Pembaca rahimakumullah, berikut adalah terjemah matan Bidayah fi Akidah karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah. Di sini kami lengkapi dengan catatan kaki yang berisi penjelasan dari Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani dari kitab beliau Kalimatu Sadidah Syarh Bidayah fi Akidah. Semoga bermanfaat!
مُقَدِّمَةٌMUKADIMAH
اَلْحَمْدُ[1] لِلّٰهِ[2] الْوَاحِدِ[3] الْأَحَدِ[4]، الْمُنَزَّهِ عَنِ الشَّرِيْكِ،[5] وَالشَّبِيْهِ،[6] وَالْوَلَدِ.[7] وَالصَّلَاةُ[8] وَالسَّلَامُ[9] عَلَى سَيِّدِ الْبَشَرِ،[10] وَعَلَى آلِهِ[11] وَأَصْحَابِهِ،[12] وَمَنِ اقْتَفَى الْأَثَرَ،[13] وَبِاللّٰهِ أَسْتَعِيْنُ،[14] وَإِلَيْهِ أَلْجَأُ، وَبِهِ أَعْتَصِمُ [15].وَبَعْدُ Segala puji bagi Allah Al-Wahid Al-Ahad, Yang Maha Suci dari sekutu, dan yang serupa, dan anak. Selawat dan salam semoga tercurah kepada penghulu manusia, dan kepada keluarga serta para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti jejaknya, dan kepada Allah aku memohon pertolongan, dan kepada-Nya aku berlindung, dan kepada-Nya aku berpegang teguh. Amma Ba’du فَهٰذَا مُخْتَصَرٌ فِي الْعَقِيْدَةِ[16] يَجْمَعُ أَطْرَافَهَا، وَيُوْضِحُ أُصُوْلَهَا[17].Maka ini adalah ringkasan dalam masalah akidah yang mengumpulkan sisi-sisinya, dan menjelaskan pokok-pokoknya.
وَأَسْأَلُ اللّٰهَ أَنْ يُحْيِيَنَا عَلَى الْإِيْمَانِ وَيُمِيْتَنَا عَلَيْهِ،[18] وَأَنْ يَحْشُرَنَا تَحْتَ لِوَاءِ[19] حَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.Aku memohon kepada Allah agar menghidupkan kita di atas iman dan mematikan kita di atas iman, dan agar mengumpulkan kita di bawah bendera kekasih kita Muhammad ﷺ.
وَكَتَبَهُ الْفَقِيْرُ إِلَى عَفْوِ رَبِّهِ
Dan ini ditulis oleh seorang yang fakir kepada ampunan Rabbnya
وَحِيْدُ بْنُ بَالِيْ
Wahid bin Bali
Pada tanggal 12/6/1433 H.
PENJELASAN [1] Kata Syaikh (اَلْحَمْدُ) maksudnya:هُوَ الثَّنَاءُ مَعَ التَّعْظِيْمِ وَالْمَحَبَّةِ عَلَى نِعْمَةٍ
Pujian disertai pengagungan dan kecintaan atas suatu nikmat.
❓Apa perbedaan antara (اَلْحَمْدُ) dengan (الْمَدْحُ)? ✅ Al-hamdu hanya didorong oleh rasa cinta dan pengagungan. Adapun al-madhu, maka tidak disyaratkan di dalamnya adanya cinta dan pengagungan; karena para penyair memuji para raja, para sultan, dan para amir, padahal mereka tidak mencintai mereka, dan tidak mengagungkan mereka. [2] Kata Syaikh (اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ) maksudnya:الثَّنَاءُ لِلّٰهِ مِنْ جَمِيْعِ الْوُجُوْهِ لَهُ وَحْدَهُ، فَالَّذِيْ يَسْتَحِقُّ جَمِيْعَ أَنْوَاعِ الْمَحَامِدِ هُوَ اللّٰهُ وَحْدَهُ .
Yakni segala pujian hanya milik Allah dari segala sisi, maka Dzat yang berhak atas segala macam pujian adalah Allah semata.
Maksudnya: Allah dipuji atas nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, nikmat-nikmat-Nya, dan atas keesaan-Nya dalam rububiyah, uluhiyah, dan sifat-sifatNya, sebagaimana Alah ﷺ dipuji atas ketetapan-Nya, takdir-Nya, dan syariat-Nya. ❓Apa perbedaan antara Puji (اَلْحَمْدُ) dengan Syukur (الشُّكْرُ)? ✅ Bahwa al-hamd hanya dengan lisan. Adapun asy-syukr, ia dilakukan dengan lisan, anggota badan, dan hati. [3] Kata Syaikh (اَلْوَاحِدُ) maksudnya:الْمُنْفَرِدُ بِالْخَلْقِ، فَلَا يُشَارِكُهُ أَحَدٌ،
Yang Maha Esa dalam penciptaan, maka tidak ada satu pun yang menyamai-Nya.
