zmedia

Qiyamul Lail Melepaskan Ikatan Setan

Pemirsa rahimakumullah, qiyamul lail melepaskan ikatan setan. Berikut adalah pembahasan dari kitab Tabsirus Sairin Syarh Tariqus Salihin karya Syaikh Khalid Al-Juhani yang mengupas tuntas sebuah hadis populer yang menjelaskan bagaimana setan bekerja saat manusia tidur, dan amalan-amalan apa yang dapat digunakan untuk melepaskan jeratannya. Hadis ini mengajarkan kita kunci untuk memulai hari dengan penuh semangat.

MATAN HADIS

Diriwayatkan di dalam Ash-Shahihain (Al-Bukhari dan Muslim) dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

«يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ، يَضْرِبُ بِكُلِّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ، فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ»

Setan mengikat pada tengkuk kepala salah seorang dari kalian jika ia tidur dengan tiga ikatan. Ia (setan) menepuk setiap ikatan (sambil berkata): 'Malam masih panjang bagimu, tidurlah!' Maka, jika ia bangun dan mengingat Allah, terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudu, terlepaslah satu ikatan. Jika ia salat, terlepaslah ikatan (terakhir). Maka, ia pun bangun dengan penuh semangat dan berjiwa baik. Jika tidak (melakukan itu), maka ia bangun dengan jiwa yang buruk dan malas, (Sahih Bukhari: 1142. Sahih Muslim: 776).

PENJELASAN

Berikut adalah penjelasan makna dari beberapa kata dalam hadis ini:

Sabda Nabi (الشَّيْطَانُ) atau yang artinya, “Setan,” maksudnya:

الْمُرَادُ بِهِ الْجِنْسُ، وَيَكُونُ فَاعِلُ ذَلِكَ الْقَرِينَ أَوْ غَيْرَهُ مِنْ أَعْوَانِ الشَّيْطَانِ.

Yang dimaksud dengannya adalah jenisnya, dan yang melakukannya bisa jadi jin qarin atau selainnya dari para pembantu setan.

Sabda Nabi (فَارْقُدْ) atau yang artinya, “Maka tidurlah,” maksudnya:

أَيْ وَإِذَا كَانَ كَذَلِكَ فَارْقُدْ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقِيَامِ فَفِي الْوَقْتِ مُتَّسَعٌ، وَمَقْصُودُ الشَّيْطَانِ بِذَلِكَ تَسْوِيفُهُ بِالْقِيَامِ وَالْإِلْبَاسُ عَلَيْهِ.

Yaitu jika keadaannya seperti itu, maka tidurlah dan jangan terburu-buru untuk bangun, karena masih ada waktu yang lapang. Maksud setan dengan itu adalah menunda-nunda orang tersebut untuk bangun dan membuatnya bingung.

Sabda Nabi (فَذَكَرَ اللَّهَ) atau yang artinya, “Lalu jika dia berzikir kepada Allah,” maksudnya:

أَيْ بِأَيِّ ذِكْرٍ كَانَ، لَكِنَّ الْمَأْثُورَ أَفْضَلُ.

Yaitu dengan zikir apa pun, tetapi yang ma'tsur (dicontohkan/sunnah) lebih utama.

Sabda Nabi (فَإِنْ تَوَضَّأَ) atau yang artinya, “Lalu jika dia berwudu,” maksudnya:

خَصَّ الْوُضُوءَ بِالذِّكْرِ؛ لِأَنَّهُ الْغَالِبُ، وَإِلَّا فَالْجُنُبُ لَا تَنْحَلُّ عُقْدَتُهُ إِلَّا بِالِاغْتِسَالِ، وَالتَّيَمُّمُ يَقُومُ مَقَامَ الْوُضُوءِ وَالْغُسْلِ. وَيُجْزِئُ عَنْهُمَا لِمَنْ سَاغَ لَهُ ذَلِكَ.

Wudu dikhususkan penyebutannya karena itu yang paling umum. Jika tidak, maka orang yang junub tidak akan terlepas ikatannya kecuali dengan mandi (ghusl), dan tayammum menempati posisi wudu dan mandi. Dan mencukupi untuk keduanya (wudu dan mandi) bagi yang dibolehkan baginya.

