Pembaca rahimakumullah, berikut adalah catatan atas pembacaan hadis Sahih Bukhari oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah dari hadis nomor 3952 sampai 3961 pada 27 September 2025. Semoga bermanfaat!
Alhamdulillahi wash-shalaatu was-salaamu 'alaa Rasuulillaah ﷺ. Semoga Allah membalas kebaikan Anda, Syaikh kami yang mulia, memberikan manfaat melalui Anda, dan menambah taufik serta petunjuk bagi Anda. Dengan sanad Anda, semoga Allah Ta'ala menjaga Anda, sampai kepada Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu Ta'ala, beliau berkata:Bab Firman Allah Ta'ala
﴿إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ * وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ * إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ * إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ * ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ﴾ "(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." Dan Allah tidak menjadikannya (bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hati kamu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hati kamu serta memperteguh telapak kaki (kamu). (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka kuatkanlah (keteguhan hati) orang-orang yang telah beriman." Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksaan-Nya." (QS Al-Anfal: 9-13)Pembacaan Hadis
قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ مُخَارِقٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ شَهِدْتُ مِنَ الْمِقْدَادِ بْنِ الأَسْوَدِ مَشْهَدًا لَأَنْ أَكُونَ صَاحِبَهُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا عُدِلَ بِهِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَدْعُو عَلَى الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ لَا نَقُولُ كَمَا قَالَ قَوْمُ مُوسَى: اذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا، وَلَكِنْ نُقَاتِلُ عَنْ يَمِينِكَ وَعَنْ شِمَالِكَ وَبَيْنَ يَدَيْكَ وَخَلْفِكَ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشْرَقَ وَجْهُهُ وَسُرَّ يَعْنِي قَوْلَهُ Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim, telah menceritakan kepada kami Isra'il, dari Makhariq, dari Thariq bin Syihab, ia berkata: Saya mendengar Ibnu Mas'ud berkata: "Aku menyaksikan dari Al-Miqdad bin Al-Aswad suatu sikap yang mana seandainya aku menjadi pelakunya, itu lebih aku sukai daripada segala yang sebanding dengannya. Dia mendatangi Nabi ﷺ saat beliau sedang berdoa buruk terhadap kaum musyrikin, lalu dia berkata: 'Kami tidak akan berkata seperti apa yang dikatakan oleh kaum Musa, "Pergilah kamu dan Tuhanmu, lalu berperanglah," tetapi kami akan berperang dari sebelah kananmu, dari sebelah kirimu, dari depanmu, dan dari belakangmu.' Maka aku melihat wajah Nabi ﷺ berseri-seri dan Beliau senang, maksudnya karena ucapannya." (Sahih Bukhari: 3952)Penjelasan Syaikh Wahid Abdussalam Bali
Tiga Nikmat Pertolongan dalam Perang Badar
Allah 'Azza wa Jall menenteramkan kaum Mukminin dalam Perang Badar. Ketika Nabi ﷺ tiba di Badar bersama pasukan, mereka tidak menyangka akan ada peperangan. Mereka hanya berniat mengambil kafilah dagang Quraisy untuk mengganti sebagian harta yang telah dirampas dari mereka di Mekah. Tiba-tiba, mereka terkejut karena kafilah telah lolos dan pasukan besar Quraisy (sekitar 1.000 prajurit lengkap dengan perbekalan) datang untuk memerangi mereka. Sementara kaum Muslimin hanya berjumlah 317 orang (kurang lebih). Peperangan menjadi wajib. Nabi ﷺ berdiri memohon pertolongan kepada Tuhannya, berdoa, dan merendahkan diri kepada-Nya. Maka, Allah 'Azza wa Jall menurunkan ayat-ayat tadi.- Nikmat Pertama: Bantuan Malaikat
Ingatlah ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan permohonanmu: 'Sesungguhnya Aku akan membantu kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut, (QS Al-Anfal: 9).
Yaitu malaikat yang datang berturut-turut (murdifīn). Datangnya bala bantuan yang berkelanjutan dalam perang menenteramkan hati para pejuang, sehingga menguatkan hati mereka untuk berperang.وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan Allah tidak menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, (QS Al-Anfal: 10).
