zmedia

Tariqus Salihin 22: Dua Salat yang Setara Salat Semalam Suntuk

Pembaca rahimakumullah, inilah dua salat yang setara salat semalam suntuk. Apa dua salat tersebut? Apa dalilnya? Berikut adalah penjelasan Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani atas kitab Syaikh Wahid Abdussalam Bali yang berjudul, “Tariqus Salihin ila Rabbil ‘Alamin.” Semoga bermanfaat!

Pembaca rahimakumullah, Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah menulis:

صَلَاتَانِ تَعْدِلَانِ قِيَامَ اللَّيْلِ كُلِّهِ

Dua Salat yang Setara Salat Semalam Suntuk

MATAN HADIS DUA SALAT YANG SETARA SALAT SEMALAM SUNTUK

رَوَى مُسْلِمٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ قَالَ: Imam Muslim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Amrah[1] yang berkata:

دَخَلَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ الْمَسْجِدَ بَعْدَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ، فَقَعَدَ وَحْدَهُ، فَقَعَدْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ:

"Utsman bin Affan masuk masjid setelah shalat Maghrib, lalu dia duduk sendiri. Maka aku pun duduk di sampingnya, lalu beliau berkata:

يَا ابْنَ أَخِي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ:

'Wahai anak saudaraku, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ».

"Barangsiapa yang salat Isya berjamaah, maka seolah-olah dia telah salat (qiyamul lail) separuh malam.[2] Dan barangsiapa yang salat Subuh berjamaah, maka seolah-olah dia telah salat (qiyamul lail) semalam suntuk,[3] (Sahih Muslim: 656). مَا يُسْتَفَادُ مِنَ الْحَدِيثِ:

PELAJARAN DARI HADIS:

Pelajaran yang bisa diambil dari hadis orang yang sujud lebih dekat dengan Ar-Rahman ini di antaranya:

١- فَضْلُ صَلَاتَيِ الْفَجْرِ، وَالْعِشَاءِ فِي جَمَاعَةٍ.

1 – Keutamaan salat subuh dan isya secara berjamaah.

٢- مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَلَهُ أَجْرُ قِيَامِ نِصْفِ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ فَلَهُ أَجْرُ قِيَامِ اللَّيْلِ كُلِّهِ.

2 – Siapa saja yang salat Isya secara berjamaah, maka baginya pahala menegakkan separuh malam (dengan zikir dan salat); dan siapa saja yang salat subuh secara berjamaah, maka baginya pahala setara salat semalam suntuk.

Berdasarkan hadis yang mulia ini, kita dapat memahami salat isya dan salat subuh secara berjamaah adalah dua salat yang setara salat semalam suntuk. Semoga kita semua senantiasa diberi taufik untuk menetapi salat isya dan salat subuh secara berjamaah. Aamiin. Wallahua’lam

Sukoharjo, 27 Mei 2025

Irfan Nugroho (Staf Pengajar di PPTQ At-Taqwa dan RQ Irmas Bani Saimo Sukoharjo)

PENJELASAN

[1] Abdurrahman bin Abi Amrah adalah seorang tabiin senior yang tinggal di Madinah. Ayahnya adalah Abu Amrah Basyir bin Amr bin Muhshin bin Amr bin Atik bin Amr bin Mabdzul. Dia (ayahnya) adalah seorang sahabat Nabi dan dia bersama Ali bin Abi Thalib, lalu terbunuh pada Perang Shiffin. Ibunya adalah Hindun binti Al-Muqawwam bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah dari Quraisy. [2] Sabda Nabi (فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ) maksudnya:

أَيِ النِّصْفُ الْأَوَّلُ، يَعْنِي كَإِحْيَائِهِ بِالصَّلَاةِ وَالذِّكْرِ

Separuh pertama dari malam tersebut, yaitu dia seolah-olah menghidupkannya dengan salat dan zikir.

[3] Sabda Nabi (فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ) maksudnya:

أَيْ بِانْضِمَامِ ذَلِكَ النِّصْفِ، فَكَأَنَّهُ أَحْيَا نِصْفَ اللَّيْلِ الْأَخِيرِ، أَوْ يَكُونُ إِشَارَةً إِلَى أَنَّ قِيَامَ صَلَاةِ الْفَجْرِ أَفْضَلُ مِنْ قِيَامِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ، فَإِنَّهُ أَشَقُّ وَأَصْعَبُ عَلَى النَّفْسِ وَأَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ.

Dengan ditambahnya separuh terakhir dari malam tersebut, maka seolah-olah dia menghidupkan separuh malam yang terakhir. Atau, ini adalah isyarat bahwa menegakkan salat subuh adalah lebih utama daripada menegakkan salat Isya, karena salat subuh adalah lebih berat dan lebih sulit bagi jiwa serta lebih menyulitkan setan.

فَإِنَّ تَرْكَ النَّوْمِ بَعْدَ الدُّخُولِ فِيهِ أَشَقُّ مِنْ إِرَادَةِ الدُّخُولِ فِيهِ، إِذِ الْكَسَلُ يَسْتَوْلِي فِي الْأَوَّلِ أَكْثَرَ، فَتَكُونُ مُجَاهَدَتُهُ عَلَى الشَّيْطَانِ أَكْبَرَ.

Mengapa? Karena meninggalkan tidur setelah “masuk ke dalamnya” (maksudnya: terlelap) adalah lebih sulit daripada “masuk ke dalamnya” (bangun untuk salat subuh), karena rasa malas akan lebih dominan sehingga perjuangan melawan setan (di saat itu/salat subuh) adalah lebih besar (daripada sebelum tidur atau salat Isya).

Post a Comment for "Tariqus Salihin 22: Dua Salat yang Setara Salat Semalam Suntuk"