Shaf yang lurus dan rapat dalam salat berjamaah adalah salah satu tanda kesempurnaan ibadah dan ketaatan seorang Muslim. Rasulullah ﷺ sangat menekankan pentingnya menjaga kerapian shaf agar tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan setan.
Imam An-Nasai meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Siapa saja yang menyambung barisan salat, Allah akan menyambung orang tersebut; dan siapa saja yang memutus barisan salat, Allah akan memutus orang tersebut, (Sunan An-Nasai: 819).PENJELASAN
1 - Sabda Nabi (وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا) atau yang artinya, "Siapa saja yang menyambung barisan salat," maksudnya:بِأَنْ يَحْرِصَ عَلَى سَدِّ الْفُرَجِ فِيهِ أَوْ عَدَّلَهُ وَسَوَّاهُ
Dengan berusaha menutupi celah di dalamnya atau meluruskannya dan meratakannya.
2 - Sabda Nabi (وَصَلَهُ اللهُ) atau yang artinya, "Allah akan menyambung orang tersebut," maksudnya:
وَمَنْ وَصَلَهُ اللهُ فَقَدْ قَرَّبَهُ إِلَيْهِ وَغَفَرَ لَهُ وَرَحِمَهُ
Barang siapa yang disambung oleh Allah, maka sungguh Allah telah mendekatkannya, mengampuninya, dan merahmatinya.
3 - Sabda Nabi (وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا) atau yang artinya, "
بِأَنْ كَانَ سَبَبًا فِي قَطْعِ الصَّفِّ، أَوْ عَمِلَ فُرْجَةً لِلشَّيْطَانِ
Dengan menjadi penyebab terputusnya shaf atau membuat celah untuk setan.
4 - Sabda Nabi (قَطَعَهُ اللهُ) atau yang artinya, "Allah akan memutus orang tersebut," maksudnya:
وَمَنْ قَطَعَهُ اللهُ فَقَدْ بَتَرَهُ وَأَبْعَدَهُ عَنْ رَحْمَتِهِ
Barang siapa yang diputus oleh Allah, maka sungguh Allah telah memisahkannya dan menjauhkannya dari rahmat-Nya.PELAJARAN
Di antara pelajaran yang bisa diambil dari hadis ini adalah:الْحَثُّ عَلَى وَصْلِ الصُّفُوفِ فِي الصَّلَاةِ وَالْمُحَافَظَةِ عَلَى اسْتِقَامَتِهَا
Di dalam hadis ini terdapat anjuran untuk menyambung barisan salat dan meluruskannya
وَالتَّحْذِيرُ مِنْ قَطْعِهَا، وَالْحَذَرُ مِنَ اعْوِجَاجِهَا
Peringatan untuk tidak memutus barisan salat, dan peringatan tentang bahayanya shaf yang tidak lurus/rapat.
Dari hadis ini kita bisa mengambil pelajaran berharga bahwa menyambung dan merapatkan shaf dalam salat bukanlah perkara kecil, melainkan bagian dari kesempurnaan ibadah. Menjaga barisan yang lurus berarti menjaga ukhuwah, menghindari celah bagi setan, serta meraih rahmat Allah Ta‘ala. Sebaliknya, memutus atau meremehkan kerapian shaf bisa menjadi sebab terhalangnya rahmat-Nya. Karena itu, marilah kita selalu berusaha menyempurnakan shaf ketika salat berjamaah, sebagaimana diajarkan Rasulullah ﷺ. Wallahua'lam
Karangasem, 1 September 2025
Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)
Post a Comment for "Keutamaan Merapatkan Barisan dan Bahayanya Memutus Shaf"