KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الزَّكَاةَ طُهْرَةً لِلنُّفُوسِ وَمَنْمَاةً لِلأَمْوَالِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، القَائِلُ: "تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ". اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu bukti ketakwaan yang nyata adalah kesediaan kita untuk membersihkan harta dan jiwa melalui ibadah zakat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:
خُذۡ مِنۡ أَمۡوَ ٰلِهِمۡ صَدَقَةࣰ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّیهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَیۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنࣱ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِیعٌ عَلِيمٌ
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Ayat ini merupakan perintah Allah kepada Rasul-Nya dan siapa saja yang menggantikan kedudukan beliau, seperti para amil atau pemimpin, untuk mengambil zakat yang diwajibkan.
Perintah ini memiliki dua tujuan utama: 1 - Tuthahhiruhum (Membersihkan mereka): Yaitu membersihkan jiwa orang yang berzakat dari noda dosa dan akhlak-akhlak tercela seperti sifat kikir, sombong, dan rakus. 2 - Tuzakkiihim (Mensucikan/Mengembangkan mereka): Maksudnya adalah mengembangkan jiwa mereka dengan akhlak mulia dan menambah pahala baik di dunia maupun akhirat, serta memberikan keberkahan yang mengembangkan harta mereka.Jamaah yang dimuliakan Allah,
Dalam ayat ini, Allah juga memerintahkan Nabi-Nya untuk mendoakan mereka yang menyerahkan zakat. Doa dari seorang pemimpin atau amil zakat akan mendatangkan sakan, yaitu ketenangan dan ketenteraman bagi hati orang-orang mukmin yang telah menunaikan kewajibannya.
Syaikh As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa seorang hamba tidak mungkin bisa mencapai kesucian jiwa secara sempurna sampai ia mengeluarkan zakat hartanya. Kesucian itu terhenti hingga hak kaum fakir itu dikeluarkan. Dari sini kita belajar bahwa menunjukkan kasih sayang kepada fakir miskin dengan harta perdagangan, hasil pertanian yang produktif, maupun hewan ternak adalah bentuk keadilan yang Allah tetapkan.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Ada sebuah pelajaran berharga di balik turunnya ayat ini. Dahulu, para sahabat yang tidak ikut serta dalam Perang Tabuk menunjukkan tobat dan penyesalan yang mendalam. Mereka mengakui bahwa mereka tertahan karena kecintaan pada harta. Maka Allah menguji kejujuran tobat mereka dengan zakat.
Seolah-olah dikatakan kepada mereka: "Jika pengakuan tobat kalian jujur, buktikanlah dengan mengeluarkan harta kalian di jalan Allah."
Karena sesungguhnya, sebuah pengakuan tidak akan kokoh tanpa bukti nyata. Di saat ujian harta inilah, seseorang akan dimuliakan karena kejujurannya atau dihinakan karena dustanya.
Maka, marilah kita jadikan zakat dan sedekah kita sebagai bukti kejujuran iman kita kepada Allah. Terutama di tengah kondisi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Aceh dan Sumatera. Melalui zakat dan manfaat harta yang kita berikan, kita berusaha memperbaiki apa yang mungkin telah terlewat dari ketaatan kita kepada Allah.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: "إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا".
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
.اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَمْوَالَنَا طُهْرَةً لَنَا وَسَبَبًا لِنَيْلِ رِضَاكَ. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَنَا، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ.
اللَّهُمَّ أَنْزِلِ الصَّبْرَ وَالسَّكِينَةَ عَلَى إِخْوَانِنَا الْمَنْكُوبِينَ فِي آتْشِيه وَسُومَطْرَة، اللَّهُمَّ اجْبُرْ كَسْرَهُمْ، وَارْحَمْ مَوْتَاهُمْ، وَاشْفِ جَرْحَاهُمْ، وَأَخْلِفْ لَهُمْ خَيْرًا مِمَّا فَقَدُوا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Post a Comment for "Khutbah Jumat: Zakat, Bukti Kejujuran Iman"