[4] Kata Syaikh (الْأَحَدُ) maksudnya:وَالْمُنْفَرِدُ فِيْ ذَاتِهِ، وَصِفَاتِهِ، وَأَفْعَالِهِ، وَرُبُوْبِيَّتِهِ، وَإِلٰهِيَّتِهِ، لَمْ يَلِدْ، وَلَمْ يُوْلَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ.
Yang Maha Esa dalam Dzat-Nya, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, rububiyah-Nya, dan uluhiyah-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.
[5] Kata Syaikh (اَلْمُنَزَّهُ عَنِ الشَّرِيْكِ) maksudnya:لَمْ يَتَّخِذِ اللّٰهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَرِيْكًا فِيْ خَلْقِهِ، وَمُلْكِهِ، وَتَدْبِيْرِهِ، وَأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيْكٌ فِي الْعِبَادَةِ، وَهٰذَا مِنْ عَظِيْمِ كَمَالِهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَيَجِبُ تَنْزِيْهُهُ عَنِ الشَّرِيْكِ
Yaitu Allah ﷺ tidak mengambil sekutu dalam penciptaan-Nya, kerajaan-Nya, pengaturan-Nya, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam ibadah, dan ini termasuk kesempurnaan-Nya yang agung ﷺ, maka wajib mensucikan-Nya dari sekutu.
[6] Kata Syaikh (وَالشَّبِيْهِ) maksudnya:الْمُنَزَّهُ عَنْ مُشَابَهَةِ الْمَخْلُوْقِيْنَ، فَلَيْسَ لَهُ شَبِيْهٌ، وَلَا مُكَافِئٌ، وَلَا مُسَاوٍ
Yaitu Yang Maha Suci dari menyerupai makhluk, maka tidak ada bagi-Nya yang serupa, tidak ada yang setara, dan tidak ada yang sebanding.
[7] Kata Syaikh (وَالْوَلَدِ) maksudnya:الْمُنَزَّهُ عَنِ اتِّخَاذِ الْوَلَدِ، وَهٰذَا تَمَامُ غِنَاهُ سُبْحَانَهُ
Yaitu Yang Maha Suci dari mengambil anak, dan ini adalah kesempurnaan kekayaan-Nya, Maha Suci Dia.
[8] Kata Syaikh (وَالصَّلَاةُ) artinya doa. ❓ Jika manusia berselawat atas Nabi ﷺ artinya manusia mendoakan Nabi ﷺ, lalu apa arti Allah berselawat atas Nabi ﷺ atau para hamba? Dan apa arti selawat malaikat ke atas Nabi ﷺ atau para hamba?✅ Selawat Allah ke atas Nabi ﷺ atau hamba adalah rahmat atau pujian di hadapan para malaikat. Kemudian selawat malaikat ke atas Nabi ﷺ atau hamba adalah permohonan ampunan atas dosa-dosanya.
[9] Kata Syaikh (وَالسَّلَامُ) maksudnya:طَلَبُ لَهُ السَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ مَكْرُوْهِ
Permohonan keselamatan bagi seseorang dari segala sesuatu yang tidak dia sukai.
[10] Kata Syaikh (عَلَى سَيِّدِ الْبَشَرِ) maksudnya:أَفْضَلِ الْبَشَرِ وَسَيِّدِهِمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَهُوَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Yaitu manusia yang paling utama dan pemimpin mereka di dunia dan akhirat, dan beliau adalah Nabi ﷺ. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:
أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ
Saya adalah pemimpin dari seluruh anak Adam, (Sahih Muslim: 2278).
[11] Kata Syaikh (وَعَلَى آلِهِ) maksudnya:آلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَآلُ الشَّخْصِ هُمْ مَنْ يَنْتَمُوْنَ إِلَيْهِ بِصِلَةٍ وَثِيْقَةٍ مِنْ قَرَابَةٍ وَنَحْوِهَا
Yaitu keluarga Nabi ﷺ, dan keluarga seseorang adalah orang-orang yang bernasab kepadanya dengan hubungan yang kuat dari kerabat dan yang semisalnya.
[12] Kata Syaikh (وَأَصْحَابِهِ) maksudnya:هُوَ مَنْ لَقِيَ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤْمِنًا بِهِ، وَمَاتَ عَلَى ذٰلِكَ
Orang yang bertemu Nabi ﷺ dalam keadaan beriman kepada beliau, dan meninggal dunia dalam keadaan demikian.
