Pembaca rahimakumullah, berikut adalah transkrip Syarah Bidayah fi Akidah 9 tentang beriman bahwa malaikat yang diciptakan memiliki keutamaan dan tugas yang berbeda-beda. Ini adalah penjelasan dari Kitab Bidayah fi Akidah karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali, yang juga dijelaskan oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali sebagai bahan kulian di Fakultas Ilmu Syariah dan Bahasa Arab Mata Kuliah Akidah Angkatan Pertama. Semoga bermanfaat!
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى عَبْدِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَهْلاً وَمَرْحَباً بِكُمْ أَيُّهَا الْفُضَلَاءُ الْأَجِلَّاءُ مَعَ الْمُحَاضَرَةِ التَّاسِعَةِ مِنْ مُحَاضَرَاتِ شَرْحِ الْبِدَايَةِ فِي الْعَقِيْدَةِ
Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah atas hamba dan Rasul-Nya, Muhammad, serta keluarga dan semua sahabatnya.
Selamat datang, wahai para hadirin yang mulia, pada Materi Kesembilan dari Syarah Kitab Al-Bidayah fi al-'Aqidah.Pedoman Kedua: Beriman bahwa Malaikat Diciptakan dalam Taat
Para malaikat diciptakan dalam ketaatan kepada Allah Jalla wa 'Ala, sehingga mereka tidak pernah mendurhakai Allah Tabaraka wa Ta'ala sekejap mata pun.Allah Ta'ala berfirman:
بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ
Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya, (QS. Al-Anbiya': 26-27).
Allah Jalla wa 'Ala menjelaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa para malaikat tidak mendahului Allah Jalla wa 'Ala dengan perkataan maupun perbuatan, bahkan mereka selalu melaksanakan perintah-Nya Subhanahu wa Ta'ala.
Allah Subhanahu juga berfirman tentang para malaikat:
بِأَيْدِي سَفَرَةٍ كِرَامٍ بَرَرَةٍ
Di tangan para utusan (malaikat), yang mulia lagi berbakti, (QS. 'Abasa: 15-16).
As-Safarah adalah para duta antara Allah Jalla wa 'Ala dan makhluk-Nya, baik dengan wahyu maupun lainnya. Kiramun Bararah artinya mereka dimuliakan oleh Allah Jalla wa 'Ala, orang-orang yang jujur, saleh, dan taat kepada Allah Jalla wa 'Ala.Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman tentang para malaikat:
إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ
Sesungguhnya yang di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah-Nya, dan mereka bertasbih serta bersujud kepada-Nya, (QS. Al-A'raf: 206).
"Sesungguhnya yang di sisi Tuhanmu" maksudnya para malaikat. Mereka tidak sombong untuk beribadah kepada Allah Jalla wa 'Ala, dan mereka senantiasa bertasbih serta bersujud kepada-Nya Subhanahu wa Ta'ala.Allah Jalla wa 'Ala berfirman:
وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ
Dan milik-Nyalah siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, mereka tidak angkuh untuk menyembah-Nya dan mereka laa yastahsirun, (QS. Al-Anbiya': 19).
Laa yastahsirun artinya mereka tidak bosan dan tidak letih dari beribadah.Dan Allah Jalla wa 'Ala berfirman:
لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan, (QS. At-Tahrim: 6).
Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala menjelaskan bahwa para malaikat tidak sombong untuk beribadah kepada Allah, bahkan mereka beribadah kepada-Nya Subhanahu wa Ta'ala siang dan malam.
Allah Subhanahu berfirman:
لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ
Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah), (QS. An-Nisa': 172).
Dari Abu Dzar Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ، وَأَسْمَعُ مَا لاَ تَسْمَعُونَ، إِنَّ السَّمَاءَ أَطَّتْ وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ، مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلاَّ وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ تَعَالَى، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا، وَمَا تَلَذَّذْتُمْ بِالنِّسَاءِ عَلَى الفُرُشَاتِ، وَلَخَرَجْتُمْ إِلَى الصُّعُدَاتِ تَجْأَرُونَ إِلَى اللَّهِ جَلَّ وَعَلاَ
Sungguh, aku melihat apa yang tidak kalian lihat, dan mendengar apa yang tidak kalian dengar. Sesungguhnya langit berderit, dan sudah semestinya ia berderit. Tidak ada satu tempat pun selebar empat jari melainkan di sana ada malaikat yang meletakkan dahinya, bersujud kepada Allah Ta'ala. Demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis, dan kalian tidak akan bersenang-senang dengan istri di atas ranjang, dan sungguh kalian akan keluar ke jalan-jalan (lapangan) untuk memohon kepada Allah Jalla wa 'Ala." (Jami At-Tirmidzi: 2312. Al-Albani: Sahih).
Makna sabda Nabi ﷺ, aththatis samaau (langit berderit) adalah langit lelah dan letih, dan memang sudah semestinya demikian, karena banyaknya malaikat yang bersujud kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala di dalamnya.
