zmedia

Ringkasan 44 Faidah 10 Awal Zulhijah (Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Munajjid)

Pembaca rahimakumullah, Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Munajjid pernah menulis kitab kecil berjudul 44 Faidah fi Awal Zulhijah dan telah kami terjemahkan secara utuh beserta tambahan penjelasan yang diperlukan. Nah, berikut adalah ringkasan dari kitab kecil tersebut. Semoga bermanfaat!

Keutamaan 10 Hari Pertama Zulhijah

Allah ﷻ memberikan keutamaan kepada sebagian makhluk-Nya atas yang lain, termasuk dalam hal waktu. Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah adalah hari-hari yang istimewa, bahkan disebut sebagai hari-hari terbaik di dunia. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامِ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih Allah cintai daripada amal saleh yang dilakukan di 10 hari ini (10 awal Zulhijah). Maka para sahabat bertanya, ‘Termasuk Jihad, ya Rasulullah?’ Maka beliau bersabda, “Termasuk jihad, kecuali seseorang keluar (berjihad di luar 10 awal Zulhijah) dengan nyawa dan hartanya, lalu dia tidak kembali darinya sama sekali,” (Sahih Bukhari: 969).

Maksud hadis ini adalah:

- Amal wajib yg dilakukan pada 10 awal Zulhijah lebih besar pahalanya daripada amal wajib serupa yg dilakukan di luar 10 awal Zulhijah,

- Amal sunah yg dilakukan pada 10 awal Zulhijah lebih besar pahalanya daripada amal sunah serupa yg dilakukan di luar 10 awal Zulhijah,

- Jihad yg dilakukan pada 10 awal Zulhijah lebih besar pahalanya daripada jihad yg dilakukan di luar 10 awal Zulhijah,

- Jihad di luar 10 awal Zulhijah dengan harta dan nyawa, lalu mendapat anugrah syahid, pahalanya tidak bisa ditandingi oleh amalan selainnya, meskipun dilakukan di 10 awal Zulhijah.

Keistimewaan Waktu dan Amal Saleh

Keutamaan sepuluh hari ini mencakup siang dan malam. Di dalamnya terdapat hari-hari penting seperti Hari Arafah (penyempurnaan agama), Hari Nahr (Idul Adha), dan Hari Tarwiyah. Ibadah haji dan kurban juga menjadi amalan istimewa di waktu ini. Allah ﷻ bersumpah demi malam-malam sepuluh Zulhijah, menunjukkan kemuliaannya. Firman Allah ﷻ:

﴿وَالْفَجْرِ  ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ﴾

"Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh," (QS. Al-Fajr: 1-2). Hari-hari ini juga merupakan waktu yang ditentukan untuk menyebut nama Allah atas rezeki hewan ternak. Firman Allah ﷻ:

﴿لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ﴾

"Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak," (QS. Al-Hajj: 28). Sepuluh hari ini menjadi penutup bulan-bulan haji. Firman Allah ﷻ:

﴿ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَٰتٌ﴾

"Haji adalah bulan-bulan yang diketahui,"[1] (QS Al-Baqarah: 197). Di antara keutamaan sepuluh hari ini adalah Hari Arafah, di mana Allah menyempurnakan agama. Firman Allah ﷻ:

﴿ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَامَ دِينًا﴾.

"Pada hari ini[2] telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmat-Ku[3], dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama bagimu," (QS Al-Maidah: 3). Di dalamnya juga terdapat Hari Nahr (Idul Adha), hari haji akbar, yang merupakan hari paling agung di sisi Allah ﷻ. Sebagaimana dalam hadis:

إِنَّ أَعْظَمَ ٱلْأَيَّامِ عِنْدَ ٱللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَوْمُ ٱلنَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ ٱلْقَرِّ

"Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaraka wa Ta'ala adalah: Hari Nahr,[4] kemudian Hari Qar,”[5] (Sunan Abu Dawud: 1765).

Anjuran untuk Memperbanyak Zikir dan Takbir

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir kepada Allah ﷻ di setiap waktu dan keadaan. Takbir, tahmid, dan tahlil juga sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

«...فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ ٱلتَّهْلِيلِ وَٱلتَّكْبِيرِ وَٱلتَّحْمِيدِ»

"...Maka perbanyaklah di dalamnya tahlil, takbir, dan tahmid," (Musnad Ahmad: 5446).

Firman Allah Ta'ala:

﴿لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا ٱسْمَ ٱللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَامِ﴾.

"Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan[6] atas rezeki yang telah Dia berikan kepada mereka berupa Bahimatul An’am,"[7] (QS Al-Hajj: 28). Bahkan, disunahkan untuk mengeraskan suara saat berzikir di berbagai tempat. Takbir ada dua jenis, yaitu mutlak dan muqayyad. Takbir mutlak dilakukan setiap hari selama sepuluh hari pertama Zulhijah dan hari Tasyriq, sedangkan takbir muqayyad dilakukan setelah salat fardu pada waktu-waktu tertentu.

Amalan Puasa dan Membaca Al-Qur'an

Disunahkan untuk berpuasa sembilan hari pertama Zulhijah atau semampunya, dan puasa Arafah sangat dianjurkan bagi yang tidak berhaji karena pahalanya yang besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

"Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah akan menghapuskan dosa tahun yang sebelumnya dan tahun yang sesudahnya," (Sahih Muslim: 1162). Niat puasa sebaiknya dilakukan pada malam hari. Meski demikian, boleh berniat setelah salat subuh. Mengapa dianjurkan niat sejak malam hari? Supaya seseorang mendapat pahala niat baik sedari malam. Membaca Al-Qur'an dengan perenungan adalah amalan yang sangat dianjurkan, karena setiap hurufnya bernilai kebaikan yang berlipat ganda.

Salat Malam, Sedekah, dan Amalan Sosial

Salat malam adalah salat sunah yang paling utama, sebagaimana dalam hadis:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَفْرُوضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

"Salat yang paling utama setelah salat fardu adalah salat malam," (Sahih Muslim: 1163). Dan dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam sepuluh Zulhijah dengan Salat malam. Waktu sahur adalah waktu yang istimewa untuk memohon ampunan dan doa. Firman Allah ﷻ:

﴿ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ ﴾

"Dan orang-orang yang memohon ampun pada waktu sahur," (QS Ali Imran: 17) Sedekah adalah amalan mulia yang menjadi bukti keimanan,[8] melindungi pelakunya,[9] menghapus dosa,[10] mendatangkan keberkahan,[11] dan pahalanya dilipatgandakan di sepuluh hari Zulhijah. Berbuat baik dan membahagiakan orang lain,[12] serta memperhatikan keluarga jamaah haji juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Dalam hadis disebutkan:

«مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا، وَمَنْ خَلَفَهُ فِي أَهْلِهِ فَقَدْ غَزَا»

"Barangsiapa yang mempersiapkan seorang yang berperang di jalan Allah, maka sungguh ia telah ikut berperang, dan barangsiapa yang menggantikannya dalam mengurus keluarganya maka sungguh ia telah ikut berperang," (Sahih Bukhari: 2843. Sahih Muslim: 1895).

Salat Idul Adha dan Kurban

Salat Idul Adha dan kurban adalah ibadah agung yang termasuk Sunah Al-Huda. Allah Ta'ala berfirman:

﴿ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ﴾.

"Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah," (QS Al-Kautsar: 2). Bagi yang ingin berkurban, disunahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak awal Zulhijah hingga selesai berkurban.

Tobat dan Memanfaatkan Kesempatan

Sepuluh hari Zulhijah adalah kesempatan emas untuk meraih ridha Allah ﷻ dan surga-Nya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk bersegera dalam beramal saleh, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan menjadikan sepuluh hari ini sebagai awal yang baru untuk meningkatkan ketakwaan.  Firman Allah ﷻ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

"Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)," (QS. At-Tahrim: 8).

Memanfaatkan waktu dengan baik, menjauhi maksiat, serta mendidik keluarga untuk mengagungkan sepuluh hari Zulhijah adalah bagian dari upaya meraih kebaikan dan pahala yang besar. Dalam sebuah hadis:

«كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab atas rakyatnya (yang dipimpinnya)," (Sahih Bukhari: 7109. Sahih Muslim: 1829). Wallahua’lam

Demikian ringkasan dari 44 Faidah 10 Awal Zulhijah karya Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Munajjid. Semoga bermanfaat!

Karangasem, 29 Mei 2025

Irfan Nugroho (Pengajar di PPTQ At-Taqwa dan RQ Irmas Bani Saimo)

PENJELASAN [1] Bulan-bulan haji itu apa saja? Tertulis di dalam Tafsir Muharar Dorar Saniyah:

إنَّ وقتَ الحجِّ واقعٌ في أشهُرٍ معلوماتٍ، وهي: شوَّالٌ، وذو القَعدةِ، وعشرٌ من ذي الحجَّةِ

Sesungguhnya waktu haji itu terjadi pada bulan-bulan yang telah diketahui, yaitu: Syawal, Zulkaidah, dan sepuluh hari pertama dari Zulhijah.

