MATAN HADIS AHLUL QURAN AHLU ALLAH
Pembaca rahimakumullah, Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنْ النَّاسِ
Sungguh, Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.
Lantas para sahabat bertanya:
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ
Ya Rasulullah, siapa mereka?
Kemudian Nabi ﷺ bersabda:
هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
Mereka adalah Ahlul Quran. Mereka adalah Ahlu Allah (keluarga Allah) dan hamba-hamba pilihanNya, (Musnad Ahmad: 12279. Sunan Ibnu Majah: 215).PENJELASAN HADIS
Sabda Nabi ﷺ (إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنْ النَّاسِ) maksudnya:أَهْلًا مِنَ النَّاسِ هُمْ أَوْلِيَاؤُهُ وَأَحْبَابُهُ
Keluarga dari kalangan manusia adalah para wali Allah dan kekasihNya.
Sabda Nabi ﷺ (هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ) maksudnya:حَفَظَةُ القُرآنِ العامِلونَ به
Orang yang menghafal Quran dan mengamalkannya.
فَلَا يَكْفِي مُجَرَّدُ التِّلَاوَةِ؛ لِيَكُونَ مِن أَهْلِ الْقُرْآنِ، حَتَّى يَعْمَلَ بِأَحْكَامِهِ، وَيَقِفَ عِنْدَ حُدُودِهِ وَيَتَخَلَّقَ بِأَخْلَاقِهِ
Maka tidak cukup (untuk disebut Ahli Quran) jika hanya membacanya, sampai orang tersebut mengamalkan hukum-hukumnya, dan menjaga batas-batasnya, serta berakhlak dengan akhlak Al-Quran.
Ini seperti firman Allah ta’ala:
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi, (QS Al-Baqarah: 121). Sabda Nabi ﷺ (هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ) maksudnya:هُمْ أَوْلِيَاءُ اللَّهِ الَّذِينَ اخْتَصَّهُمْ بِمَحَبَّتِهِ، وَالْعِنَايَةِ بِهِمْ
Mereka adalah para wali Allah. Mereka menjadi orang spesial dengan kecintaan dan perhatian dari Allah kepada mereka.
Tetapi sekali lagi kami sampaikan, seorang Ahlul Quran menjadi mulia karena mengamalkan Quran. Cinta dan perhatian Allah kepada mereka adalah dengan:
يُلْهِمُهُمْ الْعَمَلَ بِأَفْضَلِ الْأَعْمَالِ، حَتَّى يَرْفَعَ دَرَجَاتِهِمْ فَوْقَ كَثِيرٍ مِنَ النَّاسِ
(Allah) memberikan ilham kepada mereka untuk beramal dengan amal-amal yang paling utama, sampai kemudian Allah mengangkat derajat mereka di atas kebanyakan manusia.
Ini sejalan dengan firmanNya:
وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar, (QS Al-Baqarah: 105).PELAJARAN DARI HADIS
Pembaca rahimakumullah, pelajaran yang bisa diambil dari hadis ini di antaranya:بَيَانُ فَضِيلَةِ حِفْظِ الْقُرْآنِ، وَالْقِيَامِ بِمَا فِيهِ مِن أَحْكَامٍ وَأَوَامِرَ وَنَوَاهٍ.
Penjelasan tentang keuamaan menghafal Quran serta menegakkan hukum, perintah, dan larangan di dalamnya.
تَرْغِيبٌ كَبِيرٌ فِي أَنْ يَكُونَ الْإِنْسَانُ مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ،
Anjuran yang sangat agar seseorang menjadi Ahlul Quran.
وَفِي هَذَا إِشَارَةٌ إِلَى ذَمِّ مَنْ هَجَرَ الْقُرْآنَ وَنَسِيَهُ؛
Tercelanya orang yang meninggalkan dan melupakan Quran.
فَهَجْرُ الْقُرْآنِ عَاقِبَتُهُ وَخِيمَةٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ،
Orang yang meninggalkan Quran akan mendapat konsekuensi yang buruk di dunia dan di akhirat.
وَهَجْرُهُ يَشْمَلُ هَجْرَ التِّلَاوَةِ وَالْحِفْظِ، وَهَجْرَ التَّدَبُّرِ وَالْعَمَلِ، وَالتَّحْكِيمِ إِلَيْهِ، وَالِاسْتِشْفَاءِ بِهِ.
Meninggalkan Quran adalah: 1) Tidak membaca, 2) Tidak menghafalkannya, 3) Tidak menadaburinya, 4) Tidak mengamalkannya, 5) Tidak berhukum dengannya, 6) Tidak menjadikan Quran sebagai sarana kesembuhan.
Demikian penjelasan dan pelajaran dari hadis Ahlul Quran Ahlu Allah. Semoga bermanfaat!
Karangasem, 13 Juni 2025
Irfan Nugroho (Pengajar di PPTQ At-Taqwa dan RQ Irmas Bani Saimo Sukoharjo)
Post a Comment for "Hadist Ahlul Quran Ahlu Allah, Penjelasan dan Pelajaran"