Allah tidak menjadikan kedatangan malaikat itu kecuali sebagai kabar gembira dan agar hati kalian tenteram. Jika tidak, Allah mampu memenangkan kalian tanpa mengirim malaikat, bahkan mampu mematikan musuh di tempat tanpa sebab. Kemenangan hanyalah dari sisi Allah. Allah Maha Kuasa, dan Dia mampu menjatuhkan rasa takut di hati musuh, tetapi Dia ingin menenteramkan kalian dan memberikan sebab-sebab ketenangan.- Nikmat Kedua: Rasa Kantuk (Tidur Singkat) Kemudian, Allah 'Azza wa Jall menganugerahkan nikmat lain, yaitu rasa kantuk. Seseorang yang kelelahan dalam perang membutuhkan istirahat, meskipun sebentar.
Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu ketenteraman dari-Nya, (QS Al-Anfal: 11).
Orang yang ketakutan tidak bisa tidur, apalagi di tengah perang. Ketika Allah menganugerahkan rasa kantuk (tidur singkat) di tengah ketakutan itu, ini adalah nikmat agung, yakni Allah menurunkan keamanan di tengah ketakutan, lalu menurunkan kantuk.- Nikmat Ketiga: Hujan yang Menguatkan Tanah
Dan Dia menurunkan kepadamu air dari langit untuk menyucikan kamu dengannya, dan menghilangkan gangguan setan darimu, dan untuk menguatkan hatimu serta meneguhkan langkahmu, (QS Al-Anfal: 11).
Tanah di Badar adalah tanah berpasir. Kaki kuda atau pejalan kaki akan terbenam dalam pasir, yang menghalangi pergerakan dan menyibukkan mereka dari bertarung. Maka, Allah menurunkan hujan ringan pada kaum Mukminin, yang memadatkan pasir di bawah kaki mereka sehingga tidak terbenam, memberi mereka udara yang sejuk, kekuatan, dan vitalitas. Pada saat yang sama, hujan yang sama itu turun deras pada kaum kafir Quraisy, menjadi angin kencang yang mencabut tombak dan pedang mereka, mengganggu kuda-kuda mereka, dan menghalangi mereka dari bertarung. Subhanallah, satu gumpalan awan, tetapi Allah menjadikannya dengan dua sifat yang berbeda. Ringkasnya, dalam ayat-ayat mulia ini, Allah menganugerahkan tiga nikmat: bantuan malaikat, tidur (kantuk) sesaat di tengah ketakutan untuk memulihkan energi, dan hujan ringan yang memadatkan pasir dan memberi semangat.- Nikmat Keempat: Menanamkan Rasa Takut Kemudian Allah berfirman:
Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: 'Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah orang-orang yang beriman. Aku akan menanamkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, (QS Al-Anfal: 12).
Ini adalah nikmat keempat: Allah menanamkan rasa gentar (takut) di hati orang-orang kafir terhadap kaum Mukminin. Maka, Mukmin yang berjalan kaki bertemu Kafirin yang berkuda lengkap dengan persenjataan, tetapi Allah menjatuhkan rasa takut di hati penunggang kuda Kafirin itu dan meneguhkan hati Mukmin.فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ
Maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka, (QS Al-Anfal: 12).
Pukullah di atas leher (yaitu kepala) hingga terbelah, dan pukullah semua ujung jari (tangan dan kaki) mereka. Artinya, jangan sisakan apa pun, habisi mereka semua.ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya, (QS Al-Anfal: 13).
