zmedia

Tariqus Salihin 23: Menjaga Salat Subuh dan Isya Pembebas dari Kemunafikan

Pembaca rahimakumullah, menjaga salat subuh dan isya adalah pembebas dari kemunafikan. Apa dalilnya? Berikut adalah penjelasan Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani atas kitab Syaikh Wahid Abdussalam Bali yang berjudul, “Tariqus Salihin ila Rabbil ‘Alamin.” Semoga bermanfaat!

Pembaca rahimakumullah, Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah menulis:

الْمُحَافَظَةُ عَلَى الْفَجْرِ، وَالْعِشَاءِ بَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ

Menjaga Salat Subuh dan Isya adalah Pembebas dari Kemunafikan

MATAN HADIS SALAT SUBUH & ISYA PEMBEBAS DARI KEMUNAFIKAN

فِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

Dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

لَيْسَ صَلَاةٌ أَثْقَلَ عَلَى الْمُنَافِقِينَ مِنَ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Tidak ada salat yang lebih berat bagi orang-orang munafik daripada salat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat dalam salat subuh dan isya, niscaya mereka akan mendatanginya walau harus merangkak,[1] (Sahih Bukhari: 657. Sahih Muslim: 651). مَا يُسْتَفَادُ مِنَ الْحَدِيثِ:

PELAJARAN DARI HADIS

١- الْحَثُّ الْعَظِيمُ عَلَى صَلَاةِ الْفَجْرِ، وَالْعِشَاءِ فِي جَمَاعَةٍ. 1 – Anjuran yang sangat kuat untuk salat Subuh dan Isya secara berjamaah.[2]

٢- الْفَضْلُ الْكَثِيرُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ، وَالْعِشَاءِ فِي جَمَاعَةٍ، لِمَا فِيهِمَا مِنَ الْمَشَقَّةِ عَلَى النَّفْسِ مِنْ تَنْغِيصِ أَوَّلِ نَوْمِهَا، وَآخِرِهِ، وَلِهَذَا كَانَتَا أَثْقَلَ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ.

2 – Besarnya keutamaan salat Subuh dan Isya berjamaah, karena keduanya terasa berat bagi jiwa, mengganggu awal dan akhir waktu tidur, oleh karena itu dua salat ini paling berat bagi orang-orang munafik.

٣- مِنْ عَلَامَاتِ النِّفَاقِ التَّكَاسُلُ عَنْ صَلَاتَيِ الْفَجْرِ، وَالْعِشَاءِ.

3 – Di antara tanda kemunafikan adalah malas menunaikan salat Subuh dan Isya.

Berdasarkan hadis yang mulia ini, kita dapat memahami salat subuh dan isya secara berjamaah adalah pembebas dari kemunafikan. Semoga kita semua senantiasa diberi taufik untuk menetapi salat isya dan salat subuh secara berjamaah. Aamiin. Wallahua’lam

Sukoharjo, 28 Mei 2025

Irfan Nugroho (Staf Pengajar di PPTQ At-Taqwa dan RQ Irmas Bani Saimo Sukoharjo)

PENJELASAN

[1] Sabda Nabi (وَلَوْ حَبْوًا) maksudnya:

 أَيْ وَلَوْ كَانُوا حَابِينَ، مِنْ حُبُوِّ الصَّبِيِّ إِذَا مَشَى عَلَى أَرْبَعٍ.

Walaupun mereka harus merangkak, seperti merangkaknya anak kecil saat berjalan dengan empat anggota tubuhnya.

[2] Dari mana kita tahu bahwa salat yang dimaksud adalah salat subuh dan isya secara berjamaah? Jawabannya adalah dari ungkapan Nabi ﷺ (لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا / mendatangi keduanya meskipun harus merangkak).

Post a Comment for "Tariqus Salihin 23: Menjaga Salat Subuh dan Isya Pembebas dari Kemunafikan"