zmedia

Keutamaan Salat Sunah antara Magrib dan Isya

Banyak kaum muslimin yang mengetahui keutamaan salat sunah rawatib, tetapi tidak semua mengetahui besarnya pahala salat sunah antara Magrib dan Isya. Padahal, dalam hadis sahih disebutkan bahwa amalan ini bukan hanya dicontohkan Rasulullah ﷺ, tetapi juga menjadi sebab turunnya rahmat Allah serta kabar gembira dari malaikat.

Artikel ini akan membahas hadis lengkap tentang keutamaan salat sunah antara Magrib dan Isya, penjelasan, serta pelajaran yang bisa kita ambil darinya. Materi ini kami terjemahkan dari kitab Tabsirus Sairin Syarh Tariqus Salihin karya Syaikh Khalid Al-Juhani hafizahullah.

MATAN HADIS

Imam At-Tirmizi meriwayatkan dan menghasankan suatu hadis dari Hudzaifah ibnul Yaman Radhiyallahu Anhu yang berkata:

سَأَلَتْنِي أُمِّي مَتَى عَهْدُكَ - تَعْنِي - بِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ فَقُلْتُ مَا لِي بِهِ عَهْدٌ مُنْذُ كَذَا وَكَذَا ‏.‏ فَنَالَتْ مِنِّي فَقُلْتُ لَهَا دَعِينِي آتِي النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَأُصَلِّيَ مَعَهُ الْمَغْرِبَ وَأَسْأَلُهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لِي وَلَكِ ‏.‏

Ibu saya pernah bertanya kepada saya, “Kapan kamu bertemu Nabi ﷺ?” Saya pun menjawab: “Sudah sekian lama saya tidak bertemu beliau.” Lalu ibu saya menegur saya. Maka saya bilang kepada beliau: “Baik. Saya akan pergi bertemu Nabi ﷺ. Saya akan salat Magrib bersama beliau, lalu saya akan meminta beliau agar beristighfar untuk saya dan untuk ibu.”

فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَصَلَّيْتُ مَعَهُ الْمَغْرِبَ فَصَلَّى حَتَّى صَلَّى الْعِشَاءَ ثُمَّ انْفَتَلَ فَتَبِعْتُهُ فَسَمِعَ صَوْتِي فَقَالَ ‏"‏ مَنْ هَذَا حُذَيْفَةُ ‏"‏ ‏.‏ قُلْتُ نَعَمْ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ مَا حَاجَتُكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ وَلأُمِّكَ ‏"‏ ‏.‏

Maka saya pun mendatangi Nabi ﷺ. Lalu saya salat magrib bersama beliau, kemudian beliau salat hingga selesai salat Isya. Setelah itu beliau berpaling, lalu saya mengikuti beliau. Nabi ﷺ mendengar suara saya, maka beliau bersabda: “Siapa ini? Hudzaifah?” Saya menjawab: “Ya.” Beliau ﷺ bersabda: “Apa hajatmu? Semoga Allah mengampunimu dan ibumu.”

قَالَ ‏"‏ إِنَّ هَذَا مَلَكٌ لَمْ يَنْزِلِ الأَرْضَ قَطُّ قَبْلَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ اسْتَأْذَنَ رَبَّهُ أَنْ يُسَلِّمَ عَلَىَّ وَيُبَشِّرَنِي بِأَنَّ فَاطِمَةَ سَيِّدَةُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَأَنَّ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ ‏"‏ ‏.‏ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ إِسْرَائِيلَ ‏.‏

Kemudian beliau ﷺ bersabda: “Sungguh, malaikat ini belum pernah turun ke bumi sebelum malam ini. Ia meminta izin kepada Tuhannya untuk memberi salam kepadaku dan memberikan kabar gembira kepadaku bahwa Fāṭimah adalah pemimpin wanita penghuni surga, dan al-Ḥasan serta al-Ḥusain adalah pemimpin pemuda penghuni surga,” (Jami At-Tirmizi: 3781).

PENJELASAN HADIS

Berikut adalah penjelasan beberapa frasa/klausa dari hadis keutamaan salat sunah antara magrib dan isya:

1 – Perkataan Hudzaifah (فَصَلَّى حَتَّى صَلَّى الْعِشَاءَ) atau yang artinya, “kemudian beliau salat hingga selesai salat Isya,” maksudnya adalah, “Nabi ﷺ melakukan salat sunah sejak selesai salat magrib hingga masuk salat Isya dan baru selesai salat setelah salat Isya.”

2 – Sabda Nabi (مَا حَاجَتُكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ وَلأُمِّكَ) atau yang artinya, “Apa hajatmu? Semoga Allah mengampunimu dan ibumu,” menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sudah tahu maksud kedatangan Hudzaifah setelah mendapat kabar dari malaikat yang membawa kabar gembira tentang keutamaan Fatimah serta Hasan dan Husain.

PELAJARAN

Pelajaran yang bisa diambil dari hadis tentang keutamaan salat sunah antara magrib dan isya ini di antaranya:

مَشْرُوعِيَّةُ صَلَاةِ النَّافِلَةِ فِي الْمَسْجِدِ.

1 – Disyariatkan salat sunnah (nafilah) di masjid.

فَضْلُ الصَّلَاةِ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ، لِفِعْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

2 – Keutamaan salat sunnah antara Magrib dan Isya, sebagaimana perbuatan Nabi ﷺ.

فَضْلُ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا.

3 – Keutamaan Fāṭimah raḍiyallāhu ‘anhā.

فَضْلُ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا.

4 – Keutamaan al-Ḥasan dan al-Ḥusain raḍiyallāhu ‘anhumā.

مَشْرُوعِيَّةُ طَلَبِ الدُّعَاءِ مِنَ الرَّجُلِ الصَّالِحِ.

5 – Disyariatkannya meminta doa dari orang saleh.

فِرَاسَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، حَيْثُ عَرَفَ حُذَيْفَةَ قَبْلَ أَنْ يَرَاهُ.

6 – Ketajaman firasat Nabi ﷺ ketika mengenali Hudzaifah sebelum melihatnya.

الْوَحْيُ غَيْرُ مُخْتَصٍّ بِجِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقَدْ يَنْزِلُ بِهِ مَلَكٌ غَيْرُهُ، كَمَا فِي هَذَا الْحَدِيثِ.

7 – Wahyu tidak hanya disampaikan melalui Jibril ‘alaihis-salām, tetapi bisa juga melalui malaikat lain, sebagaimana dalam hadis ini. Wallahua’lam

Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan salat sunnah antara Magrib dan Isya. Selain menjadi amal saleh yang dicontohkan Nabi ﷺ, salat ini juga menjadi sebab turunnya rahmat Allah, dan mengandung banyak pelajaran penting, seperti keutamaan keluarga Nabi, bolehnya meminta doa kepada orang saleh, serta tanda-tanda kebesaran Allah melalui malaikat yang diutus khusus membawa kabar gembira.

Maka, jangan lewatkan kesempatan untuk menghidupkan waktu antara Magrib dan Isya dengan salat sunnah, dzikir, dan doa agar kita termasuk hamba-hamba Allah yang dirahmati.

Karangasem, 7 September 2025

Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)

Post a Comment for "Keutamaan Salat Sunah antara Magrib dan Isya"