Dalam riwayat Ibnu Nashr dalam Kitab ash-Shalah (disahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah) dari Hakim bin Hizam Radhiyallahu Anhu yang berkata: Ketika Rasulullah ﷺ bersama para sahabatnya, beliau bertanya kepada mereka, "Apakah kalian mendengar apa yang aku dengar?" Mereka bertanya, "Apa yang engkau dengar?" Beliau menjawab, "Aku mendengar deritan langit, dan sudah selayaknya ia berderit. Tidak ada tempat selebar sejengkal pun melainkan di atasnya ada malaikat yang rukuk atau sujud kepada Allah Ta'ala."
Sungguh Allah Azza wa Jalla telah memperdengarkan kepada Nabi-Nya ﷺ deritan langit, yaitu rintihan langit karena beratnya beban di atasnya.
Dalam riwayat lain dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
ما في السَّمٰوٰتِ السَّبْعِ مَوْضِعُ قَدَمٍ، وَلَا شِبْرٍ، وَلَا كَفٍّ إِلَّا وَفِيهِ مَلَكٌ قَائِمٌ، أَوْ مَلَكٌ سَاجِدٌ، أَوْ مَلَكٌ رَاكِعٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ، قَالُوا جَمِيعًا:
Di tujuh langit, tidak ada tempat pijakan kaki, sejengkal, atau selebar telapak tangan pun melainkan di sana ada malaikat yang berdiri, rukuk, atau sujud. Apabila tiba hari Kiamat, mereka semua berkata:
مَا عَبَدْنَاكَ حَقَّ عِبَادَتِكَ إِلَّا أَنَّا لَمْ نُشْرِكْ بِكَ شَيْئًا
Kami belum menyembah-Mu dengan sebenar-benar penyembahan, kecuali kami tidak mempersekutukan-Mu dengan sesuatu pun, (HR At-Tabrani: 1751).
Lihatlah, wahai saudara-saudaraku yang mulia, meskipun banyaknya ibadah para malaikat—ini malaikat berdiri untuk Allah shalat sejak diciptakan hingga hari Kiamat, ini malaikat rukuk untuk Allah sejak diciptakan hingga hari Kiamat, dan ini malaikat sujud untuk Allah sejak diciptakan hingga hari Kiamat. Apabila datang hari Kiamat dan mereka diperintahkan untuk berdiri dari ibadah mereka, mereka berkata:
مَا عَبَدْنَاكَ حَقَّ عِبَادَتِكَ
Kami belum menyembah-Mu dengan sebenar-benar penyembahan.
Maka bagaimana dengan kita, umat manusia, yang semuanya adalah dosa dan kesalahan? Jika kita beribadah kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala, kita tidak menyembah-Nya dengan sebenar-benar penyembahan. Kita tidak mengagungkan-Nya dalam salat dengan sebenar-benar pengagungan.
Wahai saudara-saudaraku yang mulia, kita harus beristigfar siang dan malam atas kelalaian kita terhadap hak Allah Jalla wa 'Ala. Oleh karena itu, Nabi ﷺ bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali, (Sahih Bukhari: 6307).
Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma yang berkata:
إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Sungguh kami pernah menghitung berapa kali Rasulullah ﷺ mengucapkan dalam satu majlis: "RABBIGHFIRLII WA TUB 'ALAYYA, INNAKAT TAWWAABUR RAHIIM." (Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang). Beliau mengucapkannya sebanyak seratus kali, (Sunan Abu Dawud: 1516).
Shallallahu 'alaika ya Rasulullah, Shallallahu 'alaika ya Rasulullah.
Oleh karena itu, Nabi ﷺ mensyariatkan bagi kita untuk beristigfar kepada Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala setelah kita salam dari salat:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah.
Mengapa? Padahal Anda berada dalam ketaatan, bukan dalam kemaksiatan. Namun, Anda beristigfar kepada Allah karena kesibukan hati dari Allah di dalam salat. Anda beristigfar kepada Allah karena Anda belum mengagungkan-Nya dengan sebenar-benar pengagungan dalam salat. Anda beristigfar kepada Allah karena Anda belum salat dengan salat yang layak bagi keagungan dan kebesaran Allah Jalla wa 'Ala.Pedoman Kedua: ...Bahwa Mereka Bertingkat-tingkat dalam Keutamaan dan Kedudukan
Para malaikat tidak berada pada satu tingkatan dalam hal keutamaan, tetapi mereka memiliki kedudukan dan keutamaan yang berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatan mereka.Yang paling utama dan paling agung di antara mereka adalah Jibril 'alaihis salam, Israfil, Mikail, dan para pemikul 'Arsy. Ini karena Allah Azza wa Jalla telah memilih para malaikat ini untuk tugas-tugas yang agung.
Allah Ta'ala berfirman:
اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
Allah memilih para utusan dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat, (QS. Al-Hajj: 75).
Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala menjelaskan bahwa di antara para malaikat ada yang muqarrabun (yang didekatkan), yaitu yang telah mencapai derajat yang tinggi hingga mencapai derajat al-muqarrabin.Allah Ta'ala berfirman:
لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا
Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Dan barang siapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya, (QS. An-Nisa': 172).
