zmedia

Tariqus Salihin: Panjang Umur dan Baik Amalnya

Pembaca rahimakumullah, sebaik-baik orang adalah yang panjang umur dan baik amalnya. Apa dalilnya? Mari kita simak satu hadis yang disebutkan oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah di dalam salah satu kitabnya Tariqus Salihin ila Rabbil ‘Alamin. Semoga bermanfaat.

Pembaca rahimakumullah, Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah menulis:

خَيْرُكُمْ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

Sebaik-baik Kalian adalah Orang yang Panjang Umur dan Baik Amalnya

MATAN HADIS PANJANG UMUR DAN BAIK AMALNYA

Diriwayatkan dari Imam Ahmad, dan Al-Albani menilainya Sahih, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang berkata:

كَانَ رَجُلَانِ مِنْ بَلِيٍّ مِنْ قُضَاعَةَ أَسْلَمَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Ada dua orang laki-laki dari Baliyyi -salah satu perkampungan dari Qudha'ah- yang masuk Islam bersama Nabi  ﷺ.

وَاسْتُشْهِدَ أَحَدُهُمَا، وَالْآخَرُ أُخِّرَ سَنَةً، قَالَ طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ

Salah satunya mati syahid, dan yang lain diakhirkan (umurnya) setahun. Thalhah bin Ubaidillah berkata:

فَأُرِيتُ الْجَنَّةَ فَرَأَيْتُ فِيهَا الْمُؤَخَّرَ مِنْهُمَا أُدْخِلَ قَبْلَ الشَّهِيدِ فَعَجِبْتُ لِذَلِكَ

Maka aku diperlihatkan surga dalam mimpi, aku melihat orang terakhir dari keduanya dimasukkan ke dalam surga lebih dahulu dari yang pertama hingga membuatku heran.

فَأَصْبَحْتُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ ذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dan ketika pagi hari aku menceritakan hal itu -atau hal itu diceritakan- pada Rasulullah ﷺ.

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ وَصَلَّى سِتَّةَ آلَافِ رَكْعَةٍ أَوْ كَذَا وَكَذَا رَكْعَةً صَلَاةَ السَّنَةِ

Maka Rasulullah ﷺ pun bersabda, “Bukankah setelah yang pertama meninggal, yang kedua kemudian berpuasa Ramadan dan mengerjakan salat enam ribu rakaat, atau sekian dan sekian rakaat salat dalam setahun?” (Musnad Ahmad: 8399).

ما يستفاد من الحديث:

PELAJARAN DARI HADIS

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ، وَحَسُنَ عَمَلُهُ.

1 – Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umur dan baik amalnya.

فَضْلُ طُوْلِ الْعُمُرِ لِمَنْ أَحْسَنَ فِيْهِ الْعَمَلَ.

2 – Keutamaan panjang umur bagi orang yang memperbagus amalnya di dalamnya.

الْحَثُّ عَلَى الاجْتِهَادِ فِي الطَّاعَةِ.

3 – Dorongan untuk bersungguh-sungguh dalam ketaatan.

Hadits ini memberikan pelajaran berharga bahwa kesempatan hidup yang Allah berikan adalah anugerah yang besar. Hendaknya setiap Muslim menyadari bahwa bertambahnya usia harus sejalan dengan bertambahnya kebaikan dan ketaatan. Kualitas hidup seorang Muslim tidak hanya diukur dari usianya, tetapi lebih kepada bagaimana ia mengisi usianya tersebut dengan amalan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, serta diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang panjang umur dan baik amalnya. Wallahua’lam

Sukoharjo,  20 April 2025

Irfan Nugroho (Semoga  Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, dan mengabulkan doa-doanya. Aamiin)

Post a Comment for "Tariqus Salihin: Panjang Umur dan Baik Amalnya"