zmedia

ARBAIN NAWAWI 37: BESARNYA KELEMBUTAN ALLAH TERHADAP HAMBA-HAMBA-NYA

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah penjelasan dan pelajaran dari hadis 37 Arbain Nawawi tentang besarnya kelembutan Allah terhadap hamba-hamba-Nya, yang kami ambil dari kitab Tuhfatu Saniyah Syarh Arbain Nawawiyah karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah. Semoga bermanfaat!

MATAN HADIS BESARNYA KELEMBUTAN ALLAH TERHADAP HAMBA-HAMBA-NYA

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُولِ اللهِ ﷺ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَ: «إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah ﷺ sebagaimana yang beliau riwayatkan dari Tuhannya yang Maha Memberkahi dan Maha Tinggi, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan, kemudian Dia menjelaskan hal tersebut.”

فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا، كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ.

Maka barangsiapa yang berniat melakukan suatu kebaikan namun tidak (jadi) mengamalkannya, Allah tetap mencatatnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan jika ia berniat melakukannya lalu mengamalkannya, maka Allah mencatatnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan sampai kelipatan yang sangat banyak.

وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ، فَلَمْ يَعْمَلْهَا، كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا، فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً

Dan jika ia berniat melakukan suatu keburukan namun tidak (jadi) mengamalkannya, maka Allah mencatatnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Namun, jika ia berniat melakukannya lalu mengamalkannya, maka Allah hanya mencatatnya sebagai satu keburukan saja.

رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ، وَمُسْلِمٌ بِهَذِهِ الْحُرُوفِ

(Hadis ini) diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dengan redaksi ini.

PENJELASAN HADIS

Berikut adalah penjelasan terhadap beberapa kata atau frasa yang terdapat di dalam hadis nomor 37 Arbain Nawawi tentang besarnya kelembutan Allah terhadap hamba-hamba-Nya:

1 – Sabda Nabi (بَيَّنَ ذَلِكَ) maksudnya adalah:

لِلْمَلَائِكَةِ الْكَاتِبِينَ

(menjelaskan hal tersebut) kepada para malaikat pencatat amal.

2 – Sabda Nabi (كَتَبَهَا اللهُ) maksudnya adalah:

أَمَرَ الْحَفَظَةَ بِكِتَابَتِهَا لِلَّذِي هَمَّ بِهَا

Allah memerintahkan malaikat penjaga (Hafadzah) untuk mencatatnya bagi orang yang berniat melakukannya.

3 – Sabda Nabi (عِنْدَهُ) maksudnya adalah:

إِشَارَةٌ إِلَى الِاعْتِنَاءِ بِهَا

Isyarat akan besarnya perhatian (Allah) terhadap amal tersebut.

4 – Sabda Nabi (كَامِلَةً) maksudnya adalah:

لِلتَّأْكِيدِ، وَشِدَّةِ الِاعْتِنَاءِ بِهَا

Untuk penekanan (taukid) dan menunjukkan betapa kuatnya perhatian terhadap amal tersebut.

5 – Sabda Nabi (ضِعْفٍ) maksudnya adalah:

مِثْلٍ، وَقِيلَ: مِثْلَيْنِ

Semisal, dan ada yang berpendapat: dua kali lipat.

6 – Sabda Nabi (إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ) maksudnya adalah:

بِحَسَبِ الزِّيَادَةِ فِي الْإِخْلَاصِ، وَحُضُورِ الْقَلْبِ، وَتَعَدِّي النَّفْعِ

Sesuai dengan kadar peningkatan ikhlas, kehadiran hati (khusyuk), dan kemanfaatan yang meluas bagi orang lain.

7 – Sabda Nabi (سَيِّئَةً وَاحِدَةً) maksudnya adalah:

تَفَضُّلًا مِنْهُ سُبْحَانَهُ، حَيْثُ لَمْ يَأْخُذْ عَبْدَهُ بِمُجَرَّدِ الْهَمِّ فِي جَانِبِ السَّيِّئَةِ، وَلَمْ يُضَاعِفْهَا عَلَيْهِ بَعْدَ وُقُوعِهَا

Merupakan karunia dari-Nya Subhānahu, di mana Dia tidak menghukum hamba-Nya hanya karena sekadar niat dalam hal keburukan, dan tidak melipatgandakan dosanya setelah keburukan itu terjadi.

PELAJARAN DARI HADIS

Berikut adalah beberapa poin pelajaran yang bisa diambil dari hadis nomor 37 Arbain Nawawi tentang besarnya kelembutan Allah terhadap hamba-hamba-Nya:

عَظِيمُ فَضْلِ اللهِ عَلَى هَذِهِ الْأُمَّةِ

1 – Besarnya karunia Allah bagi umat ini.

