Pengertian Udhiyah
Udhiyah secara bahasa berarti, “Apa-apa yang disembelih di hari-hari Idul Adha.” Sedang secara istilah, udhiyah artinya:ما يُذبَحُ من بهيمةِ الأنعامِ في يومِ الأضحى إلى آخِرِ أيَّامِ التَّشريقِ تقرُّبًا إلى اللهِ تعالى
Apa-apa yang disembelih, dari jenis binatang ternak (bahimatul an’am – jenis binatang yang sama untuk zakat peternakan), di hari Idul Adha hingga akhir hari tasyriq untuk bertaqarub kepada Allah ta’ala.[1]Pensyariatan Udhiyah
Udhiyah adalah sesuatu yang disyariatkan, masyru’, atau diperintahkan di dalam agama Islam. Dalilnya adalah ijma, sebagai dinukil oleh Ibnu Qudamah,[2] Ibnu Daqiq al-Eid,[3] Ibnu Hajar,[4] juga Asy-Syaukani.[5]Hikmah Udhiyah
Di antara hikmah Udhiyah atau kurban menurut Ensiklopedia Fikih Kuwait (5/76) adalah sebagai berikut:1 – Wujud syukur kepada Allah atas nikmat kehidupan
2 – Menghidupkan sunah Ibrahim Al-Khalil alaihissalam ketika Allah memerintahkannnya untuk menyembelih kambing yang dijadikan tebusan atas anaknya Ismail alaihissalam di hari Nahr,
3 – Juga agar orang beriman ingat dengan sabarnya Ibrahim dan Ismail Alaihimassalam yang lebih mengutamakan ketaatan kepada Allah, juga kecintaan kepada Allah daripada kecintaan terhadap diri sendiri dan anaknya,
4 – Di dalam udhiyah terdapat sarana untuk mewujudkan kelapangan bagi diri dan keluarga,
5 – Juga terdapat upaya memuliakan tetangga dan tamu,
6 – Juga terdapat unsur sedekah kepada orang-orang fakir, juga
7 – Sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan dan kesenangan atas nikmat Allah kepada manusia, sebagaimana diperintahkan Allah ta’ala, “Dan atas nikmat Tuhanmu hendaknya engkau mengatakannya (dengan cara yang dibenarkan oleh syariat),” (QS Ad-Dhuha: 11)
Bersambung…
Post a Comment for "Ensiklopedia Fikih Udhiyah atau Qurban Dorar Saniyah"