zmedia

Khulasah Bahiyah: Tahun Kelima Hijriah

Pembaca rahimakumullah, kita lanjutkan pelajaran sirah Nabi ﷺ yang kami terjemahkan dari Khulasah Bahiyah fi Tartib Ahdasi Sirah Nabawiyah karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah. Ini adalah materi ajar yang kami gunakan di RQ Irmas Bani Saimo Sura Karya. Semoga bermanfaat!

السَّنَةُ الْخَامِسَةُ لِلْهِجْرَةِ

Tahun Kelima Hijriah

وَفِيهَا ثَلَاثَةَ عَشَرَ حَدَثًا:

Pada tahun ini terjadi tiga belas peristiwa:

١ - فِي رَبِيعِ الْأَوَّلِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: غَزَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دُومَةَ الْجَنْدَلِ.

1 – Pada bulan Rabi‘ul Awwal tahun ini: Rasulullah ﷺ memimpin ekspedisi ke Dūmah al-Jandal. Dūmah al-Jandal adalah wilayah strategis di utara Arab. Nabi memimpin ekspedisi ini untuk menjaga keamanan rute perdagangan dari ancaman penyamun.

٢ - وَفِي رَجَبٍ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: قَدِمَ وَفْدُ مُزَيْنَةَ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

2 – Pada bulan Rajab tahun ini: datang delegasi dari suku Muzainah kepada Rasulullah ﷺ. Sahabat dari suku Muzainah antara lain Khuzaimah bin Thabit dan Zubair bin Awwam (meski Zubair lebih dikenal dari Quraisy, ibunya dari Muzainah). Suku Muzainah masuk Islam karena melihat kekuatan dan keadilan Islam serta keteladanan Rasulullah ﷺ. Mereka datang dan menyatakan keislaman secara sukarela pada bulan Rajab.

٣ - وَفِي هَذِهِ السَّنَةِ: تُوُفِّيَتْ أُمُّ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا.

3 – Pada tahun ini: wafat Ummu Sa‘d bin ‘Ubādah radhiyallāhu ‘anhā. Pada tahun tersebut, ibu dari Sa’d bin ‘Ubadah رضي الله عنه wafat. Sa’d adalah salah satu pemimpin Anshar dari suku Khazraj. Wafatnya ibunda beliau menjadi peristiwa penting pribadi bagi Sa’d, hingga ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang sedekah terbaik untuk ibunya, lalu Nabi ﷺ menyarankan bersedekah air sebagai amal jariyah.

٤ - وَفِي شَعْبَانَ مِنْ هٰذِهِ السَّنَةِ: غَزَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَنِي الْمُصْطَلِقِ عَلَى الرَّاجِحِ.

4 – Pada bulan Sya‘bān tahun ini: Rasulullāh ﷺ memimpin ekspedisi terhadap Bani al-Muṣṭaliq menurut pendapat yang lebih kuat. Bani Mustaliq berada di dekat daerah Qudayd antara Mekah dan Madinah. Perang ini terjadi karena Bani Mustaliq merencanakan penyerangan terhadap kaum Muslimin. Rasulullah ﷺ memimpin sekitar 700 pasukan Muslim. Kaum Muslimin meraih kemenangan; banyak tawanan ditangkap, termasuk Juwayriyyah bint al-Harith, yang kemudian dinikahi Nabi ﷺ.

٥ - وَفِي شَعْبَانَ أَيْضًا مِنْ هٰذِهِ السَّنَةِ: أَعْتَقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُوَيْرِيَةَ بِنْتَ الْحَارِثِ وَتَزَوَّجَهَا.

5 – Pada bulan Sya‘bān juga tahun ini: Nabi ﷺ membebaskan Juwairiyah binti al-Ḥārits dan menikahinya.

Rasulullah ﷺ menikahi Juwairiyah bint al-Harith, putri pemimpin Bani Mustaliq, setelah membebaskannya dari status tawanan. Pernikahan ini membawa berkah, karena banyak sahabat membebaskan tawanan Bani Mustaliq sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan kekerabatan dengan Nabi. Ini menunjukkan strategi dakwah melalui pernikahan, yang mempererat hubungan dan melembutkan hati suku-suku Arab terhadap Islam.

٦ - وَفِي مَرْجِعِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ غَزْوَةِ بَنِي الْمُصْطَلِقِ: افْتَرَى الْمُنَافِقُونَ عَلَى أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا حَدِيثَ الْإِفْكِ، فَأَنْزَلَ اللهُ بَرَاءَتَهَا فِي الْقُرْآنِ.

6 – Dalam perjalanan pulang Nabi ﷺ dari Perang Bani al-Muṣṭaliq: orang-orang munāfiq memfitnah Ummul Mu’minīn ‘Āisyah radhiyallāhu ‘anhā dengan kisah dusta (ifk), lalu Allah menurunkan pembebasan tuduhan itu dalam al-Qur’an. Tuduhan dalam Haditsul Ifk adalah bahwa ‘Aisyah رضي الله عنها telah berzina dengan Shafwan bin al-Mu‘attal. Kaum munafik, dipimpin oleh Abdullah bin Ubayy bin Salul, menyebarkan fitnah bahwa mereka berdua berbuat tidak senonoh saat tertinggal dari rombongan. Tuduhan ini sama sekali tidak benar, dan Allah ﷻ membebaskan ‘Aisyah melalui wahyu dalam Surah An-Nur ayat 11–20.