Itu terjadi karena mereka menentang perintah Allah dan Rasul-Nya ﷺ, serta memusuhi para Sahabat dan pemimpin mereka, Nabi ﷺ.Sikap Miqdad bin Al-Aswad
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa ia menyaksikan dari Al-Miqdad bin Al-Aswad Al-Anshari suatu sikap yang lebih ia sukai daripada dunia dan seisinya. Al-Miqdad mendatangi Nabi ﷺ saat beliau sedang berdoa buruk atas musyrikin. Padahal, Miqdad dari kaum Anshar, dan sebelumnya mereka berjanji hanya akan membela Nabi ﷺ di Madinah, bukan di luarnya (karena tidak sanggup melawan seluruh Arab). Namun, Perang Badar terjadi di luar Madinah. Miqdad datang untuk memperbarui janji dan menyatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan beliau, baik di dalam maupun di luar Madinah. Miqdad berkata: "Kami tidak akan berkata kepadamu seperti yang dikatakan kaum Musa kepada Musa, 'Pergilah kamu dan Tuhanmu, lalu berperanglah, kami akan duduk di sini,' tetapi kami akan berperang dari sebelah kananmu, dari sebelah kirimu, dari depanmu, dan dari belakangmu." Ibnu Mas'ud melihat wajah Nabi ﷺ berseri-seri dan beliau senang dengan ucapan Miqdad, karena Miqdad adalah pembesar dan pahlawan dari Anshar.Hadis tentang Doa Nabi di Badar
وَبِهِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَوْشَبٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ بَدْرٍ: «اللَّهُمَّ أَنْشُدُكَ عَهْدَكَ وَوَعْدَكَ، اللَّهُمَّ إِنْ تَشَأْ لَا تُعْبَدْ» فَأَخَذَ أَبُو بَكْرٍ بِيَدِهِ فَقَالَ: حَسْبُكَ، فَخَرَجَ وَهُوَ يَقُولُ: ﴿سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ﴾ ... Beliau berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Hausyab, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab, telah menceritakan kepada kami Khalid, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda pada hari Badar: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu janji dan ikrar-Mu. Ya Allah, jika Engkau menghendaki (kekalahan kami), Engkau tidak akan disembah." Lalu Abu Bakar memegang tangan beliau dan berkata: "Cukup bagimu." Kemudian beliau keluar sambil membaca (firman Allah): "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan lari ke belakang." (Sahih Bukhari: 3953)Penjelasan Syaikh Wahid Abdussalam Bali
Doa Nabi ﷺ saat melihat banyaknya musuh dan sedikitnya Muslimin adalah memohon pertolongan yang telah dijanjikan Allah. Beliau terus merendahkan diri hingga Abu Bakar radhiyallahu 'anhu merasa kasihan dan berkata, "Cukup bagimu." Kemudian Nabi ﷺ keluar sambil memberikan kabar gembira bahwa kaum kafir akan kalah dan melarikan diri (berpaling).Hadis tentang Keutamaan Pasukan Badar
وَبِهِ قَالَ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ أَخْبَرَهُمْ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الْكَرِيمِ أَنَّهُ سَمِعَ مِقْسَمًا مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ يُحَدِّثُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ: «لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ عَنْ بَدْرٍ وَالْخَارِجُونَ إِلَى بَدْرٍ» ... Beliau berkata, telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Musa, telah mengabarkan kepada kami Hisyam bahwa Ibnu Juraij mengabarkan kepada mereka, ia berkata: Abdul Karim mengabarkan kepadaku bahwa dia mendengar Miqsam, maula Abdullah bin Al-Harits, menceritakan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dia mendengarnya berkata: "Tidaklah sama orang-orang mukmin yang duduk (tidak ikut berperang) dari (perang) Badar dengan orang-orang yang keluar ke Badar." (Sahih Bukhari: 3954)Penjelasan Syaikh Wahid Abdussalam Bali
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menafsirkan ayat tentang tidak samanya orang yang duduk dan orang yang berjihad, bahwa ini turun khusus tentang Perang Badar. Mayoritas mufasir menjadikannya umum untuk setiap jihad.Hadis tentang Jumlah dan Usia Pasukan Badar
