Adab Nongkrong di Pinggir Jalan
Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi rahimahullah di dalam Minhajul Muslim berkata:إذَا أرادَ الجلوسَ فيِ الطرقاتِ فإنَّهُ يراعِي الآدابَ الآتيةَ:
Jika seseorang duduk di pinggir jalan (nongkrong), hendaknya dia memperhatikan adab-adab berikut ini:
غض البصرِ، فلَا يفتحُ بصرهُ في مارَّةٍ منْ المؤمناتِ
1 – Menundukkan pandangan, tidak membuka mata (jelalatan) dengan melihat wanita mukmin yang lalu lalang.
لَا يرسلُ نظرهُ حاسدًا لأحدٍ، أوْ زاريًا علَى أحدٍ
2 – Tidak melempar pandangan kepada seseorang dengan rasa dengki atau meremehkan.
لَا يؤذيَ أحداً بلسانهِ ولا بيدهِ
3 – Tidak mengganggu siapa saja, baik dengan lisan maupun dengan tangan.
أنْ يردَّ سلامَ كل منْ سلَّمَ عليهِ منَ المارَّةِ
4 – Membalas salam dari siapa saja orang yang lewat yang mengucapkan salam kepadanya.
أنْ يأمرَ بمعروفٍ تُرِكَ أمامهُ وأُهملَ شأنهُ وهوَ يشاهدهُ
5 – Mengajak pada kebaikan yang ditinggalkan, ketika kebaikan itu ada di hadapannya dan dia menyaksikannya.
أنْ ينهَى عنْ كلِّ منكرٍ يشاهدهُ يرتكبُ أمامهُ
6 – Melarang dari setiap kemungkaran yang ada di hadapannya dan dia menyaksikannya.
أنْ يرشدَ الضَّالَّ
7 – Menunjukkan jalan bagi orang yang tersesat.
أنْ يستغفرَ اللّهَ عنْدَ قيامهِ منْ مجلسهِ تكفيرًا لما عساه أنْ يكونَ قدْ ألم به فِي مجلسهِ
8 – Meminta ampun kepada Allah ketika berdiri dari nongkrong/majelis, guna menghapus dosa yang terjadi ketika di dalam majelis, yaitu dengan membaca doa kafaratul majelis.
Demikian pelajaran singkat tentang adab nongkrong di pinggir jalan, yang kami nukil dari kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi rahimahullah.
Karangasem, 27 September 2023
Irfan Nugroho (Staf Pengajar di PPTQ At-Taqwa Sukoharjo dan RQ Irmas Bani Saimo Bulu)
Post a Comment for "Adab Nongkrong di Pinggir Jalan"