Dan para pemikul 'Arsy adalah mereka yang dikhususkan oleh Allah Tabaraka wa Ta'ala dengan pekerjaan yang agung ini. Di antara malaikat muqarrabin adalah Jibril, Mikail, dan Israfil.Oleh karena itu, Nabi ﷺ, apabila bangun malam dan berdoa kepada Tuhannya, beliau berkata, sebagaimana yang terdapat dalam Sahih Muslim:
اللَّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Engkau memutuskan di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka perselisihkan. Bimbinglah aku kepada kebenaran yang diperselisihkan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau membimbing siapa pun yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus, (Sahih Muslim: 770).
Mengapa Nabi ﷺ secara khusus menyebutkan ketiga malaikat ini? Karena keagungan dan kedekatan mereka dengan Allah Tabaraka wa Ta'ala.Pedoman Ketiga: Beriman Bahwa Allah Menugaskan Mereka dengan Tugas-tugas yang Agung dan Memberi Mereka Kemampuan untuk Melaksanakannya
Beriman bahwa Allah menugaskan para malaikat dengan tugas-tugas yang agung. Allah Tabaraka wa Ta'ala menjadikan setiap malaikat memiliki tugas dan memerintahkannya untuk melaksanakannya, serta menciptakan mereka dengan penciptaan yang sesuai dengan tugas mereka.1 – Jibril 'Alaihis Salam (Malaikat Wahyu)
Allah Azza wa Jalla menugaskan Jibril 'alaihis salam dengan wahyu. Dia turun dari langit ke bumi. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla menciptakan untuknya sayap-sayap yang besar dan agung untuk dia terbang. Jibril 'alaihis salam memiliki 600 sayap, yang setiap sayapnya memenuhi ruang antara timur dan barat. Allah Tabaraka wa Ta'ala menamainya Ar-Ruh Al-Amin (Ruh yang Terpercaya). Allah Ta'ala berfirman:نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ
Ruhul Amin membawanya (Al-Qur'an) turun, ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu termasuk orang-orang yang memberi peringatan, (QS. Asy-Syu'ara': 193-194).
Maksudnya, Al-Qur'an diturunkan oleh Jibril 'alaihis salam, yaitu Ruhul Amin.
Allah Tabaraka wa Ta'ala juga berfirman:
قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
Katakanlah: 'Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka sesungguhnya Jibril itu menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman,' (QS. Al-Baqarah: 97).
Yakni, Allah Azza wa Jalla menurunkan Jibril dengan Al-Qur'an ke dalam hati Nabi ﷺ. Al-Qur'an ini membenarkan apa yang ada di depannya, yaitu kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat dan Injil, dan bahwa kitab-kitab itu diturunkan dari sisi Allah Tabaraka wa Ta'ala.
Allah Azza wa Jalla juga menamainya Ruhul Qudus (Ruh yang Suci). Allah Ta'ala berfirman:قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ
Katakanlah: 'Ruhul Qudus menurunkannya dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (Muslim).'" (QS. An-Nahl: 102).
Yakni, Al-Qur'an diturunkan oleh Ruhul Qudus, yaitu Jibril, dari Tuhanmu, yakni dari Allah Jalla wa 'Ala dengan benar, untuk meneguhkan orang-orang mukmin pada keimanan mereka, memberi petunjuk kepada mereka, dan memberi kabar gembira kepada mereka dengan surga jika mereka berpegang teguh pada agama dan Islam mereka.
Allah Azza wa Jalla juga menamainya Wahyu Yūḥā (Wahyu yang diwahyukan) dan menamainya Syadīd al-Quwā (yang sangat kuat).Allah Ta'ala berfirman:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى
Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Yang diajarkan kepadanya oleh (malaikat) yang sangat kuat, yang mempunyai keteguhan; maka (malaikat itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang ia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (kepada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Dia wahyukan, (QS. An-Najm: 3-10).
"عَلَّمَهُ" (Yang mengajarkan kepadanya) maksudnya Jibril mengajarkan Nabi.
ﷺ, "شَدِيدُ الْقُوَى" (yang sangat kuat) maksudnya Jibril.
Jibril yang sangat kuat mengajarkan Nabi ﷺ Al-Qur'an.
"ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى" (yang mempunyai keteguhan; maka menampakkan diri dengan rupa yang asli) maksudnya yang mempunyai penciptaan yang baik, yaitu Jibril 'alaihis salam.
Itu adalah bantahan terhadap orang-orang kafir yang mengklaim bahwa Nabi ﷺ membuat-buat Al-Qur'an dari dirinya sendiri.
Dahulu, pada permulaannya, ketika Jibril 'alaihis salam turun kepada Nabi ﷺ, jika Jibril membaca suatu ayat, Nabi ﷺ menggerakkan lidahnya mengikuti ayat setelah Jibril 'alaihis salam, karena takut akan melupakan sebagian darinya.
Maka Allah Tabaraka wa Ta'ala menenangkan beliau agar tidak menggerakkan lidahnya dan tidak tergesa-gesa, melainkan menunggu dan mendengarkan Jibril 'alaihis salam ketika ia menyampaikan ayat-ayat secara berturut-turut. Jika Jibril 'alaihis salam telah selesai, maka Allah Jalla wa 'Ala akan mengumpulkan Al-Qur'an di hati Nabi ﷺ, dan beliau akan menghafalnya dan tidak akan melupakan sedikit pun.
Allah Ta'ala berfirman:
لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya, (QS. Al-Qiyamah: 16-19).
