zmedia

Doa Nabi Nuh dalam QS Nuh 28: Tafsir dan Pelajaran darinya

Doa Nabi Nuh عليه السلام yang terdapat dalam Surah Nuh ayat 28 memiliki makna yang dalam dan hikmah besar bagi umat Islam. Dalam ayat ini, Nabi Nuh عليه السلام memohon ampunan untuk dirinya, kedua orang tuanya, serta seluruh kaum mukmin hingga akhir zaman. Selain itu, terdapat pertanyaan menarik tentang nasib anak-anak dalam peristiwa banjir besar yang menenggelamkan kaum yang mendustakan dakwahnya. Artikel ini akan mengupas tafsir doa Nabi Nuh عليه السلام, hikmah di baliknya, serta jawaban dari para ulama mengenai anak-anak yang ikut tenggelam dalam azab tersebut.

Pembaca rahimakumullah, Allah ta'ala berfirman tentang salah satu doa Nabi Nuh Alaihissalam di dalam QS Nuh 28:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Ya Rabbku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan siapa saja yang masuk ke rumahku dalam keadaan beriman, serta seluruh kaum mukminin dan mukminat. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim selain kebinasaan, (QS Nuh: 28).

مُناسَبةُ الآيةِ لِما قَبْلَها

KESESUAIAN AYAT INI DENGAN AYAT SEBELUMNYA

لَمَّا دعا نوحٌ عليه السَّلامُ على الكُفَّارِ، استَغفَرَ للمُؤمِنينَ؛ فبدأ بنَفْسِه، ثمَّ بمَن وجَبَ بِرُّه عليه، ثمَّ للمُؤمِنينَ. Setelah Nabi Nuh عليه السلام berdoa agar kaum kafir dibinasakan, ia kemudian memohonkan ampun bagi kaum mukminin. Ia memulai dengan dirinya sendiri, lalu kepada kedua orang tuanya yang wajib ia berbakti kepada mereka, kemudian kepada seluruh kaum mukminin.

PENJELASAN AYAT

1 - Firman Allah:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ

Ya Rabbku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku.

أي: وقال نوحٌ: رَبِّ امْحُ الذُّنوبَ عنِّي وعن والِدَيَّ، واسْتُرْها علينا، ولا تُؤاخِذْنا بها.

Maksudnya: Nabi Nuh عليه السلام berkata, 'Ya Rabbku, hapuslah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku, tutupilah kesalahan kami, dan jangan Engkau hukum kami karenanya.'

2 - Firman Allah:

وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا

Dan siapa saja yang masuk ke rumahku dalam keadaan beriman.

أي: واغفِرْ لِمَن دَخَل مَنزِلي مِنَ المُؤمِنينَ.

Maksudnya: Ampunilah setiap mukmin yang masuk ke rumahku.

3 - Firman Allah:

وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Dan ampunilah seluruh mukmin laki-laki dan perempuan.

أي: واغفِرْ ذُنوبَ جَميعِ المُؤمِنينَ والمؤمِناتِ.

Maksudnya: Ampunilah dosa seluruh kaum mukmin laki-laki dan perempuan.

4 - Firman Allah:

وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim selain kebinasaan.

أي: ولا تَزِدِ الظَّالِمِينَ أنفسَهم بكُفرِهم إلَّا هَلاكًا.

Maksudnya: Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim, yang telah menzalimi diri mereka sendiri dengan kekufuran, kecuali kebinasaan dan kehancuran.

FAEDAH DAN HIKMAH

1. Keutamaan Mendoakan Diri Sendiri dan Orang Lain

قَولُ اللهِ تعالى: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Allah menyebutkan bagaimana Nabi Nuh عليه السلام memulai doanya dengan dirinya sendiri, lalu orang tuanya, kemudian seluruh mukmin. Ini menunjukkan adab dalam berdoa, yaitu memulai dengan diri sendiri sebelum mendoakan orang lain.