[13] Kata Syaikh (وَمَنِ اقْتَفَى الْأَثَرَ) maksudnya:اتَّبَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَصْحَابَهُ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ
Yaitu orang-orang yang mengikuti sunnah Nabi ﷺ, dan para sahabat beliau Radhiyallahu Anhum.
[14] Kata Syaikh (وَبِاللّٰهِ أَسْتَعِيْنُ) maksudnya:طَلَبُ الْعَوْنِ مِنَ اللّٰهِ جَلَّ جَلَالُهُ، وَهِيَ وَاجِبَةٌ لِلّٰهِ عَلَى الْعَبْدِ
Permohonan perlindungan dari Allah jalla jalaluhu. Ini hukumnya wajib bagi seorang hamba, dan hanya untuk Allah.
[15] Kata Syaikh (وَإِلَيْهِ أَلْجَأُ، وَبِهِ أَعْتَصِمُ) maksudnya:لَا أَلْجَأُ وَلَا أَعْتَصِمُ فِي الشَّدَائِدِ إِلَى أَحَدٍ سِوَى اللّٰهِ
Aku tidak berlindung dan tidak berpegang teguh dalam kesulitan kecuali kepada Allah.
[16] Kata Syaikh (فِي الْعَقِيْدَةِ) maksudnya:أَجْمَعُ التَّعْرِيْفَاتِ، وَأَشْمَلُهَا تَعْرِيْفُ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِجِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ لَمَّا سَأَلَهُ عَنِ الْإِيْمَانِ، قَالَ: «أَنْ تُؤْمِنَ بِاللّٰهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
Definisi “Akidah” yang paling جامع (mencakup), dan paling شامل (luas) adalah definisi Nabi ﷺ kepada Jibril عليه السلام ketika ia bertanya tentang iman, beliau bersabda, "Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.” [17] Kata Syaikh (يَجْمَعُ أَطْرَافَهَا، وَيُوْضِحُ أُصُوْلَهَا) maksudnya adalah bahwa penulisan buku ini bertujuan untuk:١ - جَمْعُ أَهَمِّ مَسَائِلِ وَمَوْضُوْعَاتِ عِلْمِ الْعَقِيْدَةِ، وَهٰذَا غَايَةُ تَأْلِيْفِ الْمُتُوْنِ.
1 - Mengumpulkan masalah-masalah dan topik-topik terpenting dalam ilmu akidah, dan inilah tujuan penyusunan matan (ringkasan).
٢ - بَيَانُ أُسُسِ، وَقَوَاعِدِ، وَأَرْكَانِ عِلْمِ الْعَقِيْدَةِ بِأُسْلُوْبٍ وَاضِحٍ لَا خَفَاءَ فِيْهِ.
2 - Menjelaskan dasar-dasar, kaidah-kaidah, dan rukun-rukun ilmu akidah dengan gaya bahasa yang jelas dan tidak ada kerancuan di dalamnya.
[18] Kata Syaikh (وَأَسْأَلُ اللّٰهَ أَنْ يُحْيِيْنَا عَلَى الْإِيْمَانِ وَيُمِيْتَنَا عَلَيْهِ) maksudnya: (Aku memohon kepada Allah agar menghidupkan kita di atas iman dan mematikan kita di atas iman) maksudnya Karena terealisasinya iman yang benar adalah permintaan hamba yang paling agung kepada Rabbnya, dan tujuan yang paling penting, dan dengannya seorang hamba hidup kehidupan yang baik dan bahagia, dan selamat dari hal-hal yang dibenci, keburukan, dan kesulitan, serta meraih pahala akhirat dan kenikmatannya yang kekal, dan kebaikannya yang abadi dan terus-menerus yang tidak akan hilang, maka guru kita hafizhahullah berdoa kepada Rabbnya agar menghidupkan dan mematikan kita di atas iman.Allah ta’ala berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik 1 dan sesungguhnya Kami akan membalas mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, (QS An-Nahl: 97).
[19] Kata Syaikh (لِوَاءِ) ini berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmizi dari Abu Said Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا فَخْرَ وَبِيَدِي لِوَاءُ الْحَمْدِ وَلَا فَخْرَ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ آدَمَ فَمَنْ سِوَاهُ إِلَّا تَحْتَ لِوَائِي
Aku adalah penghulu anak Adam pada hari kiamat dan aku tidak berbangga, dan di tanganku panji pujian dan aku tidak berbangga, dan tidak ada seorang nabi pun pada hari itu, Adam dan selainnya, kecuali di bawah panjiku, (Sunan At-Tirmizi: 3148).
Post a Comment for "Bidayah fi Akidah: Mukadimah dan Penjelasannya"