KHUTBAH 1
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْنِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَا أَيُّهَا الّذين آمنوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَMa’asyiral muslimin, rahimakumullah.
Di akhir Januari 2023, kita dikagetkan dengan pemberitaan media nasional bahwa 77 wanita di Kabupaten Wonogiri menikah di usia dini, yakni dalam rentang usia SMA, SMP, bahkan SD. Hal ini terjadi hanya dalam 6 bulan terakhir di tahun 2022. Artinya, rata-rata terjadi 12 pernikahan usia dini dalam satu bulan di kabupaten tersebut. Dan yang lebih parah lagi adalah, 21 di antaranya menikah dalam kondisi hamil. Nauzubillah.
Ini adalah kondisi yang sangat mengerikan. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا ظَهَرَ فِي قَوْمٍ الرِّبَا وَالزِّنَا إِلَّا أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عِقَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Tidaklah nampak di suatu kaum maraknya riba dan zina, kecuali mereka sudah menghalalkan bagi diri mereka hukuman Allah azza wa jalla,” (Musnad Ahmad: 3809. Al-Arnauth: Sahih li Gairihi).
[irp posts="4916" ]
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini?
Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…
Yang perlu kita lakukan saat ini adalah “nguri-uri budaya amar makruf nahi mungkar.” Ini adalah budaya, yang sebenarnya ajaran Islam, yang sudah banyak ditinggalkan umat Islam. Apalagi setelah beberapa kejadian di mana pelapor tindak kejahatan justru yang mendapat hukuman lebih berat daripada pelakunya (silakan Google: hukuman Sambo dan hukuman Eliezer, atau pelapor kasus korupsi ditangkap).Dalil Amar Makruf Nahi Mungkar
Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…Mari kita galakkan amar makruf nahi mungkar. Mengajak diri sendiri, keluarga, saudara, tetangga, dan orang lain untuk berbuat kebaikan. Mencegah diri sendiri, keluarga, saudara, tetangga, dan orang lain dari berbuat kejahatan.
Allah ta’ala berfirman:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah,” (QS Ali Imran: 110).
Syarat menjadi kaum terbaik adalah:- Mengajak berbuat baik
- Mencegah kejahatan
- Beriman kepada Allah.
Nasihati anak kita, istri kita, saudara kita, tetangga kita, atau anak buah kita, bawahan kita jika mereka meninggalkan salat, atau maksiat yang lainnya. Suruh anak-anak laki-laki kita untuk gemar ke masjid, nasihati mereka jika tidak mau ke masjid.
Suruh anak-anak perempuan kita untuk memakai jilbab, nasihat mereka jika tidak mau memakai jilbab. Ajari anak-anak perempuan kita untuk tidak pacaran, nasihati mereka untuk berhenti pacaran.Keutamaan Amar Makruf Nahi Mungkar
Apa manfaatnya amar makruf nahi mungkar? Allah ta’ala berfirman:فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ
“Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik,” (QS Al-A’raf: 165).
Perhatikan firman Allah:
أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ
“Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat,” (QS Al-A’raf: 165).
Jika orang tua menjalankan amar makruf nahi mungkar pada anak atau istrinya. Anaknya tahu mana yang baik dan anaknya mengikutinya. Anaknya tahu mana yang buruk dan anaknya menjauhinya. Ini impian kita. Suami, istri, dan anak sekeluarga selamat dunia dan akhirat.View this post on Instagram
Jika Sudah Amar Makruf Nahi Mungkar, Tetapi
Ma'asyiral muslimin, rahimakumullahJika anak atau istri sudah kita ajari tentang kebaikan, sudah kita nasihati untuk tidak melakukan perbuatan buruk, tetapi mereka tidak mau melakukan kebaikan, tidak mau berhenti dari keburukan, semoga kita tidak dituntut oleh Allah ta’ala di akhirat atas amanah yang kita emban sebagai ayah atau orang tua.
Allah ta’ala berfirman:
وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa,” (QS Al-A’raf: 164).
Maka akhir kata, mari kita uri-uri lagi budaya amar makruf nahi mungkar. Nasihati anak. Nasihati istri. Ajari dan ajak mereka berbuat baik. Nasihati dan cegah mereka dari maksiat.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Post a Comment for "Khutbah Jumat: Nguri-uri Amar Makruf Nahi Mungkar"