[2] Apa yang dimaksud dengan “hari ini”? Tertulis di dalam Tafsir Muharar Dorar Saniyah:

المرادُ باليومِ يومُ عَرفَةَ في حَجَّةِ الوَداعِ.

Yang dimaksud dengan "hari" (di sini) adalah hari Arafah pada Haji Wada' (10 Hijriah, atau bulan Maret tahun 632 Masehi).

[3] Pelajaran yang bisa diambil dari bagian ini adalah:

فهذهِ أَكبَرُ نِعَمِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ على هذهِ الأُمَّةِ.

Makai ini adalah nikmat terbesar dari Allah azza wa jalla terhadap umat ini.

[4] Apa yang dimaksud Hari Nahr? Tertulis di dalam Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah:

يومُ النَّحْرِ وهو عاشرُ ذي الحِجَّةِ

Hari Nahr adalah 10 Zulhijah.

[5] Apa yang dimaksud Hari Qar? Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Munajjid berkata:

ٱلْيَوْمُ ٱلَّذِي يَلِي يَوْمَ ٱلنَّحْرِ، سُمِّيَ بِذَلِكَ لِأَنَّ ٱلنَّاسَ يَقَرُّونَ فِيهِ بِمِنًى، بَعْدَ أَنْ فَرَغُوا مِنْ طَوَافِ ٱلْإِفَاضَةِ وَٱلنَّحْرِ وَٱسْتَرَاحُوا

Hari yang mengikuti hari Nahr (penyembelihan kurban), dinamakan demikian karena manusia menetap di Mina pada hari itu, setelah mereka selesai dari tawaf Ifadhah dan menyembelih kurban serta beristirahat.

[6] Pelajaran yang bisa diambil dari (وَيَذْكُرُوا ٱسْمَ ٱللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ) adalah:

فيهِ إِشارَةٌ إِلَى أَنَّ المُرادَ بِهِ الإِكثارُ؛ إِذْ مُطلَقُ الذِّكرِ مَندوبٌ إِلَيهِ فِي كُلِّ وَقتٍ.

Di dalamnya ada isyarat bahwa yang dimaksud (dengan zikir) adalah memperbanyak (zikir tersebut); karena zikir secara mutlak (umum) dianjurkan pada setiap waktu.

[7] Apa yang dimaksud Bahimatul An’am? Tertulis di dalam Tafsir Muharar Dorar Saniyah:

الإبلُ والبَقَرُ والغَنَمُ

Unta, sapi, kambing.

[8] Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Malik Al-Asy’ari bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ

Sedekah adalah burhan atau bukti, (Sahih Muslim: 223).

Maksudnya:

فَهِيَ دَلِيلٌ عَلَى إِيمَانِ الْمُؤمِنِينَ وَاخْتِلَافِهِم عَنِ الْمُنَافِقِينَ؛ فَإِنَّ الْمُنَافِقَ يَمتَنِعُ مِنْهَا لِكَونِهِ لَا يَعْتَقِدُهَا، فَمَن تَصَدَّقَ اسْتُدِلَّ بِصَدَقَتِهِ عَلَى صِدْقِ إِيمَانِهِ.

Maka sedekah itu adalah bukti atas keimanan orang-orang mukmin dan perbedaan mereka dari orang-orang munafik. Sebab, orang munafik akan enggan darinya (sedekah) karena ia tidak meyakininya (pahala dan balasan dari sedekah). Maka, siapa saja yang bersedekah, sedekahnya itu menjadi dalil atas kejujuran imannya.

[9] Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Adi bin Hatim Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Jagalah diri kalian dari neraka meskipun dengan separuh kurma, (Sahih Bukhari: 3595. Sahih Muslim: 1016).

[10] Imam At-Tirmizi meriwayatkan dari Muadz bin Jabal Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ.

Sedekah itu menghapus kesalahan seperti air memadamkan api, (Sunan At-Tirmizi: 2616).

[11] Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Harta tidak akan berkurang karena sedekah, (Sahih Muslim: 2588).

[12] Imam Baihaqi meriwayatkan di dalam Syu’abul Iman secara mursal bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مِن أَفضَلِ الأَعمَالِ إِدخَالُ السُّرُورِ عَلَى المُؤمِنِ.

Termasuk di antara amalan yang paling utama adalah memasukkan kegembiraan (kebahagiaan) ke hati seorang mukmin, (Syu’abul Iman: 7274).

Post a Comment for "Ringkasan 44 Faidah 10 Awal Zulhijah (Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Munajjid)"