Pembaca rahimakumullah, berikut adalah transkrip dari syarah Bidayah fi Akdah pertemuan ke-8 oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah. Semoga bermanfaat!
Kuliah Ilmu Syariah dan Arabiyah: Materi Akidah Tingkat Pertama Dari Kitab Al-Bidayah fi Al-Aqidah, Penjelasan oleh Fadhilatus Syekh Wahid Abdussalam Bali Bismillahirrahmanirrahim. Ini adalah Kuliah Kedelapan dari kuliah-kuliah penjelasan Al-Bidayah fi Al-Aqidah.[ss_social_follow]
Penulis, semoga Allah mengampuninya, berkata:Bab Kedua: Beriman kepada Malaikat
وَفِيهِ ثَلَاثَةُ ضَوَابِطَ: Dan padanya terdapat tiga kaidah/prinsip:اَلضَّابِطُ الْأَوَّلُ: اَلْإِيمَانُ بِوُجُودِ الْمَلَائِكَةِ وَأَنَّهُمْ كَثِيرٌ لَا يَعْلَمُ عَدَدَهُمْ إِلَّا اللَّهُ.
Kaidah Pertama: Beriman dengan keberadaan para malaikat dan bahwasanya mereka banyak dan tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah.اَلضَّابِطُ الثَّانِي: اَلْإِيمَانُ بِأَنَّ الْمَلَائِكَةَ جُبِلُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَأَنَّهُمْ مُتَفَاوِتُونَ فِي الْفَضَائِلِ وَالْمَنَازِلِ.
Kaidah Kedua: Beriman bahwa para malaikat diciptakan dalam ketaatan dan bahwasanya mereka bertingkat-tingkat dalam keutamaan dan kedudukan.اَلضَّابِطُ الثَّالِثُ: اَلْإِيمَانُ بِأَنَّ اللَّهَ وَكَّلَهُمْ بِوَظَائِفَ عَظِيمَةٍ وَأَعْطَاهُمُ الْقُدْرَةَ عَلَى تَأْدِيَتِهَا.
Kaidah Ketiga: Beriman bahwa Allah telah menugaskan mereka dengan tugas-tugas yang agung dan telah memberikan mereka kemampuan untuk melaksanakannya.Kaidah Pertama: Beriman kepada Keberadaan Malaikat dan Jumlahnya yang Tidak Diketahui Kecuali oleh Allah
Malaikat adalah makhluk yang diciptakan Allah Tabaraka wa Ta'ala dari cahaya (nur).Diriwayatkan oleh Muslim dalam sahihnya, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda:
خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ.
Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api yang bercampur (maraj), dan Adam diciptakan dari apa yang telah disifatkan kepada kalian, (Sahih Muslim: 2996). Al-Maraj adalah nyala api yang bercampur dengan warna hitamnya api.Sifat-sifat Malaikat
Berikut adalah beberapa sifat malaikat yang disebutkan oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali dalam penjelasannya: قُوَّةٌ وَشَدِيدُ الْقُوَّةِKuat dan Tangguh
Malaikat adalah makhluk yang disifati dengan kekuatan dan ketangguhan. Allah Ta'ala berfirman dalam mensifati malaikat api neraka:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; di sana ada malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan, (QS At-Tahrim: 6).Allah mensifati mereka sebagai kasar (ghilazh). Kita berlindung kepada Allah dari api neraka Jahannam.
Allah Ta'ala berfirman dalam mensifati Jibril 'alaihissalam:
عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ
Yang diajarkan kepadanya (Al-Qur'an) oleh (malaikat) yang sangat kuat, (QS An-Najm: 5).
Yakni, Nabi ﷺ diajarkan oleh Jibril, yang sangat kuat.
ذُو أَجْنِحَةٍMemiliki Sayap
Sebagian malaikat memiliki dua sayap, sebagian tiga, sebagian empat, dan sebagian lebih dari itu. Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Fathir:الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۚ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ
Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki, (QS Fathir: 1).
Artinya, Allah menjadikan malaikat memiliki sayap: mutsanna (dua), tsulats (tiga), dan ruba' (empat).
يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ
Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki, (QS Fatir: 1).Artinya: ada yang lebih dari itu, Allah menambah pada penciptaan malaikat sesuai kehendak-Nya.
