zmedia

Khutbah Jumat: Jangan Minum Khamr (Minuman Keras/Ngobam)

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah teks khutbah Jumat dengan tema, “Jangan minum minuman keras (khamr).” Materi kami terjemahkan dari kitab Tuhfatul Abrar fi Khutbatil Qasar karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah. Semoga bermanfaat!

KHUTBAH 1

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

اعْلَمُوا أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الْمُؤْمِنُونَ أَنَّ اللَّهَ نَهَانَا عَنْ شُرْبِ الْخَمْرِ، وَحَذَّرَنَا مِنْهَا أَشَدَّ تَحْذِيرٍ.

Ketahuilah wahai saudara-saudara seiman, sesungguhnya Allah telah melarang kita dari meminum khamr, dan memperingatkan kita tentang dosa meminum khamar dengan peringatan yang sangat keras.

Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan, (QS Al-Maidah: 90).

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu), (QS Al-Maidah: 91).

Lalu apa itu khamr, khamar, atau minuman keras?

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah...

اعْلَمُوا أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الْمُؤْمِنُونَ أَنَّ كُلَّ شَيْءٍ يُسْكِرُ فَهُوَ خَمْرٌ، وَالْخَمْرُ حَرَامٌ.

Ketahuilah wahai saudara-saudara seiman, sesungguhnya setiap sesuatu yang memabukkan adalah khamr, dan khamr itu haram.

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

Setiap yang memabukkan adalah haram, (Sahih Muslim: 2002).

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah...

وَاِشْرَبُ الْخَمْرِ يَعْدِلُ الشِّرْكَ بِاللَّهِ، فَهُمَا سَوَاءٌ.

Minum khamr (minuman keras) setara dengan syirik kepada Allah, keduanya sama.

Imam At-Tabrani meriwayatkan dengan  sanad yang sahih dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma yang berkata:

لَمَّا حُرِّمَتِ الْخَمْرُ مَشَى أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ، وَقَالُوا: حُرِّمَتِ الْخَمْرُ، وَجُعِلَتْ عَدْلًا لِلشِّرْكِ

Ketika khamr (minuman keras) diharamkan, para sahabat Rasulullah ﷺ saling mendatangi satu sama lain dan berkata, 'Khamr telah diharamkan, dan dosa minum khamr dijadikan setara dengan dosa syirik (kemusyrikan),’ (Al-Mu’jam Al-Kabir lit Tabrani: 12399).

Imam Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مُدْمِنُ الْخَمْرِ كَعَابِدِ وَثَنٍ

Pecandu minuman keras (khamar) seperti penyembah berhala, (Sunan Ibnu Majah: 3375. Al-Albani: Hasan).

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah...

وَشَارِبُ الْخَمْرِ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ.

Peminum minuman keras (khamr) tidak akan masuk surga.

Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ صَاحِبُ خَمْسٍ مُدْمِنُ خَمْرٍ وَلَا مُؤْمِنٌ بِسِحْرٍ وَلَا قَاطِعُ رَحِمٍ وَلَا كَاهِنٌ وَلَا مَنَّانٌ

Tidak akan masuk surga pemilik lima sifat: pecandu khamar (minuman keras), orang yang percaya sihir, pemutus silaturahmi, dukun, dan orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian (merendahkan orang yang diberi), (Musnad Ahmad: 11107).

Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan, dengan sanad yang sahih tetapi terdapat catatan di dalamnya, dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَاقٌّ وَلَا مُدْمِنُ خَمْرٍ وَلَا مَنَّانٌ وَلَا وَلَدُ زِنْيَةٍ

Tidak akan masuk surga: orang yang durhaka kepada kedua orang tua, pecandu khamr (minuman keras), orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian (merendahkan orang yang diberi), dan anak hasil zina, (Musnad Ahmad: 6892. Sahih li Gairihi, kecuali bagian “wa laa waladu zinyatin”). Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah...

وَالْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ؛ لِأَنَّ مَنْ شَرِبَهَا ارْتَكَبَ جَمِيعَ الْمَعَاصِي.

Khamr adalah induk dari segala kejahatan; karena siapa saja yang meminumnya, dia akan melakukan semua kemaksiatan.

Imam An-Nasai meriwayatkan dari Ustman bin Affan Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

اجْتَنِبُوا الْخَمْرَ فَإِنَّهَا أُمُّ الْخَبَائِثِ

Jauhilah oleh kalian minuman keras, karena ia adalah induk dari segala kejahatan, (Sunan An-Nasai: 5666).

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah...

وَالْخَمْرُ لَا يَشْرَبُهَا الْمُؤْمِنُ أَبَدًا.

Khamr, selamanya tidak akan diminum oleh orang yang beriman.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَنْتَهِبُ نُهْبَةً يَرْفَعُ النَّاسُ إِلَيْهِ فِيهَا أَبْصَارَهُمْ حِينَ يَنْتَهِبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ

Seorang pezina tidak berzina dalam keadaan dia beriman, seorang peminum khamar tidak meminum khamar dalam keadaan dia beriman, seorang pencuri tidak mencuri dalam keadaan dia beriman, dan seorang perampok tidak merampok suatu barang berharga yang orang-orang memandanginya (dengan takjub) dalam keadaan dia beriman, (Sahih Bukhari: 2475). Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah...

وَشَارِبُ الْخَمْرِ يَسْقِيهِ اللَّهُ مِنْ صَدِيدِ أَهْلِ النَّارِ فِي الْآخِرَةِ.

Peminum khamr akan diberi minum oleh Allah dari nanah penduduk neraka di akhirat.

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ

Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mempunyai janji bagi siapa saja yang meminum (sesuatu yang) memabukkan, bahwa Dia akan memberinya minum dari 'thinatul khabal' (lumpur kebinasaan)."

قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ قَالَ عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah 'thinatul khabal' itu?" Beliau menjawab, "Keringat penduduk neraka, atau perasan (nanah dan darah) penduduk neraka, (Sahih Muslim: 2002).

KHUTBAH 2

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah...

وَلَعَنَ اللَّهُ شَارِبَ الْخَمْرِ، وَالْمَلْعُونُ لَا يَنَالُ رَحْمَةَ اللَّهِ فِي الْآخِرَةِ.

Allah melaknat peminum khamr, dan orang yang dilaknat tidak akan mendapatkan rahmat Allah di akhirat.

Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma yang mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

أَتَانِي جِبْرِيلُ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ لَعَنَ الْخَمْرَ وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَشَارِبَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَسَاقِيَهَا وَمُسْتَقِيَهَا

Jibril datang kepadaku lalu berkata, 'Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah melaknat khamar (minuman keras), pemerasnya, orang yang minta diperaskan, peminumnya, pembawanya, orang yang dibawakan khamar kepadanya, penjualnya, pembelinya, penuangnya, dan orang yang meminta dituangkan,' (Musnad Ahmad: 2897). Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah...

وَالَّذِي يَشْرَبُ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا لَا يَشْرَبُهَا فِي الْآخِرَةِ

Orang yang meminum khamr di dunia tidak akan meminumnya di akhirat.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا حُرِمَهَا فِي الْآخِرَةِ

Barangsiapa yang meminum khamar (minuman keras) di dunia, kemudian ia tidak bertobat darinya, maka ia akan diharamkan darinya di akhirat, (Sahih Bukhari: 5575). Wallahua’lam

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ وَمَنْ وَالاهُمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ وَمَنْ وَالاهُمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ وَمَنْ وَالاهُمْ اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً، وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً، وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً اَللَّهُمَّ انْصُرِإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ والْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Post a Comment for "Khutbah Jumat: Jangan Minum Khamr (Minuman Keras/Ngobam)"