عَظِيمُ لُطْفِ اللهِ بِعِبَادِهِ

2 – Besarnya kelembutan Allah terhadap hamba-hamba-Nya.

الْمَلَائِكَةُ الْحَفَظَةُ يَكْتُبُونَ جَمِيعَ أَعْمَالِ الْعِبَادِ بِمَا فِيهَا أَعْمَالُ الْقُلُوبِ

3 – Malaikat penjaga (Hafadzah) mencatat seluruh amal hamba, termasuk di dalamnya amalan-amalan hati.

مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً

4 – Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun tidak mengamalkannya, maka dicatat baginya satu kebaikan sempurna.

مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ

5 – Barangsiapa berniat melakukan kebaikan lalu mengamalkannya, maka Allah mencatatnya di sisi-Nya sepuluh kebaikan.

مَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ، فَلَمْ يَعْمَلْهَا اللهُ كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً

6 – Barangsiapa berniat melakukan keburukan, namun (karena Allah) ia tidak mengamalkannya, maka dicatat baginya satu kebaikan.

مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً كَتَبَهَا اللهُ لَهُ سَيِّئَةً مِنْ غَيْرِ مُضَاعَفَةٍ

7 – Barangsiapa melakukan satu keburukan, maka Allah mencatatnya sebagai satu keburukan tanpa dilipatgandakan.

يَنْبَغِي لِلْمُسْلِمِ أَنْ يَنْوِيَ نِيَّةً حَسَنَةً عِنْدَ كُلِّ عَمَلٍ يَعْمَلُهُ؛ لِيُثَابَ عَلَيْهِ

8 – Seyogianya bagi seorang muslim untuk berniat dengan niat yang baik pada setiap amal yang dilakukannya agar mendapatkan pahala atasnya.

الْعَمَلُ الصَّالِحُ يُضَاعِفُهُ اللهُ إِلَى عَشْرِ حَسَنَاتٍ، ثُمَّ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، ثُمَّ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ

9 – Amal saleh dilipatgandakan oleh Allah menjadi sepuluh kebaikan, kemudian hingga tujuh ratus kali lipat, hingga kelipatan yang sangat banyak.

إِثْبَاتُ صِفَةِ الْكَلَامِ لِلَّهِ تَعَالَى

10 – Penetapan sifat Kalam (berbicara) bagi Allah Ta'ala.

FAIDAH TAMBAHAN

A – NIAT BAIK

Barangsiapa yang berniat melakukan kebaikan namun tidak (jadi) mengamalkannya, maka ia memiliki tiga kondisi:

Kondisi 1: Ia telah berusaha menempuh sebab-sebabnya (untuk melakukannya), namun ia tidak sempat menyempurnakannya. Maka orang ini dicatat baginya pahala yang sempurna; berdasarkan firman Allah Ta'ala:

۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (QS. An-Nisa: 100).

Kondisi 2: Ia berniat melakukan kebaikan dan bertekad kuat atasnya, akan tetapi ia meninggalkannya demi melakukan kebaikan lain yang lebih utama darinya. Maka orang ini diberi pahala atas kebaikan yang lebih tinggi (yang lebih sempurna) tersebut, dan ia juga tetap diberi pahala atas niat awalnya terhadap kebaikan yang lebih rendah; berdasarkan sabda Nabi ﷺ: "Sesungguhnya setiap amal itu bergantung pada niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan." Kondisi 3: Ia meninggalkan amal tersebut karena malas. Maka orang ini diberi pahala (hanya) atas niat (keinginan) awalnya saja. B – NIAT BURUK

Barangsiapa yang berniat melakukan keburukan namun tidak (jadi) mengamalkannya, maka ia memiliki tiga kondisi:

Kondisi 1: Ia berusaha melakukan keburukan tersebut dan menempuh sebab-sebabnya, namun ia tidak berhasil mencapainya. Maka orang ini dicatat baginya dosa keburukan yang sempurna. Kondisi 2: Ia berniat melakukan keburukan, kemudian ia meninggalkannya bukan karena takut kepada Allah. Maka orang ini tidak dicatat baginya (pahala), dan tidak pula (dosa) atasnya. Kondisi 3: Ia meninggalkan keburukan tersebut karena rasa takut kepada Allah. Maka orang ini dicatat baginya satu kebaikan yang sempurna.

Demikian penjelasan dan pelajaran yang bisa diambil dari hadis Arbain Nawawi 37 tentang besarnya kelembutan Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang kami terjemahkan dari kitab Tuhfatus Saniyah karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah. Semoga bermanfaat!

Karangasem,  15 Januari 2026

Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube Mukminun TV)

Post a Comment for "ARBAIN NAWAWI 37: BESARNYA KELEMBUTAN ALLAH TERHADAP HAMBA-HAMBA-NYA"