Pembaca rahimakumullah, pernah mendapat wasiat dari orang yg sakaratul maut? Apakah masih dianggap? Perhatikan firman Allah:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ شَهَٰدَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ حِينَ ٱلْوَصِيَّةِ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila salah seorang di antara kamu menghadapi kematian, ketika berwasiat, maka (hendaklah ada) dua orang saksi di antara kamu, (QS Al-Maidah: 106).
Syaikh Abdurrahman Nasir As-Sa'di berkata:
الْوَصِيَّةُ مُعْتَبَرَةٌ، وَلَوْ كَانَ الْإِنْسَانُ وَصَلَ إِلَى مُقَدِّمَاتِ الْمَوْتِ وَعَلَامَاتِهِ، مَا دَامَ عَقْلُهُ ثَابِتًا
Wasiat tetap sah, meskipun telah terdapat tanda-tanda dan awal mula kematian pada seseorang selama akalnya masih tetap utuh (sadar), (Taisirul Karimir Rahman: 247). Wallahua'lamFaidah Quraniah | Mukminun.com
Post a Comment for "Syarat Sahnya Wasiat dari Orang yg Sakaratul Maut"