Sabda Nabi (فَإِنْ صَلَّى) atau yang artinya, “Lalu jika dia salat,” maksudnya:

أَيْ النَّافِلَةَ وَلَوْ رَكْعَتَيْنِ.

Yaitu qiyamul lail salat sunnah (nawafil), meskipun hanya dua rakaat.

Sabda Nabi (نَشِيطًا) atau yang artinya, “Bersemangat,” maksudnya:

أَيْ لِسُرُورِهِ بِمَا وَفَقَهُ اللَّهُ لَهُ مِنَ الطَّاعَةِ، وَبِمَا وَعَدَهُ مِنْ الثَّوَابِ، وَمَا زَالَ عَنْهُ مِنْ عِقْدِ الشَّيْطَانِ.

Yaitu karena gembira dengan ketaatan yang telah Allah berikan taufik padanya, dengan pahala yang dijanjikan, dan karena ikatan setan telah hilang darinya.

Sabda Nabi (طَيِّبَ النَّفْسِ) atau yang artinya, “Jiwa yang baik,” maksudnya:

لِمَا بَارَكَ اللَّهُ لَهُ فِي نَفْسِهِ مِنْ هَذَا التَّصَرُّفِ الْحَسَنِ.

Karena Allah memberkahi dirinya atas tindakan yang baik ini.

Sabda Nabi (وَإِلَّا) atau yang artinya, “Tetapi jika tidak,” maksudnya:

أَيْ وَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ كَذَلِكَ، بَلْ تَرَكَ الذِّكْرَ وَالْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ.

Yaitu jika ia tidak melakukan itu, bahkan meninggalkan zikir, wudu, dan salat.

Sabda Nabi (أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ) atau yang artinya, “Dia memasuki pagi hari dengan jiwa yang buruk,” maksudnya:

أَيْ مَحْزُونُ الْقَلْبِ كَثِيرُ الْهَمِّ.

Yaitu sedih hatinya dan banyak kegelisahan.

Sabda Nabi (كَسْلَانَ) atau yang berarti, “malas,” maksudnya:

لِبَقَاءِ أَثَرِ تَثْبِيطِ الشَّيْطَانِ، وَلِشُؤْمِ تَفْرِيطِهِ، وَظَفْرِ الشَّيْطَانِ.

Karena masih adanya pengaruh godaan setan, karena keburukan kelalaiannya, dan karena kemenangan setan.

PELAJARAN

Pelajaran yang bisa diambil dari hadis ini di antaranya:

قِيَامُ اللَّيْلِ يَفُكُّ عُقَدَ الشَّيْطَانِ

1 – Qiyamul Lail Melepaskan Ikatan Setan

تَقْرِيرُ مَبْدَأِ وُجُودِ الشَّيَاطِينِ.

2 – Penetapan prinsip adanya setan-setan (jin).

عَظِيمُ أَمْرِ إِضْلَالِ الشَّيْطَانِ لِابْنِ آدَمَ.

3 – Besarnya urusan (godaan) setan untuk menyesatkan anak Adam.

فَضِيلَةُ الذِّكْرِ، وَالْوُضُوءِ، وَالصَّلَاةِ عِنْدَ الْقِيَامِ مِنَ النَّوْمِ.

4 – Keutamaan berzikir, berwudu, dan salat ketika bangun dari tidur atau qiyamul lail.

Hadis ini memberikan resep yang jelas dan sederhana untuk meraih keberkahan di pagi hari. Kunci untuk melepaskan diri dari ikatan dan bisikan setan adalah dengan melakukan tiga amalan berurutan: mengingat Allah (zikir), bersuci (wudu), dan qiyamul lail (minimal dua rakaat). Dengan melakukan ini, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga memastikan bahwa kita memulai hari dengan jiwa yang baik, semangat yang tinggi, dan terbebas dari pengaruh buruk setan.

Karangasem, 1 Oktober 2025

Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)

Post a Comment for "Qiyamul Lail Melepaskan Ikatan Setan"