"فَإِذَا قَرَأْنَاهُ" (Apabila Kami telah selesai membacakannya), yakni Jibril membacanya,
"فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ" (maka ikutilah bacaannya itu), yakni dengarkanlah dan perhatikanlah.
"ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ" (Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya), yakni Kami akan mengumpulkannya untukmu di hatimu dengan jelas dan terang, sehingga engkau tidak akan melupakan sedikit pun darinya.2 – Para Pemikul 'Arsy
Termasuk tugas para malaikat adalah Para Pemikul 'Arsy (Singgasana).Allah Ta'ala berfirman:
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
Malaikat-malaikat yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): 'Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksa neraka yang menyala-nyala.' (QS. Ghafir: 7).
Para Pemikul 'Arsy ini bertasbih memuji Tuhan mereka, dan memohon ampunan bagi orang-orang mukmin. Mereka berkata dalam permohonan ampunan mereka:
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
Sungguh beruntung engkau, wahai orang yang bertobat! Para pemikul 'Arsy memohon ampunan untukmu. Sungguh beruntung engkau, wahai orang mukmin! Para pemikul 'Arsy memohon ampunan untukmu. Tidakkah hal itu menjadikan engkau mencintai para malaikat? Tidakkah hal itu menjadikan engkau merindukan pertemuan dengan Allah Jalla wa 'Ala? Tidakkah hal itu menjadikan engkau bertobat siang dan malam dari dosa-dosa dan kelalaianmu terhadap hak Allah Jalla wa 'Ala?
Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala menjelaskan bahwa pada hari Kiamat, Allah Azza wa Jalla memerintahkan, lalu 'Arsy datang dan dipikul oleh delapan malaikat. Allah Ta'ala berfirman:
وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ خُذُوهُ فَغُلُّوهُ ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ
Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: 'Ambillah, bacalah kitabku (ini).' Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai, dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat. (Kepada mereka dikatakan): 'Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.' Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: 'Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku.' (Allah berfirman): 'Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala,' (QS. Al-Haqqah: 17-31).
Kita berlindung kepada Allah dari hal itu.
Allah Azza wa Jalla menciptakan para Pemikul 'Arsy dengan penciptaan yang agung. Di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan disahihkan oleh Al-Albani, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
أُذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلَائِكَةِ الرَّحْمَنِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ: إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِ مِائَةِ عَامٍ
Aku telah diizinkan untuk berbicara tentang seorang malaikat dari malaikat-malaikat Ar-Rahman dari pemikul 'Arsy: Sesungguhnya jarak antara cuping telinganya sampai bahunya adalah perjalanan 700 tahun, (Sunan Abu Dawud: 4727. Al-Albani: Sahih).
Allahu Akbar, Allahu Akbar. Jarak antara cuping telinga hingga bahunya adalah perjalanan 700 tahun. Lā ilāha illallāh, lā ilāha illallāh.3 – Mikail 'Alaihis Salam
Termasuk tugas para malaikat adalah malaikat yang diserahi urusan hujan dan tumbuhan, yaitu Mikail 'alaihis salam.Allah Ta'ala berfirman:
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ
Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang kafir, (QS. Al-Baqarah: 98).4 – Israfil 'Alaihis Salam
Termasuk tugas para malaikat juga adalah malaikat yang diserahi urusan Sangkakala (ash-Shūr), yaitu Israfil 'alaihis salam. Sangkakala adalah tanduk besar yang akan ditiup di dalamnya.Telah diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan disahihkan oleh Al-Albani bahwa Nabi ﷺ didatangi oleh seorang Arab Badui, lalu dia bertanya: "Apa itu Shūr (Sangkakala)?" Beliau menjawab: "Tanduk yang akan ditiup."
Dan At-Tirmidzi juga meriwayatkan dan disahihkan oleh Al-Albani dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:
كَيْفَ أَنْعَمُ وَقَدِ الْتَقَمَ صَاحِبُ الْقَرْنِ الْقَرْنَ وَحَنَى جَبْهَتَهُ وَأَصْغَى سَمْعَهُ يَنْظُرُ مَتَى يُؤْمَرُ
Bagaimana aku bisa bersenang-senang, sementara shahib al-qarn (pemilik sangkakala) telah menempelkan sangkakala pada mulutnya, mencondongkan dahinya, dan memasang telinganya, menunggu kapan ia diperintahkan?" (Jami At-Tirmidzi: 2431. Al-Albani: Sahih).
Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa yang harus kami katakan?" Beliau menjawab, "Katakanlah:
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ عَلَى اللهِ تَوَكَّلْنَا
Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik pelindung. Kepada Allah kami berserah diri.5 – Malakul Maut (Malaikat Pencabut Nyawa)
Di antara para malaikat adalah Malakul Maut, yang diserahi tugas mencabut ruh.Allah Ta'ala berfirman:
قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
Katakanlah: 'Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut (nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan,' (QS. As-Sajdah: 11).
Malakul Maut memiliki pembantu dari kalangan malaikat, yang mendatangi hamba sesuai dengan amal perbuatannya. Jika ia adalah orang baik, mereka datang dalam bentuk terbaik. Jika ia adalah orang jahat, mereka datang dalam bentuk yang paling buruk.