٧ - وَفِي شَوَّالٍ مِنْ هٰذِهِ السَّنَةِ: وَقَعَتْ غَزْوَةُ الْأَحْزَابِ، فَرَدَّهُمُ اللهُ خَاسِئِينَ.

7 – Pada bulan Syawwāl tahun ini: terjadi Perang al-Aḥzāb, lalu Allah mengusir mereka dalam keadaan hina.

Perang Ahzab (Khandaq) terjadi karena Quraisy dan sekutunya ingin menghabisi kaum Muslimin di Madinah. Gabungan musuh berjumlah sekitar 10.000 pasukan, sedangkan kaum Muslimin hanya 3.000. Dengan strategi parit (khandaq) dan pertolongan Allah, pasukan musuh gagal menyerang dan kalah tanpa pertempuran besar. Parit dalam Perang Khandaq (Ahzab) adalah strategi militer baru yang diusulkan oleh Salman al-Farisi رضي الله عنه, berdasarkan pengalaman perang di Persia.

Informasi parit:
  • Panjang: Sekitar 5.5 km
  • Lebar: ± 4–5 meter
  • Kedalaman: ± 3–4 meter
  • Lama pembuatan: Sekitar 6 hari.
  • Lokasi: Bagian utara Madinah, arah utama datangnya musuh.
Seluruh kaum Muslimin, termasuk Nabi ﷺ, ikut menggali parit ini dalam kondisi lapar dan dingin.

٨ - وَفِي ذِي الْقَعْدَةِ مِنْ هٰذِهِ السَّنَةِ: وَقَعَتْ غَزْوَةُ بَنِي قُرَيْظَةَ، وَنَالُوا جَزَاءَ خِيَانَتِهِمُ الْعَظِيْمَةِ.

8 – Pada  bulan Dzulqa‘dah tahun ini: terjadi Perang Bani Qurayẓah, dan mereka menerima balasan atas pengkhianatan besar mereka. Pada bulan Dzulqa’dah tahun itu terjadi Perang Bani Quraizhah, yaitu setelah mereka berkhianat saat Perang Ahzab dengan bersekutu bersama musuh Islam. Setelah Ahzab bubar, Rasulullah ﷺ mengepung benteng mereka di Madinah selama 25 hari. Mereka akhirnya menyerah, dan Sa’d bin Mu’adz ditunjuk sebagai hakim, yang memutuskan hukuman sesuai hukum Taurat: para pria dihukum mati, wanita dan anak-anak ditawan. ٩ - وَفِي ذِي الْحِجَّةِ مِنْ هٰذِهِ السَّنَةِ: تُوُفِّيَ سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ.
  1. Pada bulan Dzulḥijjah tahun ini: wafatlah Sa‘d bin Mu‘āż radhiyallāhu ‘anhu.
Sa'ad bin Mu'adz, seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang mulia, wafat pada bulan Dzulhijjah tahun ke-5 Hijriah. Kematian beliau terjadi di Madinah setelah luka parah yang dideritanya saat Perang Khandaq. Beliau terkena panah pada urat lengannya, dan meskipun Nabi Muhammad ﷺ sendiri merawatnya, luka tersebut sangat parah dan menyebabkannya meninggal dunia. Kematian Sa'ad mengguncangkan 'Arsy (singgasana) Allah. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan dan kemuliaan beliau di mata Allah ta’ala. Rasulullah ﷺ sendiri mendoakan dan merawat Sa'ad saat terluka. Disebutkan pula bahwa jenazah beliau diiringi oleh 70.000 malaikat. ١٠ - وَفِي ذِي الْحِجَّةِ مِنْ هٰذِهِ السَّنَةِ: قُتِلَ الْخُزْرَجُ أَبَا رَافِعٍ سَلَامَ بْنَ أَبِي الْحُقَيْقِ الْيَهُودِيَّ بِإِذْنِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
  1. Pada bulan Dzulḥijjah tahun ini: Kaum Khazraj membunuh Abā Rāfi‘ Salām bin Abī al-Ḥuqayq, orang Yahudi, dengan izin Rasulullah ﷺ.
Abū Rāfi‘ adalah musuh Islam yang aktif memprovokasi dan membantu musuh, sehingga Nabi izinkan pembunuhan atasnya. ١١ - وَفِي هٰذِهِ السَّنَةِ: قَدِمَ وَفْدُ أَشْجَعَ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
  1. Pada tahun ini: delegasi dari (kabilah) Asyja‘ datang kepada Rasulullah ﷺ.
Kedatangan delegasi Asyja‘ menandai masuk Islamnya beberapa kabilah Arab setelah kejadian besar seperti Perang Khandaq dan Bani Qurayẓah. ١٢ - وَفِي هٰذِهِ السَّنَةِ: سَابَقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الْخَيْلِ.
  1. Pada tahun ini: Nabi ﷺ mengadakan pacuan kuda.
Rasulullah pernah mengadakan perlombaan pacuan kuda sebagai bentuk latihan dan hiburan yang dianjurkan dalam Islam. ١٣ - وَفِي هٰذِهِ السَّنَةِ: زُلْزِلَتِ الْمَدِينَةُ.
  1. Pada tahun ini: Kota Madinah diguncang gempa.
Peristiwa gempa di Madinah menjadi pelajaran bagi penduduknya dan menunjukkan bahwa gejala alam bisa menjadi pengingat bagi manusia.

Demikian ringkasan sirah nabi pada tahun kelima hijriah. Semoga bermanfaat!

Post a Comment for "Khulasah Bahiyah: Tahun Kelima Hijriah"