وَبِهِ قَالَ حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِ قَالَ: «اسْتُصْغِرْتُ أَنَا وَابْنُ عُمَرَ» يَعْنِي فِي غَزْوَةِ بَدْرٍ ... Beliau berkata, telah menceritakan kepada kami Muslim, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Abu Ishaq, dari Al-Bara', ia berkata: "Saya dan Ibnu Umar dianggap terlalu kecil (muda)." (Yaitu pada Perang Badar). (Sahih Bukhari: 3955)Penjelasan Syaikh Wahid Abdussalam Bali
Nabi ﷺ menolak Al-Bara' dan Ibnu Umar karena usia mereka dianggap terlalu muda untuk berperang (konon kurang dari 15 tahun), meskipun mereka sangat bersemangat.وَبِهِ قَالَ حَدَّثَنِي مَحْمُودٌ قَالَ حَدَّثَنَا وَهْبٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِ قَالَ: «اسْتُصْغِرْتُ أَنَا وَابْنُ عُمَرَ يَوْمَ بَدْرٍ، وَكَانَ الْمُهَاجِرُونَ يَوْمَ بَدْرٍ نَيْفًا عَلَى سِتِّينَ، وَالأَنْصَارُ نَيْفًا وَمِائَتَيْنِ»
... Beliau berkata, telah menceritakan kepadaku Mahmud, telah menceritakan kepada kami Wahb, dari Syu'bah, dari Abu Ishaq, dari Al-Bara', ia berkata: "Saya dan Ibnu Umar dianggap terlalu kecil pada hari Badar. Dan jumlah kaum Muhajirin pada hari Badar lebih dari 60 dan kaum Anshar lebih dari 200." (Sahih Bukhari: 3956)وَبِهِ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: حَدَّثَنِي أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا أَنَّهُمْ كَانُوا عِدَّةَ أَصْحَابِ طَالُوتَ الَّذِينَ جَازُوا مَعَهُ النَّهْرَ بِضْعَةَ عَشَرَ وَثَلَاثَمِائَةٍ، قَالَ الْبَرَاءُ: «لَا وَاللَّهِ مَا جَاوَزَ مَعَهُ النَّهْرَ إِلَّا مُؤْمِنٌ»
... Beliau berkata, telah menceritakan kepada kami Amr bin Khalid, telah menceritakan kepada kami Zuhair, telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq, ia berkata: Saya mendengar Al-Bara' radhiyallahu 'anhu berkata: "Para Sahabat Muhammad ﷺ yang menyaksikan Badar menceritakan kepadaku bahwa jumlah mereka adalah sebilangan pasukan Thalut yang menyeberangi sungai bersamanya, yaitu tiga ratus belas sekian (310-319). Al-Bara' berkata: 'Demi Allah, tidak ada yang menyeberangi sungai bersamanya kecuali orang mukmin'." (Sahih Bukhari: 3957)Penjelasan Syaikh Wahid Abdussalam Bali
Para Sahabat Badar mengatakan bahwa jumlah mereka sama dengan jumlah pasukan Thalut yang menyeberangi sungai bersamanya (yaitu 317 orang).Ujian Thalut dan Kemenangan Daud
Pasukan Bani Israil (di bawah pimpinan Thalut) melewati tiga tahap ujian:- Ujian kewajiban berperang.
- Ujian kepemimpinan Thalut (yang miskin tetapi diberi kelebihan ilmu dan fisik).
- Ujian kehausan di sungai:
Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barang siapa minum darinya, ia bukanlah pengikutku. Dan barang siapa tidak meminumnya, maka ia adalah pengikutku, kecuali yang hanya menciduk satu cidukan dengan tangannya, (QS Al-Baqarah: 249).
Hanya yang tidak minum atau menciduk seciduk tangan yang lulus.
Yang lulus dari tiga ujian ini berjumlah 317 orang. Allah 'Azza wa Jall menolong 317 orang ini melawan pasukan Jalut (Goliath) yang bersenjata lengkap. Daud yang masih muda, salah satu prajurit Thalut, berhasil membunuh Jalut dengan umban, sehingga ia dinikahkan dengan putri Thalut dan berbagi kekuasaan. Setelah Thalut wafat, Allah mewariskan kerajaan dan kenabian kepada Daud (yang pertama kali menggabungkan keduanya setelah Musa). Nabi Daud 'alaihis salam adalah orang yang paling rajin beribadah (puasa sehari dan berbuka sehari), paling zuhud, paling bertakwa, dan paling wara'. Meskipun ia seorang raja yang berhak mendapat gaji dari negara, ia tidak mengambilnya. Ia bekerja sebagai pandai besi, membuat baju besi setiap hari, menjualnya, sepertiganya untuk makan keluarganya, sepertiga untuk membeli bahan baku besi lagi, dan sepertiga untuk sedekah. Oleh karena itu, Nabi ﷺ memberi perumpamaan dengannya: "Sesungguhnya makanan yang paling baik yang dimakan seseorang adalah dari hasil tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud makan dari hasil kerja tangannya." Ini menjadi perumpamaan karena ia seorang raja tetapi memilih makan dari hasil kerja kerasnya sendiri, bukan dari kas negara, meskipun itu halal baginya.Hadis tentang Jumlah Pasukan Badar (Pengulangan)