Di antaranya adalah Jibril 'alaihissalam, yang memiliki 600 sayap. Diriwayatkan oleh Muslim dalam sahihnya, Nabi ﷺ bersabda:
لَمْ أَرَ جِبْرِيلَ عَلَى صُورَتِهِ الَّتِي خُلِقَ عَلَيْهَا غَيْرَ هَاتَيْنِ الْمَرَّتَيْنِ: رَأَيْتُهُ مُنْبَطِحًا مِنَ السَّمَاءِ سَادًّا عِظَمُ خَلْقِهِ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ.
Aku belum pernah melihat Jibril dalam wujud aslinya yang dia diciptakan kecuali dua kali ini. Aku melihatnya terbentang dari langit, keagungan ciptaannya memenuhi antara langit dan bumi, (Sahih Muslim: 174).Dalam riwayat Imam Ahmad: Dan aku melihat Jibril di Sidratul Muntaha, dan ia memiliki 600 sayap. Dalam riwayat lain: Sayapnya memenuhi antara timur dan barat.
ذُو خَلْقٍ عَظِيمٍMemiliki Penciptaan yang Agung
Hal lain yang menunjukkan keagungan penciptaan malaikat adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Al-Albani, dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda:أُذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلَائِكَةِ اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ، إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِ مِائَةِ عَامٍ.
Aku diizinkan untuk menceritakan tentang salah satu malaikat Allah dari pemikul Arasy. Sesungguhnya jarak antara cuping telinganya hingga pundaknya adalah sejauh perjalanan 700 tahun, (Sunan Abu Dawud: 4727). كِرَامٌ بَرَرَةٌMulia dan Taat (Kiram Bararah)
Di antara sifat malaikat adalah mulia dan taat. Allah Ta'ala berfirman:بِأَيْدِي سَفَرَةٍ كِرَامٍ بَرَرَةٍ
Di tangan para utusan (malaikat), yang mulia lagi berbakti, (QS 'Abasa: 15-16). Allah Ta'ala berfirman:وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ
Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat, (QS Al-Infithar: 10-11). Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Penciptaan mereka mulia, indah, dan terhormat. Akhlak dan perbuatan mereka taat, suci, dan sempurna." Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ.
Orang yang membaca Al-Qur'an dan mahir di dalamnya (bersama) para utusan (malaikat) yang mulia lagi berbakti, dan orang yang membacanya dengan terbata-bata dan ia merasa kesulitan mendapat dua pahala, (Sahih Bukhari: 4937. Sahih Muslim: 798) اَلْحَيَاءُMalu (Al-Haya')
Di antara sifat malaikat adalah rasa malu. Nabi ﷺ bersabda tentang Utsman radhiyallahu 'anhu:أَلَا أَسْتَحْيِي مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحْيِي مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ.
Apakah aku tidak malu terhadap seorang laki-laki yang malaikat saja malu kepadanya? (Sahih Muslim: 2401) لَا يَعْصُونَ اللَّهَTidak Mendurhakai Allah
Malaikat tidak mendurhakai Allah 'Azza wa Jalla dalam hal apa pun.لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
...yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan, (QS At-Tahrim: 6). Allah Ta'ala berfirman:لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ
Mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya, (QS Al-Anbiya: 27). Artinya, mereka tidak mendahului Allah Jalla wa 'Ala dengan perkataan atau perbuatan, melainkan mereka berkata atau melakukan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka. سُكْنَى السَّمَاءِTempat Tinggal di Langit
Tempat tinggal malaikat adalah di langit. Allah Ta'ala berfirman:يُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ بِالرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلَىٰ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ
Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, (QS An-Nahl: 2). Yang namanya turun (yunazzil) berarti dari atas ke bawah. Allah Ta'ala berfirman:وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ
Dan engkau akan melihat malaikat-malaikat melingkari 'Arsy, bertasbih seraya memuji Tuhan mereka, (QS Az-Zumar: 75). Artinya, ada malaikat di sekeliling Arsy (Singgasana Allah), dan Arsy berada di atas langit ketujuh. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَالْعَصْرِ، ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ: كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي؟ فَيَقُولُونَ: تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ.