Allah Ta'ala berfirman:
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
Sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat utusan Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya, (QS. Al-An'am: 61).
Nabi ﷺ bersabda tentang hamba yang beriman: "Didatangi oleh malaikat-malaikat yang putih wajahnya, bersama mereka ada kain kafan dari kafan surga dan wewangian dari wewangian surga. Mereka duduk darinya sejauh mata memandang, kemudian mereka mencabut ruhnya. Maka ruh itu keluar seperti tetesan air dari mulut sikaa' (wadah air dari kulit)," yakni keluar dengan mudah dan lancar.
Adapun hamba yang lain, wal 'iyādzu billāh (kita berlindung kepada Allah),didatangi oleh malaikat-malaikat yang hitam wajahnya, bersama mereka ada kafan dari kafan neraka dan wewangian dari wewangian neraka. Mereka duduk darinya sejauh mata memandang, kemudian mereka berkata: "Keluarlah wahai ruh yang keji! Keluarlah menuju murka dan kemarahan dari Allah." Kita berlindung kepada Allah dari hal itu.6 – Malaikat Jibal (Malaikat Gunung)
Di antara para malaikat juga adalah Malaikat Jibal, yang diserahi urusan gunung-gunung. Hal ini disebutkan dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah Radhiyallahu Anha ketika ia bertanya kepada Nabi ﷺ: "Apakah pernah datang kepadamu hari yang lebih berat daripada hari Uhud?"Maka Nabi ﷺ menceritakan kepadanya tentang hari dakwahnya di Thaif kepada Islam, lalu mereka mencemoohnya, mengolok-oloknya, dan menggerakkan orang-orang bodoh mereka untuk melawannya.
Nabi ﷺ bersabda: "Maka aku pergi sambil memendam kesedihan di wajahku. Aku tidak sadar kecuali ketika aku berada di Qarn ats-Tsa'ālib", yaitu sebuah tempat di luar Thaif. "Aku mengangkat kepalaku, dan tiba-tiba ada awan yang menaungiku. Aku melihat, ternyata di dalamnya ada Jibril. Dia memanggilku, lalu berkata: 'Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu kepadamu, dan apa yang mereka balas kepadamu. Dia telah mengutus kepadamu Malakul Jibal (Malaikat Gunung) agar engkau perintahkan dia melakukan apa pun yang engkau kehendaki.'"
Nabi ﷺ bersabda: "Maka Malakul Jibal memanggilku dan mengucapkan salam kepadaku, lalu berkata: 'Wahai Muhammad, perintahkanlah kepadaku apa pun yang engkau kehendaki. Jika engkau mau, aku akan menimpakan dua gunung yang mengelilingi mereka (Al-Akhsyabain) ke atas mereka, aku akan melakukannya.'"
Maka Nabi ﷺ bersabda:
بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
Tidak, bahkan aku berharap agar Allah mengeluarkan dari tulang sulbi mereka orang yang menyembah Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun." (Sahih Bukhari: 3231. Sahih Muslim: 1795).
Shallallahu 'alaika ya Rasulullah! Alangkah kasihnya engkau!
Engkau berada dalam keadaan sedih, marah, dan kesempitan. Allah Tabaraka wa Ta'ala mengujinya dan mengutus kepadanya malaikat yang berkata, "Jika engkau perintahkan aku menimpakan dua gunung yang mengelilingi mereka, niscaya aku akan melakukannya."
Akan tetapi Nabi ﷺ menolak dan berkata, "Aku berharap agar Allah mengeluarkan dari keturunan mereka orang yang menyembah Allah Azza wa Jalla," meskipun mereka tetap berada di atas kesyirikan dan kekafiran mereka hingga mati. Semoga Allah Tabaraka wa Ta'ala mengeluarkan dari keturunan mereka orang yang menyembah Allah, sehingga janganlah engkau membinasakan mereka.7 – Malaikat yang Ditugaskan Mengurus Rahim
Termasuk tugas para malaikat adalah malaikat yang diserahi urusan rahim. Telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim bahwa Nabi ﷺ bersabda:إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا يَقُولُ: يَا رَبِّ نُطْفَةٌ، يَا رَبِّ عَلَقَةٌ، يَا رَبِّ مُضْغَةٌ، فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقَهُ، قَالَ: أَذَكَرٌ أَمْ أُنْثَى، شَقِيٌّ أَمْ سَعِيدٌ؟ فَمَا الرِّزْقُ وَالْأَجَلُ؟ فَيُكْتَبُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menugaskan seorang malaikat pada rahim. Ia berkata: 'Ya Tuhanku, setetes air mani.' 'Ya Tuhanku, segumpal darah.' 'Ya Tuhanku, segumpal daging.' Apabila Allah berkehendak untuk menetapkan penciptaannya, malaikat itu berkata: 'Laki-laki atau perempuan? Celaka atau bahagia? Berapa rezeki dan ajalnya?' Maka hal itu ditulis di perut ibunya." (Sahih Bukhari: 6595. Sahih Muslim: 2646).
Dalam Ash-Shahīhain juga, dari Hadis Ibnu Mas'ud Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ،
Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai air mani). Kemudian ia menjadi segumpal darah selama itu pula. Kemudian ia menjadi segumpal daging selama itu pula.
ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ لَهُ: اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ، ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ،
Kemudian Allah mengutus malaikat, lalu ia diperintahkan dengan empat kalimat. Dikatakan kepadanya: 'Tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya, dan celaka atau bahagianya.' Kemudian ditiupkan ruh padanya.
فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجَنَّةِ إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا،
Sesungguhnya salah seorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amalan penduduk surga, hingga tidak ada jarak antara dia dan surga kecuali sehasta, lalu ketetapan (kitab) mendahuluinya, kemudian dia beramal dengan amalan penduduk neraka, lalu ia memasukinya.
وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
Dan sungguh salah seorang di antara kalian benar-benar beramal, hingga tidak ada jarak antara dia dan neraka kecuali sehasta, lalu ketetapan (kitab) mendahuluinya, kemudian dia beramal dengan amalan penduduk surga, lalu ia memasukinya, (Sahih Bukhari: 3332. Sahih Muslim: 2643).
Di sini ada masalah dalam memahami sabda Nabi ﷺ:
فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجَنَّةِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ
Sesungguhnya salah seorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amalan penduduk surga, hingga tidak ada jarak antara dia dan surga kecuali sehasta, lalu ketetapan (kitab) mendahuluinya, kemudian dia beramal dengan amalan penduduk neraka, lalu ia memasukinya, (Sahih Bukhari: 3208. Sahih Muslim: 2643).
Para ulama berkata: Maksudnya adalah orang ini melakukan amalan yang terlihat oleh manusia sebagai amalan penduduk surga. Dia melakukannya karena riya' dan sum'ah. Padahal ia tidak ikhlas dalam hal itu, melainkan hanya menginginkan pandangan dan riya' manusia.
Dalilnya adalah riwayat Muslim:
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ
Sesungguhnya salah seorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amalan penduduk surga sebagaimana yang terlihat oleh manusia, padahal ia termasuk penduduk neraka, (Sahih Bukhari: 4207).
Kita berlindung kepada Allah dari neraka dan siksanya. Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan akhir yang baik dan kebahagiaan, wahai Tuhan semesta alam.8 – Khazanah Al-Jannah (Penjaga Surga)
Kedelapan, di antara para malaikat adalah Khazanah Al-Jannah (Penjaga Surga).Allah Ta'ala berfirman:
وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka diantar ke surga secara berombongan (berkelompok-kelompok). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintu telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: 'Kesejahteraan (dilimpahkan) atas kalian. Berbahagialah kalian! Maka masuklah ke dalam surga ini, sedang kalian kekal di dalamnya,’ (QS. Az-Zumar: 73).
Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman:
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ
(Yaitu) surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (QS. Ar-Ra'd: 23).
Allahu Akbar. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk penduduk surga.9 – Khazanah An-Nār (Penjaga Neraka)
Kesembilan, Khazanah An-Nār (Penjaga Neraka), yang di antaranya adalah Malik.Allah Ta'ala berfirman:
وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ
Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam: 'Mohonlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab atas kami barang sehari,’ (QS. Ghafir: 49).
Dan Allah Ta'ala berfirman:
فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ
Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah (penyiksa), (QS. Al-'Alaq: 17-18).
Yaitu Zabāniyah (Malaikat penyiksa) Jahannam, wal 'iyādzu billāh.
Firman-Nya "فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ" (Maka biarlah dia memanggil golongannya) ketika ia berkata: "Aku punya banyak orang, suku, dan klub besar tempat aku duduk bersama mereka," dan ia menyombongkan diri kepada Nabi ﷺ.
Maka Allah Azza wa Jalla memerintahkannya untuk berkata, "Maka biarlah dia memanggil golongannya (di klubnya), Kami akan memanggil Zabaniyah (Malaikat penyiksa) pada hari Kiamat, yang akan menyeretnya ke neraka dengan paksa." Kita berlindung kepada Allah dari hal itu.
Dan Allah Ta'ala berfirman:
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga), (QS. Al-Muddassir: 30).
Allah menyebutkan nama Malik dalam Al-Qur'an, yaitu pemimpin penjaga neraka atau pemimpin Zabāniyah neraka, wal 'iyādzu billāh.
Allah Ta'ala berfirman:
وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ
Mereka berseru: 'Hai Malik, biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.' Dia menjawab: 'Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal (di sini),' (QS. Az-Zukhruf: 77).
Kita berlindung kepada Allah dari hal itu. Ketika azab menjadi sangat berat bagi penduduk neraka, mereka mulai memohon kepada Malik, penjaga neraka: "Mohonlah kepada Tuhanmu agar Dia mematikan kami." Dia menjawab: Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal, yakni kalian akan terus berada dalam azab, wal 'iyādzu billāh.10 – Malaikat Pengunjung Al-Bait Al-Ma'mur
Kesepuluh, Para Pengunjung Al-Bait Al-Ma'mur dari kalangan malaikat. Al-Bait Al-Ma'mur (Baitul Ma'mur) berada di langit ketujuh. Sejumlah besar malaikat memasukinya setiap hari dan tidak akan pernah kembali lagi ke sana hingga hari Kiamat.Telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim bahwa Nabi ﷺ bersabda:
رُفِعَ لِيَ الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ، فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ، فَقَالَ: هَذَا الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ، يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ
Diperlihatkan kepadaku Al-Bait Al-Ma'mur, lalu aku bertanya kepada Jibril. Dia menjawab: 'Ini adalah Al-Bait Al-Ma'mur, alat di dalamnya setiap hari tujuh puluh ribu malaikat. Apabila mereka keluar, mereka tidak akan kembali lagi ke sana, itu yang terakhir bagi mereka,' (Sahih Bukhari: 3207. Sahih Muslim: 164).11 – As-Sayyahun (Malaikat Pengembara di Bumi)
Kesebelas, Malaikat As-Sayyahun (Pengembara di Bumi), yang berkeliling di bumi. Di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Sahih-nya bahwa Nabi ﷺ bersabda:إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ، فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا: هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ، فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا.
Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling di jalan-jalan mencari orang-orang yang berdzikir. Ketika mereka menemukan suatu kaum yang sedang mengingat Allah, mereka saling memanggil: “Mari, inilah yang kita cari!” Lalu mereka menaungi orang-orang itu dengan sayap-sayapnya hingga ke langit dunia.
فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ: مَا يَقُولُ عِبَادِي؟ فَيَقُولُونَ: يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ.
Kemudian Allah bertanya kepada para malaikat, padahal Dia lebih mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya: “Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?” Para malaikat menjawab: “Mereka bertasbih kepada-Mu, bertakbir kepada-Mu, memuji-Mu, dan mengagungkan-Mu.”
فَيَقُولُ: هَلْ رَأَوْنِي؟ فَيَقُولُونَ: لَا وَاللَّهِ مَا رَأَوْكَ. فَيَقُولُ: وَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي؟ فَيَقُولُونَ: لَوْ رَأَوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيدًا وَتَحْمِيدًا وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحًا.
Allah berfirman: “Apakah mereka telah melihat-Ku?” Para malaikat menjawab: “Tidak, demi Allah, mereka belum melihat-Mu.” Allah berfirman: “Bagaimana jika mereka melihat-Ku?” Para malaikat menjawab: “Seandainya mereka melihat-Mu, tentu mereka akan lebih kuat beribadah kepada-Mu, lebih banyak mengagungkan-Mu, lebih banyak memuji-Mu, dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu.”
فَيَقُولُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلَا: فَمَا يَسْأَلُونِي؟ فَيَقُولُونَ: يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ. فَيَقُولُ: وَهَلْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا. فَيَقُولُ: فَكَيْفَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصًا وَأَشَدَّ لَهَا طَلَبًا وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً.
Allah berfirman: “Apa yang mereka minta kepada-Ku?” Para malaikat menjawab: “Mereka memohon surga kepada-Mu.” Allah berfirman: “Apakah mereka telah melihat surga?” Para malaikat menjawab: “Tidak, demi Allah wahai Rabb kami, mereka belum melihatnya.” Allah berfirman: “Bagaimana jika mereka melihat surga itu?” Para malaikat menjawab: “Seandainya mereka melihat surga, tentu mereka akan lebih bersemangat meraihnya, lebih sungguh-sungguh mencarinya, dan lebih besar keinginan mereka terhadapnya.”
فَيَقُولُ: فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ؟ فَيَقُولُونَ: يَتَعَوَّذُونَ مِنَ النَّارِ. فَيَقُولُ: وَهَلْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا. فَيَقُولُ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لَوْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً.
Allah berfirman: “Dari apa mereka memohon perlindungan?” Para malaikat menjawab: “Mereka memohon perlindungan dari neraka.” Allah berfirman: “Apakah mereka telah melihat neraka?” Para malaikat menjawab: “Tidak, demi Allah wahai Rabb kami, mereka belum melihatnya.” Allah berfirman: “Bagaimana jika mereka melihat neraka itu?” Para malaikat menjawab: “Seandainya mereka melihat neraka, tentu mereka akan lebih keras lari darinya dan lebih takut terhadapnya,” (Sahih Bukhari: 6408).
Allahu Akbar! Ya Allah, ampunilah kami semua, wahai Tuhan.
Lalu salah satu malaikat berkata: "Ya Tuhanku, di antara mereka ada si fulan yang bukan termasuk golongan mereka, dia hanya datang karena ada suatu keperluan." Maka Allah berfirman:
هُمُ الْجُلَسَاءُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ
Mereka adalah orang-orang yang duduk bersama, tidak akan celaka orang yang duduk bersama mereka.
Allahu Akbar! Saudaraku yang mulia, siapa yang duduk bersama orang-orang bahagia, ia akan bahagia. Duduklah bersama penuntut ilmu, duduklah bersama ahli zikir, duduklah bersama orang-orang saleh, bertemanlah dengan orang-orang mukmin, niscaya engkau akan bahagia bersama mereka di dunia dan akhirat.
Di antaranya juga, yang diriwayatkan oleh An-Nasa'i dengan sanad yang sahih bahwa Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الْأَرْضِ يُبَلِّغُونِي مِنْ أُمَّتِي السَّلَامَ
Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di bumi, yang menyampaikan kepadaku salam dari umatku, (Sunan An-Nasa'i: 1282. Al-Albani: Sahih).
