Pembaca rahimakumullah, ini adalah hadis tentang Al-Hasan dan makna Sayyid atau pemimpin yang kami ambil dari Majelis Musnad Imam Ahmad episode 295 oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah pada 18 September 2025.
Telah berkata kepada kami Abdullah, telah berkata kepada saya ayah saya, telah berkata kepada kami Abdurrazaq, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar, telah mengabarkan kepada saya orang yang mendengar Al-Hasan berkata dari Abu Bakrah:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُنَا يَوْمًا وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ فِي حِجْرِهِ، فَيُقْبِلُ عَلَى أَصْحَابِهِ فَيُحَدِّثُ، ثُمَّ يُقْبِلُ عَلَى الْحَسَنِ فَيُقَبِّلُهُ، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّ ابْنِي هَذَا لَسَيِّدٌ، إِنْ يَعِشْ يُصْلِحْ بَيْنَ طَائِفَتَيْنِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ»
Rasulullah ﷺ suatu hari berbicara kepada kami. Sementara itu, Al-Hasan bin Ali berada di pangkuannya. Beliau berpaling kepada para sahabatnya untuk berbicara, kemudian berpaling kepada Al-Hasan dan menciumnya. Lalu, beliau bersabda, "Sesungguhnya putraku ini adalah seorang sayyid (pemimpin). Jika dia hidup, dia akan mendamaikan dua kelompok besar kaum Muslimin."
PENJELASAN 1 - Keshahihan Hadis Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah berkata:هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ وَإِنْ كَانَ هَذَا الْإِسْنَادُ فِيهِ ضَعْفٌ لِجَهَالَةِ الْوَاسِطَةِ بَيْنَ مَعْمَرٍ وَالْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ، إِلَّا أَنَّ الْحَدِيثَ لَهُ طُرُقٌ فَهُوَ صَحِيحٌ لِغَيْرِهِ
Hadis ini shahih, meskipun sanad ini mengandung kelemahan karena ketidakjelasan perawi antara Ma'mar dan Al-Hasan Al-Bashri. Namun, hadis ini memiliki banyak jalur periwayatan lain sehingga menjadikannya shahih li-ghairihi (shahih karena dikuatkan oleh jalur lain).
2 - Makna Istilah 'Putra' (ابن) Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah berkata:وَقَوْلُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ ابْنِي هَذَا لَسَيِّدٌ» هُوَ ابْنُ ابْنَتِهِ، فَيَجُوزُ إِطْلَاقُ الْاِبْنِ عَلَى الْحَفِيدِ وَعَلَى السِّبْطِ
Perkataan Nabi ﷺ, "Sesungguhnya putraku ini adalah seorang sayyid," merujuk kepada cucu dari putrinya. Maka, boleh saja menyebut seorang cucu dari anak laki-laki (hafid) atau cucu dari anak perempuan (sibth) dengan sebutan ibn (putra).
هناك فرق بين السبط والحفيد. الحفيد ابن ابنك والسبط ابن ابنتك. فالحسن سبط النبي صلى الله عليه وسلم يعني ابن ابنته فيجوز إطلاق الابن عليه
Terdapat perbedaan antara sibth dan hafid. Hafid adalah cucu dari anak laki-laki, sedangkan sibth adalah cucu dari anak perempuan. Al-Hasan adalah sibth Nabi ﷺ, yaitu cucu dari putrinya, sehingga boleh saja memanggilnya ibn (putra).
3 - Bukti Kebenaran NubuatSyaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah berkata:
إِنْ يَعِشْ وَيَطُولْ بِهِ الْعُمُرُ فَسَوْفَ يُصْلِحُ بَيْنَ طَائِفَتَيْنِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَقَدْ حَدَثَ ذَلِكَ حِينَمَا حَدَثَ، حَدَثَتِ الْحَرْبُ بَيْنَ عَلِيٍّ وَمُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا وَقَتَلَ الْخَوَارِجُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَوَلَّى الْمُسْلِمُونَ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ ابْنَهُ الْأَكْبَرَ مَكَانَهُ، فَذَهَبَ الْحَسَنُ وَصَالَحَ مُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمُ، وَحَقَنَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِينَ
"Jika dia hidup dan umurnya panjang, dia akan mendamaikan dua kelompok Muslim." Ini sungguh terjadi saat perang terjadi antara Ali dan Mu'awiyah ra. Ketika kaum Khawarij membunuh Ali Radhiyallahu Anhu kaum Muslimin mengangkat putranya yang tertua, Al-Hasan bin Ali, sebagai penggantinya. Kemudian, Al-Hasan pergi dan berdamai dengan Mu'awiyah ra, sehingga menyelamatkan darah kaum Muslimin.
4 - Hakikat Seorang Sayyid (Pemimpin) Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah berkata:وَيُؤْخَذُ مِنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّ السَّيِّدَ هُوَ مَنْ يَعْمَلُ لِمَصْلَحَةِ النَّاسِ، مَنْ يَخْدِمُ النَّاسَ، مَنْ يُقَدِّمُ الْخِدْمَاتِ، هَذَا هُوَ السَّيِّدُ، وَأَنَّ الرَّجُلَ لَيَسُودُ قَوْمَهُ بِخِدْمَتِهِمْ وَإِكْرَامِهِمْ وَالسَّعْيِ فِي مَصَالِحِهِمْ
Dari hadis ini, dapat diambil pelajaran bahwa seorang sayyid (pemimpin) adalah orang yang bekerja untuk kemaslahatan masyarakat, yang melayani masyarakat, dan yang memberikan pelayanan. Inilah seorang sayyid. Seorang pria menjadi pemimpin kaumnya dengan melayani, memuliakan, dan berjuang untuk kepentingan mereka.
وَفِي كُلِّ مُجْتَمَعٍ تَرَى أَسْيَادًا كَثِيرِينَ، فَالَّذِينَ يُصْلِحُونَ بَيْنَ النَّاسِ هَؤُلَاءِ أَسْيَادٌ، وَالَّذِينَ يَجْمَعُونَ مِنَ الْأَغْنِيَاءِ الصَّدَقَاتِ وَيَزَعُونَهَا عَلَى الْفُقَرَاءِ هَؤُلَاءِ أَسْيَادٌ، وَالَّذِينَ يَسْعَوْنَ فِي مَصَالِحِ قُرَاهُمْ وَمُدُنِهِمْ هَؤُلَاءِ أَسْيَادٌ، فَالسَّيِّدُ هُوَ مَنْ لَا يَعْمَلُ لِنَفْسِهِ فَقَطْ بَلْ يَعْمَلُ لِمَصْلَحَةِ الْمُسْلِمِينَ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Di setiap masyarakat, Anda akan menemukan banyak pemimpin (asyad). Mereka yang mendamaikan orang-orang adalah pemimpin. Mereka yang mengumpulkan sedekah dari orang kaya dan menyalurkannya kepada orang fakir adalah pemimpin. Dan mereka yang berjuang untuk kemaslahatan desa dan kota mereka adalah pemimpin. Jadi, sayyid adalah orang yang tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk kemaslahatan kaum Muslimin. Wallahu a'lam.
Karangasem, 19 September 2025 Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)
Post a Comment for "Musnad Ahmad 20473: Al-Hasan dan Makna Sayyid"