Bergantian di antara kalian malaikat di malam hari dan malaikat di siang hari, dan mereka berkumpul pada salat Fajar (Subuh) dan salat Asar. Kemudian naiklah (kembali) malaikat yang bermalam bersama kalian, lalu Tuhan mereka bertanya kepada mereka – padahal Dia lebih mengetahui tentang mereka – 'Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?' Mereka menjawab, 'Kami tinggalkan mereka sedang mereka salat, dan kami datangi mereka sedang mereka salat,’ (Sahih Bukhari: 555. Sahih Muslim: 632) Poin utama: Kemudian naiklah (ya'ruju) malaikat yang bermalam bersama kalian, artinya mereka naik ke langit. دَوَامُ الْعِبَادَةِTerus-menerus Beribadah
Malaikat menyembah Allah Jalla wa 'Ala. Mereka tidak berhenti dari ibadah, tidak bosan, dan tidak jemu. Allah ta’ala berfirman:وَمَنْ عِندَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ
Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, mereka tidak enggan menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih malam dan siang dengan tidak henti-hentinya, (QS Al-Anbiya: 19-20).Artinya, malaikat bertasbih kepada Tuhan mereka siang dan malam, dan tidak berhenti dari ibadah.
Wahai para kekasih, malaikat mencintai orang-orang mukmin dan memohonkan ampunan bagi mereka.Keharusan Beriman kepada Malaikat
Malaikat adalah makhluk yang tidak kita lihat, tetapi mereka melihat kita. Kita wajib mengimani mereka karena beriman kepada mereka adalah bagian dari iman kepada yang gaib. Siapakah yang memberitahu kita bahwa ada malaikat? Rasulullah ﷺ. Jika Al-Qur'an dan Sunnah memberitahu kita bahwa ada malaikat, sementara kita belum pernah melihat mereka, kita harus mengimaninya karena kita membenarkan segala yang datang dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Ini adalah iman kepada yang gaib. Beriman kepada malaikat adalah rukun dari rukun-rukun iman. Dalil: Allah Ta'ala berfirman:لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ
Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke timur dan ke barat, tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, (QS Al-Baqarah: 177). Allah Subhanahu berfirman:آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ
Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya, (QS Al-Baqarah: 285).Iman kepada malaikat adalah rukun yang kokoh dari rukun-rukun iman.
Ketika Nabi ﷺ ditanya tentang iman, beliau menjawab:
الإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir, baik dan buruknya, (Sahih Bukhari: 50. Sahih Muslim: 8)
Oleh karena itu, Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala menguji kita dengan iman kepada yang gaib, yaitu menguji kita dengan iman kepada hal-hal gaib. Dia menyebutkan kepada kita hal-hal dalam Al-Qur'an yang belum kita lihat. Apakah kita akan mengimaninya atau tidak? Wajib bagi setiap mukmin yang membenarkan dan yakin untuk mengimani segala yang datang dalam Al-Qur'an dan Sunnah dan membenarkannya dengan keyakinan. Iman kepada malaikat menambah kedekatan seseorang kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala.Perbuatan yang Menyebabkan Malaikat Berselawat
Malaikat berselawat kepada sebagian orang yang melakukan perbuatan tertentu. Anda harus mengetahui perbuatan ini dan segera melakukannya agar malaikat berselawat kepada Anda. تَعْلِيمُ الْحَقِّ لِلْآخَرِينَMengajarkan Kebenaran kepada Orang Lain
Malaikat berselawat kepada orang yang mengajarkan urusan agama kepada orang lain, baik melalui pelajaran, ceramah, mengajar satu per satu, menghafal Al-Qur'an kepada anak-anak, mengajarkan syariat, atau membimbing orang yang tidak tahu melalui fatwa dan sebagainya. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dengan sanad hasan, Nabi ﷺ bersabda:إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ.
Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, dan penduduk langit dan bumi, bahkan semut di sarangnya dan ikan di laut, benar-benar berselawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, (Jami At-Tirmidzi: 2685) Jika Anda mengetahui hal itu, apa yang akan Anda lakukan? Anda akan bergegas mengajarkan kebaikan dan menjelaskan agama kepada orang lain. Catatan: Jika Anda mengajarkan Surah Al-Fatihah kepada seorang anak, setiap kali ia salat dengan membacanya, Anda mendapat pahala seperti pahalanya, karena orang yang menunjukkan kebaikan sama seperti pelakunya. اَلصَّلَاةُ فِي الصَّفِّ الْأَوَّلِSalat di Saf Pertama
Bergegaslah salat di saf pertama. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad hasan, Nabi ﷺ bersabda:إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الْأُوَلِ.