Allāhumma shalli wa sallim wa bārik 'alaika yā Rasulallah.12 – Al-Kirāmul Kātibūn (Malaikat Pencatat Amal)
Kedua belas, Al-Kirāmul Kātibūn (Malaikat Pencatat Amal). Mereka inilah yang mencatat amal perbuatan hamba dan menjaganya, sehingga ketika tiba hari Kiamat, setiap hamba melihat apa yang telah ia kerjakan.Allah Ta'ala berfirman:
وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ
Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi, yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (amal perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan, (QS. Al-Infitar: 10-12).
Allah Jalla wa 'Ala menjelaskan bahwa mereka adalah dua malaikat, satu di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri. Salah satunya menulis kebaikan, dan yang lain menulis kejahatan.
Mereka mencatat setiap perkataan yang engkau ucapkan. Allah Ta'ala berfirman:
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
(Yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu hadir, (QS. Qaf: 17-18).13 – Al-Hafazhah (Malaikat Penjaga)
Ketiga belas, Al-Hafazhah (Malaikat Penjaga), yang menjaga negeri dan hamba dari setan dan Al-Masih Ad-Dajjal, dan sejenisnya.Sebagaimana sabda Nabi ﷺ mengenai penjagaan Mekah dan Madinah:
لَا يَدْخُلُ الْمَدِينَةَ رُعْبُ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ لَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ بَابٍ مَلَكَانِ
Tidak akan masuk ke Madinah rasa takut yang ditimbulkan oleh Al-Masih Ad-Dajjal. Pada hari itu, Madinah memiliki tujuh pintu, dan pada setiap pintu dijaga oleh dua malaikat, (Sahih Bukhari: 1879).
Al-Bukhari juga meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Nabi ﷺ bersabda:
عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ، لَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلَا الدَّجَّالُ
Di pintu-pintu masuk (lorong-lorong) Madinah terdapat malaikat-malaikat. Tidak akan memasukinya wabah ṭā'ūn (penyakit menular) dan tidak pula Dajjal." (Sahih Bukhari: 7126).14 – Munkar dan Nakir
Dan di antaranya adalah Munkar dan Nakir, yang diserahi tugas menanyai di kubur. Ya Tuhan, teguhkanlah kami ketika ditanya oleh dua malaikat.Telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:
الْعَبْدُ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتُوُلِّيَ وَذَهَبَ أَصْحَابُهُ حَتَّى إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ، أَتَاهُ مَلَكَانِ فَأَقْعَدَاهُ، فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَيَقُولُ: أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَيُقَالُ: انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ الْجَنَّةِ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا
Apabila seorang hamba diletakkan di kuburnya, dan teman-temannya berpaling dan pergi, sampai-sampai ia mendengar bunyi sandal mereka, ia didatangi oleh dua malaikat, lalu mendudukkannya. Mereka berdua bertanya kepadanya: 'Apa yang dahulu engkau katakan tentang laki-laki ini, Muhammad ﷺ?' Maka ia menjawab: 'Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.' Maka dikatakan kepadanya: 'Lihatlah tempat dudukmu di neraka, Allah telah menggantikannya untukmu dengan tempat duduk di surga.' Nabi ﷺ bersabda: 'Maka ia melihat keduanya (tempat di neraka dan di surga).'" (Sahih Bukhari: 1374. Sahih Muslim: 2870).
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk penduduk surga.
وَأَمَّا الْمُنَافِقُ وَالْكَافِرُ فَيُقَالُ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيُقَالُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ وَيُضْرَبُ بِمَطَارِقَ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ غَيْرَ الثَّقَلَيْنِ
Adapun orang kafir atau munafik, ia berkata: Saya tidak tahu, saya hanya mengatakan apa yang dikatakan orang-orang." Maka dikatakan kepadanya: "Engkau tidak tahu dan engkau tidak membaca." Kemudian ia dipukul dengan godam dari besi satu pukulan di antara kedua telinganya, lalu ia menjerit dengan jeritan yang didengar oleh segala sesuatu di dekatnya, kecuali ats-tsaqalain (dua golongan makhluk), yaitu jin dan manusia, (Sahih Bukhari: 1374).
اللَّهُمَّ ثَبِّتْنَا عِنْدَ سُؤَالِ الْمَلَكَيْنِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Ya Allah, teguhkanlah kami ketika ditanya oleh dua malaikat, wahai Tuhan semesta alam.
Wahai saudara-saudaraku yang mulia, saya memohon kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala untuk menjadikan saya dan kalian termasuk orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik darinya.
Wa shallallahu 'ala Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Wassalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.Pertanyaan untuk Anda
- Sebutkan sepuluh tugas para malaikat!
- Ada malaikat yang beribadah kepada Allah Jalla wa 'Ala dan mereka tidak bosan dari ibadah-Nya. Sebutkan dalil dari Kitab Allah Azza wa Jalla yang menunjukkan hal tersebut!
- Para malaikat bertingkat-tingkat dalam keutamaan dan kedudukan. Sebutkan dalil yang menunjukkan hal tersebut!
Karangasem, 8 Desember 2025
Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan Channel YouTube: Mukminun TV)
Post a Comment for "Syarah Bidayah fi Akidah 9: Tugas Malaikat"