zmedia

Hadis Menunggu Salat Isya hingga Tengah Malam

Pembaca rahimakumullah, Rasulullah ﷺ pernah mengakhirkan salat isya hingga tengah malam. Dari hadis itu, terdapat keterangan tentang keutamaan menunggu salat. Berikut adalah penjelasan dan pelajaran yang bisa diambil dari hadis tersebut.

MATAN HADIS MENUNGGU SALAT ISYA HINGGA TENGAH MALAM

Pembaca rahimakumullah, Imam Bukhari meriwayatkan dari Humaid yang pernah bertanya kepada Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu:

هَلِ اتَّخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمًا؟

Apakah Rasulullah ﷺ pernah memakai cincin?

فَقَالَ: نَعَمْ، أَخَّرَ لَيْلَةً صَلَاةَ العِشَاءِ إِلَى شَطْرِ اللَّيْلِ،

Ia menjawab, “Ya.[i] (Pada suatu malam) beliau mengakhirkan salat Isya hingga pertengahan malam.”[ii]

ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ بَعْدَ مَا صَلَّى،

Lalu beliau menghadap kepada kami setelah selesai salat.

فَقَالَ: صَلَّى النَّاسُ وَرَقَدُوا، وَلَمْ تَزَالُوا فِي صَلَاةٍ مُنْذُ انْتَظَرْتُمُوهَا،

Makan beliau ﷺ bersabda, “Orang-orang sudah salat dan tidur,[iii] sedangkan kalian tetap dihitung dalam keadaan salat sejak kalian menunggunya (salat Isya).”[iv]

قَالَ: فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى وَبِيصِ خَاتَمِهِ.

Anas berkata, “Seakan-akan aku melihat kilau cincin beliau,”[v] (Sahih Bukhari: 661).

PELAJARAN DARI HADIS

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah beberapa pelajaran yang bisa diambil dari hadis menunggu salat isya hingga tengah malam ini:

اَلْمَلَائِكَةُ تَدْعُو لِمَنْ يَجْلِسُ فِي الْمَسْجِدِ بَعْدَ الصَّلَاةِ

1 – Para malaikat mendoakan orang yang duduk di masjid setelah salat, (Syaikh Wahid Abdussalam Bali, di dalam Tariqus Salihin).

فِيهِ: فَضْلُ انْتِظَارِ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ.

2 – Di dalam hadis ini terdapat keutamaan menunggu salat setelah salat, (Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah: 7005).

مَشْرُوعِيَّةُ تَأْخِيرِ صَلَاةِ العِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ إِذَا كَانَتْ جَمَاعَةً

3 – Boleh mengakhirkan salat Isya hingga tengah malam, jika dilakukan secara berjamaah, (Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani, di dalam Tabsirus Sairin).

مَشْرُوعِيَّةُ لُبْسِ الخَاتَمِ

4 – Boleh memakai cincin (asal tidak terbuat dari emas), (Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani, di dalam Tabsirus Sairin).

وَقَدِ اتَّخَذَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ.

5 – Rasulullah ﷺ pernah memakai cincin yang terbuat dari perak, (Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah: 7005).

وَقَدْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَبِسَ الخَاتَمَ لَمَّا جَاءَ يَبْعَثُ بِالرَّسَائِلِ إِلَى المُلوكِ.

5 – Nabi ﷺ pernah memakai cincin ketika beliau hendak mengirim surat-surat kepada para raja, (Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah: 7005). Wallahua’lam

Demikian penjelasan dan pelajaran yang bisa kita ambil dari hadis menunggu salat isya hingga tengah malam. Dan dari sana kita tahu pahala duduk di masjid setelah salat, pahala menunggu salat setelah salat, dan bahwa kebolehan mengakhirkan salat Isya hingga tengah malam itu apabila dilakukan secara berjamaah.

Karangasem, 14 Agustus 2025

Irfan Nugroho (Pengelola situs mukminun.com dan channel Youtube Mukminun TV)

PENJELASAN HADIS

[i] Perkataan Anas (نَعَمْ) atau yang artinya, “Ya,” (yg merupakan jawaban atas pertanyaan Humaid), ini maksudnya:

أَبَاحَ الإِسْلَامُ لِلرِّجَالِ أَنْ يَلْبَسُوا الخَاتَمَ مَا لَمْ يَكُنْ مَصْنُوعًا مِنَ الذَّهَبِ،

Islam membolehkan kaum laki-laki memakai cincin selama tidak terbuat dari emas,

وَقَدِ اتَّخَذَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ.

dan Rasulullah ﷺ pernah memakai cincin yang terbuat dari perak.

[ii] Perkataan Anas (أَخَّرَ لَيْلَةً صَلَاةَ العِشَاءِ إِلَى شَطْرِ اللَّيْلِ) atau yang artinya, “(Pada suatu malam) beliau mengakhirkan salat Isya hingga pertengahan malam” ini maksudnya:

وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَّرَ صَلَاةَ العِشَاءِ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ،

Dan Nabi ﷺ pada malam itu mengakhirkan shalat Isya hingga pertengahan malam,

وَهَذَا الوَقْتُ هُوَ أَفْضَلُ أَوْقَاتِهَا لِمَنِ اسْتَطَاعَ فِعْلَهُ.

dan waktu ini adalah yang paling utama untuk melaksanakannya bagi orang yang mampu melakukannya.

[iii] Sabda Nabi (صَلَّى النَّاسُ وَرَقَدُوا) atau yang artinya, “Orang-orang sudah salat dan tidur” maksudnya:

إِنَّ غَيْرَكُمْ مِنَ النَّاسِ قَدْ صَلَّى العِشَاءَ؛ إِمَّا فِي بَيْتِهِ، أَوْ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَتِهِ، ثُمَّ نَامُوا،

Sesungguhnya selain kalian dari kalangan manusia telah menunaikan shalat Isya; baik di rumahnya, atau di masjid jamaahnya, kemudian mereka tidur.

[iv] Sabda Nabi (وَلَمْ تَزَالُوا فِي صَلَاةٍ مُنْذُ انْتَظَرْتُمُوهَا) atau yang artinya, “sedangkan kalian tetap dihitung dalam keadaan salat sejak kalian menunggunya (salat Isya)” maksudnya:

بَيْنَمَا أَنْتُمْ تَأْخُذُونَ أَجْرَ الصَّلَاةِ فِي كُلِّ هَذَا الوَقْتِ الَّذِي انْتَظَرْتُمْ فِيهِ الصَّلَاةَ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ،

Sementara kalian mendapatkan pahala shalat sepanjang waktu yang kalian gunakan untuk menunggu shalat hingga pertengahan malam,

فَكَأَنَّمَا تُصَلُّونَ فِي وَقْتِ انْتِظَارِكُمْ.

maka seakan-akan kalian sedang shalat pada waktu kalian menunggu itu.

[v] Perkataan Anas (فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى وَبِيصِ خَاتَمِهِ) atau yang artinya, “Seakan-akan aku melihat kilau cincin beliau” maksudnya:

ثُمَّ أَخْبَرَ أَنَسٌ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ رَأَى بَرِيقَ وَلَمَعَانَ فَصِّ خَاتَمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُكَلِّمُهُمْ.

Kemudian Anas radhiyallahu ‘anhu memberitakan bahwa ia melihat kilau dan cahaya permata cincin Nabi ﷺ ketika beliau sedang berbicara kepada mereka.

Post a Comment for "Hadis Menunggu Salat Isya hingga Tengah Malam"