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada saf-saf yang awal, (Sunan Abu Dawud: 664). Dalam riwayat lain: kepada saf-saf yang terdepan. Dalam riwayat Ibnu Majah dengan sanad hasan: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada saf yang pertama. Selawat malaikat kepada hamba adalah doa dan permohonan ampun bagi hamba tersebut. سَدُّ الْفُرَجِ فِي صَفِّ الصَّلَاةِMenutup Celah dalam Saf Salat
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad hasan, Nabi ﷺ bersabda:إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ، وَمَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً.
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang menyambung saf, dan barangsiapa yang menutup celah, Allah akan mengangkatnya satu derajat karenanya, (Sunan Ibnu Majah: 995) تَنَاوُلُ السَّحُورِ وَلَوْ قَلِيلًاMakan Sahur Meskipun Sedikit
Diriwayatkan oleh At-Thabrani dengan sanad hasan, Nabi ﷺ bersabda:إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ.
Sesungguhnya Allah Ta'ala dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang bersahur, (Al-Ausath li Ath-Thabrani: 2125) اَلصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ ﷺBerselawat kepada Nabi ﷺ
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dengan sanad hasan, Nabi ﷺ bersabda:مَا مِنْ عَبْدٍ يُصَلِّي عَلَيَّ إِلَّا صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ مَا دَامَ يُصَلِّي عَلَيَّ، فَلْيُقِلَّ الْعَبْدُ مِنْ ذَلِكَ أَوْ لِيُكْثِرْ.
Tidaklah seorang hamba berselawat kepadaku melainkan malaikat berselawat kepadanya selama ia berselawat kepadaku. Maka hendaklah seorang hamba mempersedikit atau memperbanyaknya, (Musnad Ahmad: 12004)Juga sabda Nabi ﷺ:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مَرَّةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
Barangsiapa berselawat kepadaku sekali, maka Allah berselawat kepadanya sepuluh kali, (Sahih Muslim: 408)
عِيَادَةُ الْمَرِيضِ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِMenjenguk Orang Sakit karena Mencari Keridaan Allah
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad hasan, Nabi ﷺ bersabda:مَا مِنْ رَجُلٍ يَعُودُ مَرِيضًا مُمْسِيًا إِلَّا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ، وَمَنْ أَتَاهُ مُصْبِحًا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُمْسِيَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ.
Tidaklah seorang laki-laki menjenguk orang sakit di sore hari melainkan keluar bersamanya 70.000 malaikat yang memohonkan ampunan baginya sampai pagi, dan baginya adalah buah (yang dipetik) di surga. Dan barangsiapa yang mendatanginya di pagi hari, keluar bersamanya 70.000 malaikat yang memohonkan ampunan baginya sampai sore, dan baginya adalah buah (yang dipetik) di surga, (Sunan Abu Dawud: 3098) Ketahuilah, wahai saudaraku yang mulia, bahwa selawat malaikat kepadamu akan mengeluarkanmu dari kegelapan menuju cahaya: dari kegelapan kebodohan menuju cahaya ilmu, dari kegelapan kesesatan menuju cahaya hidayah. Allah Ta'ala berfirman:هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang), (QS Al-Ahzab: 43).Jumlah Malaikat yang Sangat Banyak
Kemudian penulis, semoga Allah mengampuninya, berkata:وَأَنَّ الْمَلَائِكَةَ كَثِيرٌ لَا يَعْلَمُ عَدَدَهُمْ إِلَّا اللَّهُ
Dan bahwasanya malaikat itu banyak, yang tidak diketahui jumlahnya kecuali oleh Allah.Wajib bagi kita beriman bahwa jumlah malaikat sangat banyak.
Ditetapkan di sisi At-Tirmidzi dan dinilai sahih oleh Al-Albani, Nabi ﷺ bersabda:
إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ وَأَسْمَعُ مَا لَا تَسْمَعُونَ، إِنَّ السَّمَاءَ أَطَّتْ وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ، مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ تَعَالَى، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا.
Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat dan mendengar apa yang tidak kalian dengar. Sesungguhnya langit mengerang, dan pantaslah ia mengerang. Tidak ada satu tempat pun selebar empat jari melainkan di sana ada malaikat yang meletakkan dahinya bersujud kepada Allah Ta'ala. Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis, (Jami At-Tirmidzi: 2312). Poin utama:مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ تَعَالَى
Tidak ada satu tempat pun selebar empat jari melainkan di sana ada malaikat yang meletakkan dahinya bersujud kepada Allah Ta'ala. Lihatlah luasnya langit, sesungguhnya semuanya dipenuhi malaikat yang bersujud kepada Tuhan mereka! Allahu Akbar.Hal lain yang menunjukkan banyaknya malaikat adalah: Diriwayatkan oleh Muslim dalam sahihnya, Nabi ﷺ bersabda:
يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ - أي يَوْمَ الْقِيَامَةِ - لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زِمَامٍ، مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا.
Neraka Jahannam pada hari itu – yakni hari Kiamat – didatangkan, ia memiliki 70.000 tali kekang, pada setiap tali kekang terdapat 70.000 malaikat yang menariknya, (Sahih Muslim: 2842).Hal lain yang menunjukkan banyaknya malaikat adalah: Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ bersabda saat peristiwa Isra dan Mi'raj:
رُفِعَ لِيَ الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ، فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ، فَقَالَ: هَذَا الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ.
Diperlihatkan kepadaku Baitul Ma'mur, lalu aku bertanya kepada Jibril. Ia menjawab: "Ini adalah Baitul Ma'mur, setiap hari 70.000 malaikat salat di dalamnya. Apabila mereka keluar, mereka tidak akan kembali lagi ke sana selamanya," (Sahih Bukhari: 3207. Sahih Muslim: 164)Dampak Iman kepada Malaikat
Wahai saudaraku, apa yang dilakukan oleh iman kepada malaikat di dalam hatimu? Ketika Anda mengetahui bahwa bersama Anda ada dua malaikat yang mulia yang tidak meninggalkan Anda, mereka bersama Anda di kamar tidur, di jalan, di pasar, di kantor, dalam salat, di setiap tempat. Apa yang harus Anda lakukan? اَلْحَيَاءُ مِنَ الْمَعْصِيَةِMalu untuk Bermaksiat
Anda akan merasa malu untuk mendurhakai Allah 'Azza wa Jalla di hadapan mereka berdua. Apakah Anda bisa mendurhakai Allah Tabaraka wa Ta'ala di hadapan dua orang mulia dari kaum Anda? Anda pasti merasa malu, demikian pula Anda harus malu kepada malaikat yang menyertai Anda. زِيَادَةُ الْعِبَادَةِMeningkatkan Ibadah
Jika Anda mengetahui bahwa malaikat di setiap tempat menyembah Tuhan mereka dan menaati-Nya, maka janganlah Anda lalai dari zikir dan tasbih kepada Allah. Perbanyaklah zikir kepada Allah Jalla wa 'Ala. زِيَادَةُ الطُّمَأْنِينَةِ وَالْيَقِينِMeningkatkan Ketenangan dan Keyakinan
Ketahuilah, wahai saudaraku, bahwa iman kepada malaikat akan menanamkan rasa tenang dan tenteram di hatimu bahwa Anda tidak sendirian dalam menyembah Allah Jalla wa 'Ala. Bahkan jika Anda berada di negara yang seluruh penduduknya bukan muslim dan Anda adalah satu-satunya muslim, Anda tahu bahwa ada malaikat yang menyembah Allah, berselawat kepada Nabi ﷺ, bertasbih kepada Allah, dan memohon ampunan kepada Allah. Anda tidak sendirian. Maka, keyakinan akan menetap di hatimu dan imanmu akan bertambah. Wahai saudara-saudaraku yang mulia, saya memohon kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala agar menjadikan saya dan Anda termasuk orang-orang yang senantiasa mengawasi Allah secara rahasia dan terang-terangan. Jika suatu hari engkau menyendiri di masa lalu, janganlah berkata, 'Aku menyendiri,' tetapi katakanlah, 'Bersamaku ada pengawas.' Janganlah engkau mengira bahwa Allah akan lalai sesaat, dan jangan pula engkau mengira bahwa apa yang engkau sembunyikan akan luput dari-Nya.Kehidupan Adalah Ujian
Saudaraku, ketahuilah bahwa Allah menciptakanmu di dunia ini untuk ujian dan cobaan. Jangan sampai Anda gagal! Karena setiap hari penuh dengan pertanyaan dan ujian. Sebagian Anda lewati dengan sukses, dan sebagian Anda gagal.- Anda bangun di pagi hari, keluar ke jalan, dan melihat wanita yang tabarruj. Jika Anda menundukkan pandangan, Anda lulus ujian. Jika Anda melepaskan pandangan, Anda gagal dalam ujian ini.
