan mengangkat derajat orang yang tawaduk karena Allah di dunia, atau mengangkatnya di akhirat, atau di keduanya sekaligus.

Post a Comment for "MAUSUATUL AKHLAK: TAWADHU"