Pembaca rahimakumullah, futur adalah fenomena yang sering terjadi setelah Ramadan usai. Apa yang dimaksud dengan futur? Apa terapi futur? Berikut adalah ringkasan dari bab علاج الفتور dari kitab الفتور المظاهر، الأسباب، العلاج karya Syaikh Nasir Sulaiman Al-Umar. Semoga bermanfaat!
Pembaca rahimakumullah, Syaikh Nasir Sulaiman Al-Umar mendefinisikan futur (الفتور) dengan:
الْكَسَلُ وَالتَّرَاخِي وَالتَّبَاطُؤُ بَعْدَ الْجِدِّ وَالنَّشَاطِ وَالْحَيَوِيَّةِ
Malas, lambat, dan santai setelah sungguh-sungguh, rajin, dan semangat.[1]Lalu bagaimana terapi futur? Berikut adalah ringkasannya:
تَعَاهُدُ الْإِيْمَانِ وَتَجْدِيْدُهُ1 – Menjaga dan Memperbarui Iman
Imam Al-Hakim dan At-Tabrani meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوا اللَّهَ أَنْ يُجَدِّدَ الْإِيمَانَ فِي قُلُوبِكُمْ
Sesungguhnya iman itu akan usang di dalam hati salah seorang di antara kalian sebagaimana usangnya pakaian. Maka, mintalah kepada Allah agar Dia memperbarui iman di dalam hati kalian, (Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak: 4/1. Al-Haitsami di dalam Al-Majmu: 1/57).
Syaikh berkata:
وَمِمَّا يَزِيدُ الْإِيمَانَ كَثْرَةُ الْعِبَادَةِ، وَالْمُحَافَظَةُ عَلَى السُّنَنِ وَالرَّوَاتِبِ، وَتَعَاهُدُ قِيَامِ اللَّيْلِ وَصَلَاةِ التَّهَجُّدِ، وَعَدَمُ تَرْكِ الْوِتْرِ لَا فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ. وَكَذَلِكَ صِيَامُ النَّوَافِلِ وَظَمَأُ الْهَوَاجِرِ، وَتَحَرِّي الْأَيَّامِ الْفَاضِلَةِ لِلْمُبَادَرَةِ إِلَى صِيَامِهَا
Dan di antara hal yang menambah keimanan adalah banyaknya ibadah, menjaga sunah-sunah rawatib, membiasakan diri untuk qiyamul lail dan salat tahajud, serta tidak meninggalkan salat witir baik di rumah maupun dalam perjalanan. Demikian juga puasa sunah dan dahaga di siang hari yang panas, serta memilih hari-hari yang utama untuk bersegera melaksanakan puasa di dalamnya.
مُرَاقَبَةُ اللَّهِ وَالْإِكْثَارُ مِنْ ذِكْرِهِ2 – Muraqabatullah dan Memperbanyak Zikir kepada-Nya
Terapi futur yang kedua adalah muraqabatullah. Apa yang dimaksud muraqabatullah? Ia adalah:أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu, (Sahih Muslim: 8).
وَمُرَاقَبَةُ اللَّهِ تَسْتَلْزِمُ عِدَّةَ أُمُورٍ:
Konsekuensi muraqabatullah adalah:
خَوْفُهُ وَخَشْيَتُهُ.
1- Takut dan khawatir kepada-Nya.
تَعْظِيمُهُ جَلَّ وَعَلَا.
2- Mengagungkan-Nya, Maha Tinggi lagi Maha Mulia.
الْإِيمَانُ الْمُطْلَقُ بِعِلْمِهِ وَإِحَاطَتِهِ وَقُدْرَتِهِ.
3- Beriman secara mutlak terhadap ilmu, liputan (pengetahuan), dan kekuasaan-Nya.
مَحَبَّتُهُ وَرَجَؤُهُ.
4- Mencintai dan berharap kepada-Nya.