2. Indikasi Keimanan Kedua Orang Tua Nabi Nuh عليه السلام

قال اللهُ تعالى: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ هذا يدُلُّ على أنَّ أبوَيْ نُوحٍ عليه السَّلامُ كانا مُؤمِنَينِ.

Firman Allah ini menunjukkan bahwa kedua orang tua Nabi Nuh عليه السلام adalah orang-orang yang beriman.

3. Doa Nabi Nuh عليه السلام Mencakup Seluruh Mukmin Hingga Hari Kiamat

في قَولِه تعالى: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِشارةٌ لكلِّ مُؤمِنٍ ومُؤمِنةٍ تَكونُ إلى يومِ القيامةِ؛ لأنَّ نوحًا عليه السَّلامُ نبيٌّ، ودُعاؤُه مُستقيمٌ.

Doa Nabi Nuh عليه السلام mencakup semua mukmin hingga hari kiamat, karena doa seorang nabi adalah doa yang mustajab.

4. Dalil bahwa Orang Meninggal Bisa Mendapat Manfaat dari Doa Orang yang Hidup

في قَولِه تعالى: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ دَلالةٌ على أنَّ الميِّتَ يَنتَفِعُ بدُعاءِ الخَلْقِ له.

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang sudah meninggal masih bisa mendapatkan manfaat dari doa orang-orang yang masih hidup.

Pertanyaan: Mengapa Anak-Anak Ikut Tenggelam dalam Banjir Besar? 1. Pendapat Pertama (Al-Hasan)

قال الحسَنُ: (عَلِمَ اللهُ بَراءةَ الصِّبيانِ، فأهْلَكَهم بغَيرِ عَذابٍ).

Allah mengetahui kesucian anak-anak tersebut, sehingga Allah mematikan mereka tanpa siksa.

2. Pendapat Kedua

غَرِقوا معهم لا علَى وجْهِ العِقابِ، بلْ كما يَموتون بالغَرَقِ والحَرْقِ، وكان ذلك زِيادةً في عَذابِ الآباءِ والأمَّهاتِ إذا أبْصَروا أطْفالَهم يَغرَقون.

Mereka tenggelam bersama orang tuanya bukan sebagai hukuman bagi mereka, tetapi sebagaimana seseorang bisa mati karena tenggelam atau terbakar. Ini juga menjadi tambahan azab bagi orang tua mereka yang melihat anak-anak mereka tenggelam.

3. Pendapat Ketiga

أنَّه قيل: إنَّ اللهَ تعالَى أيْبَسَ أصلابَ آبائِهم، وأعْقَمَ أرحامَ نِسائهِم قبْلَ الطُّوفانِ بأربعينَ سَنةً أو تِسعينَ، فلم يكُنْ معهم صَبيٌّ حينَ أُغرِقوا.

Dikatakan bahwa Allah telah mengeringkan tulang belakang laki-laki mereka dan membuat rahim para wanita mandul 40 atau 90 tahun sebelum banjir, sehingga tidak ada anak kecil di antara mereka saat banjir datang.

KESIMPULAN

1 - Doa Nabi Nuh عليه السلام menunjukkan adab dalam berdoa, yaitu memulai dengan diri sendiri, kemudian orang tua, lalu orang-orang beriman secara umum.

2 - Doa ini juga menjadi kabar gembira bagi seluruh mukmin hingga hari kiamat, karena doa nabi itu mustajab.

3 - Ayat ini juga menjadi dalil bahwa doa orang yang hidup bisa bermanfaat bagi orang yang sudah meninggal.

4 - Mengenai anak-anak yang tenggelam dalam banjir, terdapat beberapa pandangan ulama, termasuk bahwa Allah telah menjaga mereka dari azab atau bahwa mereka memang tidak ada di antara kaum yang dihancurkan.

Karangasem, 29 Maret 2025 Irfan Nugroho (Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, dan mengabulkan doa-doanya. Aamiin)

Post a Comment for "Doa Nabi Nuh dalam QS Nuh 28: Tafsir dan Pelajaran darinya"