- Tiba azan Subuh. Jika Anda bangun dan salat, Anda lulus. Jika Anda meninggalkan salat, Anda gagal.
- Jika Anda duduk di suatu majelis, jika Anda menjaga lisan Anda dari ghibah dan namimah, Anda lulus dalam ujian ini. Jika Anda melepaskan lisan Anda untuk ghibah dan namimah, Anda gagal.
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, (QS Al-Mulk: 2).Dia menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Siapakah yang akan memperbaiki amalnya, menyempurnakannya, takut kepada Tuhannya, dan mengawasi-Nya?
Terkadang nafsumu mengalahkanmu dan setan mengalahkanmu, sehingga Anda jatuh ke dalam maksiat.
Jika engkau menyendiri dengan keraguan dalam kegelapan, dan nafsu mengajakmu untuk bermaksiat, Maka malulah kepada pandangan Tuhan dan katakanlah padanya, 'Sesungguhnya Dzat yang menciptakan kegelapan sedang melihatku.' Jika Anda jatuh ke dalam maksiat, jangan berputus asa. Bangun, berwudu, salat dua rakaat, beristigfar, dan bertobat kepada Allah Jalla wa 'Ala. Anda akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah Ta'ala berfirman:وَمَن يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا
Dan barangsiapa berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang, (QS An-Nisa: 110). Allah Jalla wa 'Ala Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dia telah membuka pintu tobat bagi setiap orang yang ingin bertobat kepada Allah. Maka bertobatlah kepada Allah Jalla wa 'Ala dan jangan berputus asa dari perbuatan maksiat. Ketahuilah, wahai saudaraku, bahwa Allah Tabaraka wa Ta'ala menyayangimu dan mengampunimu jika Anda bertobat, menyesal, dan bertekad untuk tidak kembali kepada maksiat selamanya. Saudaraku yang mulia, jangan sekali-kali Anda berputus asa dari rahmat Allah Jalla wa 'Ala, dan jangan pula Anda merasa aman dari makar Allah Tabaraka wa Ta'ala. Sebaliknya, Anda harus menyembah Allah Jalla wa 'Ala dengan dua sayap: Raghbah, yaitu keinginan/harapan, dan Rahbah, yaitu takut dan berharap. Jika Anda mendapati diri Anda cenderung kepada maksiat, takutilah ia dengan Allah Jalla wa 'Ala. Dan jika Anda mendapati diri Anda putus asa dari rahmat Allah, ingatkanlah ia akan rahmat Allah, dan bacalah kitab-kitab tentang hadis-hadis raja' (harapan) dan keutamaan amal, agar Anda menghadap kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala. Di antara hal-hal yang harus dilatih oleh seseorang adalah membaca hadis-hadis yang memotivasi amal saleh, seperti membaca Shahih At-Targhib wa At-Tarhib karya Syekh Al-Albani rahimahullah dan kitab Thariq Ash-Shalihin ila Rabbil 'Alamin, agar ia termotivasi untuk melakukan amal saleh dan menghadap kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala.Pertanyaan Penutup
Kami berharap Anda berkenan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:- Sebutkan empat amalan yang menyebabkan malaikat berselawat kepada pelakunya.
- Malaikat diciptakan dari apa dan apa dalilnya?
- Apa saja tugas-tugas malaikat?
Dirapikan di Karangasem, 5 Oktober 2025 oleh Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)
Post a Comment for "Syarah Bidayah fi Akidah 8: Beriman kepada Malaikat"