Lalu apa yang bisa membantu untuk merasa diawasi Allah? Syaikh berkata:
وَمِمَّا يُعِينُ الْمُسْلِمَ عَلَى ذَلِكَ كَثْرَةُ ذِكْرِ اللَّهِ، وَتَحْمِيدُهُ وَتَمْجِيدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.
Dan di antara hal yang membantu seorang muslim dalam hal itu adalah memperbanyak zikir kepada Allah, serta memuji dan mengagungkan-Nya, Mahasuci lagi Mahatinggi Dia.
الْإِخْلَاصُ وَالتَّقْوَى3 – Ikhlas dan Takwa
Terapi futur yang ketiga adalah ikhas dan takwa. Syaikh berkata:كَمَا أَنَّ ضَعْفَ الْإِخْلَاصِ سَبَبٌ مِنْ أَسْبَابِ الْفُتُورِ، فَإِنَّ الْإِخْلَاصَ وَتَعَاهُدَهُ وَتَجْدِيدَهُ مِنْ أَعْظَمِ أَسْبَابِ الْوِقَايَةِ مِنَ الْفُتُورِ،
Sebagaimana lemahnya keikhlasan merupakan salah satu sebab dari futur (kelemahan semangat dalam beribadah), maka keikhlasan, menjaganya, dan memperbaruinya adalah sebab terbesar untuk menjaga diri dari futur.
ذَلِكَ أَنَّ الْمُخْلِصَ الْمُتَّقِيَ يَجْعَلُ اللَّهَ فِي قَلْبِهِ نُورًا وَفُرْقَانًا،
Hal itu karena seorang yang ikhlas dan bertakwa menjadikan Allah di dalam hatinya sebagai cahaya dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).
Allah ta’ala berfirman:
إِن تَتَّقُواْ اللّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَاناً
Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu Furqan (kemampuan membedakan antara yang benar dan yang salah)...) (QS. Al-Anfal: 29)
تَصْفِيَةُ الْقُلُوبِ4 – Menjernihkan Hati
Terapi futur yang keempat adalah menjernihkan hati. Mengapa? Syaikh berkata:وَلَيْسَ أَقْسَى عَلَى الْمَرْءِ وَلَا أَثْقَلَ مِنْ قَلْبٍ مَلِيءٍ بِالْغِلِّ وَالْهَوَى وَسَائِرِ الْأَدْنَاسِ، يُقْعِدُهُ عَنِ الْعَمَلِ وَلَا يَهْنَأُ بِعَيْشٍ،
Tidak ada yang lebih keras bagi seseorang dan tidak ada yang lebih berat daripada hati yang penuh dengan kedengkian, hawa nafsu, dan segala macam kotoran. Hati seperti itu akan menghalanginya dari beramal dan tidak akan membuatnya menikmati kehidupan.
أَمَّا صَاحِبُ الْقَلْبِ السَّلِيمِ، وَالصَّدْرِ الْمُنْشَرِحِ الْحَلِيمِ، فَإِنَّهُ يَتَجَدَّدُ وَيَزْدَادُ نَشَاطًا وَإِشْرَاقًا، وَهَكَذَا كَانَ أَبُونَا إِبْرَاهِيمُ - عَلَيْهِ السَّلَامُ -
Adapun pemilik hati yang selamat, dada yang lapang lagi penyantun, maka hatinya akan senantiasa diperbarui dan bertambah semangat serta cerah. Demikianlah keadaan bapak kita Ibrahim - alaihissalam -.
﴿إِذْ جَاء رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ﴾
(Yaitu) ketika ia (Ibrahim alaihissalam) datang kepada Tuhannya dengan hati yang bersih, (QS As-Safat: 84).
طَلَبُ الْعِلْمِ وَالْمُوَاظَبَةُ عَلَى الدُّرُوسِ وَحِلَقِ الذِّكْرِ وَالْمُحَاضَرَاتِ5 – Menuntut Ilmu dan Berkesinambungan dalam Belajar, Majelis Zikir, dan Ceramah
Terapi futur nomor lima adalah menuntut ilmu. Ilmu apa yang bisa meningkatkan semangat beramal? Syaikh berkata:مِمَّا يَزِيدُ فِي إِيمَانِ الْمُسْلِمِ، وَيَدْفَعُهُ إِلَى الْعَمَلِ وَالْإِنْتَاجِ، وَيُبْعِدُ عَنْهُ الْكَسَلَ وَالْفُتُورَ، مَعْرِفَةُ فَضْلِ الْعَمَلِ الَّذِي يَقُومُ بِهِ وَمَكَانَتِهِ الشَّرْعِيَّةِ.
Di antara hal yang menambah keimanan seorang muslim, mendorongnya untuk beramal dan berproduksi, serta menjauhkannya dari kemalasan dan futur, adalah mengetahui keutamaan amal yang ia lakukan dan kedudukan syariatnya.
وَلِذَلِكَ قَالَ الْخَضِرُ لِمُوسَى - عَلَيْهِ السَّلَامُ:
Oleh karena itu, Al-Khidr berkata kepada Musa - alaihissalam -:
وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا
Dan bagaimana kamu dapat bersabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentangnya? (QS. Al-Kahf: 68).
فِقْهُ الْوَاقِعِ6 – Memahami Fiqhul Waqi (Realita)
Termasuk terapi futur adalah memahami realita. Syaikh berkata: Hal itu karena pemahaman seorang muslim terhadap realitas yang terjadi di sekitarnya, dan pemahamannya terhadap realitas ini, yang di dalamnya terdapat berbagai musibah, serta menuntut berbagai upaya dan kerja yang berkelanjutan, akan menjauhkannya dari segala macam futur atau kelambanan jika di dalam hatinya terdapat iman dan Islam.فَكَيْفَ يَرْكَنُ الْمُسْلِمُ لِلدَّعَةِ وَهُوَ يَرَى أُمَّتَهُ يُحِيطُ بِهَا الْأَعْدَاءُ؟
Maka bagaimana mungkin seorang muslim merasa tenang dan berdiam diri sementara ia melihat umatnya dikelilingi oleh musuh?
كَيْفَ يَتَرَاخَى وَهُوَ يُشَاهِدُ بِلَادَ الْمُسْلِمِينَ مُسْتَبَاحَةً مِنْ قِبَلِ الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى؟
Bagaimana mungkin ia bermalas-malasan sementara ia menyaksikan negeri-negeri kaum muslimin dijarah oleh Yahudi dan Nasrani?
هَلْ يُمْكِنُ لِطَبِيبٍ مُحْتَرَمٍ أَنْ يَنَامَ مِلْءَ جُفُونِهِ وَهُوَ يَرَى رَجُلًا مُضَرَّجًا بِدِمَائِهِ، يَحْتَاجُ إِلَى نَجْدَةٍ وَإِسْعَافٍ؟
Mungkinkah seorang dokter terhormat tidur dengan nyenyak sementara ia melihat seorang laki-laki berlumuran darah, membutuhkan pertolongan pertama?
سَلَامَةُ الْمَنْهَجِ وَتَأْصِيلُ الْمُنْطَلَقَاتِ وَالْعِنَايَةُ بِمَنْهَجِ التَّلَقِّي7 – Manhaj yang Benar, Fondasi yang Kuat, dan Memperhatikan Manhaj Talaqqi
Obat futur nomor 7 adalah memilih manhaj yang benar, memiliki fondasi yang kuat, dan memperhatikan manhaj talaqqi. Syaikh berkata:إِنَّ تَأْصِيلَ الْمُنْطَلَقَاتِ وَالْأَعْمَالِ، وَرَبْطَهَا بِالْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، وِقَايَةٌ بِإِذْنِ اللَّهِ مِنَ الْحَيْرَةِ وَالتَّذَبْذُبِ، وَعَامِلٌ مِنْ أَهَمِّ عَوَامِلِ الثَّبَاتِ وَالِاسْتِقْرَارِ وَالِاسْتِمْرَارِ.
Sesungguhnya penguatan fondasi dan amalan, serta mengaitkannya dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, akan menjaga (dengan izin Allah) dari kebingungan dan keraguan, serta merupakan faktor terpenting dari keteguhan, kestabilan, dan kesinambungan.
وَكُلُّ مَا مَضَى يَدُورُ عَلَى أَصْلٍ عَظِيمٍ وَهُوَ الْعِنَايَةُ بِمَنْهَجِ التَّلَقِّي،
Dan segala yang telah berlalu berputar pada pokok yang agung, yaitu memperhatikan Manhaj Talaqqi.[2] Allah ta’ala berfirman:﴿وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا﴾
Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah..., (QS. Al-Hasyr: 7).
الْوَسَطِيَّةُ8 – Pertengahan
Obat malas beramal nomor delapan adalah bersikap pertengahan. Allah ta’ala berfirman:﴿وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا﴾
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan..., (QS. Al-Baqarah, Ayat: 143)
وَالَّذِينَ يُجَانِبُونَ هَذَا الْمَنْهَجَ كَالْغُلَاةِ وَالْمُتَشَدِّدِينَ سُرْعَانَ مَا يَفْتُرُونَ، وَبِخَاصَّةٍ الْغُلُوُّ وَالتَّشَدُّدُ فِي الْأَعْمَالِ مِنَ الْعِبَادَةِ، وَطَلَبِ الْعِلْمِ، وَالدَّعْوَةِ إِلَى اللَّهِ.
Dan orang-orang yang menjauhi metode ini, seperti orang-orang yang berlebih-lebihan dan keras (ekstrem), akan segera mengalami futur (kelemahan semangat), terutama sikap berlebih-lebihan dan keras dalam amalan ibadah, menuntut ilmu, dan berdakwah kepada Allah.
تَنْظِيمُ الْوَقْتِ وَمُحَاسَبَةُ النَّفْسِ9 – Mengatur Waktu dan Muhasabah Diri
Obat malas beribadah nomor 9 adalah mengatur waktu dan muhasabah diri. Syaikh berkata:فَإِذَا نَظَّمَ الْمُسْلِمُ وَقْتَهُ، وَحَاسَبَ نَفْسَهُ عَلَى ذَلِكَ بُورِكَ لَهُ فِيهِ،
Maka apabila seorang muslim mengatur waktunya, dan menghisab (mengevaluasi) dirinya atas hal itu, maka waktu tersebut akan diberkahi baginya.
وَكُلَّمَا مَضَتِ الْأَيَّامُ إِذَا هُوَ يَزْدَادُ عَمَلًا وَنَشَاطًا، حَتَّى يُصْبِحَ هَذَا الْأَمْرُ إِلْفَةً وَسَجِيَّةً،
Dan setiap kali hari-hari berlalu, ia akan bertambah dalam beramal dan bersemangat, hingga perkara ini menjadi kebiasaan dan watak baginya.
Perhatikan firman Allah ta’ala:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran, (QS Al-Ashr: 1-3).
Bersambung...Sukoharjo, 21 April 2025
Irfan Nugroho (Semoga Allah menjaganya dari futur beramal saleh. Aamiin)CATATAN KAKI
[1] Lihat Afatu ‘ala At-Tariq: 1/9 [2] Manhaj Talaqqi adalah cara yang benar dalam menerima dan mengambil ilmu, khususnya ilmu agama, yaitu dengan memperhatikan:- Sumber utama: Qudan dan Sunah
- Pemahaman yang benar, yaitu memahami Quran dan Sunah sesuai pemahaman para sahabat dan salaful umah, ijma, memperhatikan kaidah bahasa Arab dan kaidah ushul fikih
- Belajar dengan memperhatikan adab,
- Menghindari sumber yang tidak terpercaya, yaitu yang bertentangan dengan Quran dan sunah yang sahih, pemahaman yang mengikuti hawa nafsu, riwayat yang daif dalam akidah dan hukum, dan ajaran yang sesat.
Post a Comment for "Terapi Futur menurut Syaikh Nasir Sulaiman Al-Umar"