وَبِهِ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِ وَقَالَ وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «كُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّ أَصْحَابَ بَدْرٍ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَبِضْعَةَ عَشَرَ بِعِدَّةِ أَصْحَابِ طَالُوتَ الَّذِينَ جَاوَزُوا مَعَهُ النَّهْرَ وَمَا جَاوَزَ مَعَهُ إِلَّا مُؤْمِنٌ» ... Beliau berkata, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Sufyan, dari Abu Ishaq, dari Al-Bara'. Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir, telah mengabarkan kepada kami Sufyan, dari Abu Ishaq, dari Al-Bara' radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kami dahulu bercakap-cakap bahwa pasukan Badar berjumlah 300 sekian (310-319), sebilangan pasukan Thalut yang menyeberangi sungai bersamanya, dan tidak ada yang menyeberangi bersamanya kecuali orang mukmin." (Sahih Bukhari: 3960)Bab Doa Nabi ﷺ atas Kafir Quraisy
قَالَ بَابُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى كُفَّارِ قُرَيْشٍ شَيْبَةَ وَعُتْبَةَ وَالوَلِيدِ وَأَبِي جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ وَهَلَاكِهِمْ وَبِهِ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «اسْتَقْبَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الكَعْبَةَ فَدَعَا عَلَى نَفَرٍ مِنْ قُرَيْشٍ عَلَى شَيْبَةَ ابْنِ رَبِيعَةَ وَعُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَالوَلِيدِ بْنِ عُتْبَةَ وَأَبِي جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ فَأَشْهَدُ بِاللَّهِ لَقَدْ رَأَيْتُهُمْ صَرْعَى قَدْ غَيَّرَتْهُمُ الشَّمْسُ وَكَانَ يَوْمًا حَارًّا» Bab Doa Nabi ﷺ atas kafir Quraisy: Syaibah, Utbah, Al-Walid, dan Abu Jahl bin Hisyam, dan kebinasaan mereka. ... Beliau berkata, telah menceritakan kepada kami Amr bin Khalid, telah menceritakan kepada kami Zuhair, telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq, dari Amr bin Maimun, dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ menghadap Ka'bah lalu berdoa buruk terhadap beberapa tokoh Quraisy, yaitu Syaibah bin Rabi'ah, Utbah bin Rabi'ah, Al-Walid bin Utbah, dan Abu Jahl bin Hisyam. Aku bersaksi dengan nama Allah, sungguh aku melihat mereka tewas tergeletak, telah diubah bentuknya oleh matahari, pada hari itu adalah hari yang panas." (Sahih Bukhari: 3961)Penjelasan Syaikh Wahid Abdussalam Bali
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu menyaksikan dua peristiwa: pertama, ketika Nabi ﷺ di Mekah salat di Ka'bah, orang-orang Quraisy meletakkan isi perut unta di punggung beliau saat sujud. Setelah selesai, Nabi ﷺ berdoa buruk atas empat orang ini. Kedua, bertahun-tahun kemudian, Ibnu Mas'ud melihat keempat pahlawan Quraisy ini tewas terbunuh di Perang Badar, tergeletak di bawah terik matahari. Nabi ﷺ kemudian memerintahkan agar jasad mereka diseret dan dibuang ke sumur (Qalib) Badar, lalu beliau berbicara kepada mereka: "Sungguh kalian telah mendapati apa yang dijanjikan Tuhan kalian benar, dan sungguh kami telah mendapati apa yang dijanjikan Tuhan kami benar." Ketika ditanya, "Wahai Rasulullah, apakah Engkau berbicara dengan bangkai?" Beliau bersabda: "Demi Allah, sungguh mereka lebih mendengar perkataanku daripada kalian." (Ini adalah kekhususan Nabi ﷺ). Kami berhenti di sini, wahai hadirin mulia, untuk sesi tanya jawab dan konsultasi kalian. Kami memohon kepada Allah 'Azza wa Jall untuk mengilhami kita dengan petunjuk-Nya dan memberikan kita taufik pada apa yang Dia cintai dan ridai. Wa shallallahu 'ala Muhammad wa 'ala aalihi wa shahbihi ajma'in. Di akhir, saya, yang faqir kepada ampunan Tuhanku, Wahid bin Abdussalam Bali, telah memberikan ijazah khusus kepada kalian semua dalam majelis Shahih Al-Imam Al-Bukhari ini, dan ijazah umum dengan semua riwayat yang sah dariku. Saya juga mengizinkan kalian untuk meriwayatkan karya-karya tulisku dariku. Wa shallallahu 'ala Muhammad wa aalihi wa shahbihi ajma'in.Dicatat dari Karangasem, 30 September 2025
Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)
Post a Comment for "Sahih Bukhari 3952-3961 oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali"