Duta besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov, tewas
seketika setelah ditembak ketika berpidato di suatu pameran seni di Ankara,
Turki.
Andrey Karlov (62) baru berpidato beberapa menit dalam
suatu pameran foto yang disponsori oleh kedutaan besar Rusia hingga seorang
pria berkemeja rapi menembak diplomat tersebut dari belakang dengan jarak dekat
beberapa kali pada Senin (19 Desember 2016) malam.
Juru bicara Kementrian Luar Negeri, Maria Zakharova,
mengumumkan kematian Karlov melalui televisi.
Aksi heroik itu dilakukan oleh seorang petugas polisi
muda kelahiran tahun 1994 bernama Mert Altintas. Setelah melakukan tembakan awal, Gokcek
mendekati Karlov yang tergeletak di lantai dan sekali lagi menembaknya dari
jarak dekat.
Gokcek sendiri mengatakan kepada wartawan di luar pameran
bahwa serangan tersebut dia tujukan untuk merusak dibangunnya kembali hubungan
antara Turki dan Rusia setelah Turki meminta maaf kepada Rusia.
Di atas itu semua, Altintas melakukan hal tersebut sebagai
aksi balas dendam atas tindakan Rusia yang membombardir Aleppo beberapa bulan
terakhir.
“Jangan lupa Aleppo, jangan lupa Suriah!” teriaknya
setelah Dubes Rusia itu terkapar tanpa nyawa.
“Siapa saja yang ikut andil di dalam kekejaman ini akan
membayar harganya, satu per satu… hanya kematian yang akan membawa saya dari
sini,” imbuhnya.
Sebelum ditembak mati oleh kepolisian setempat, Altintas sempat menyenandungkan syair kaum Anshar ketika
menolong Nabi Muhammad ﷺ:
“Kamilah yang membaiat Muhammad ﷺ untuk berjihad selamanya selagi kami masih hidup. Kamilah
keturunan mereka yang membantu Nabi Muhammad ﷺ untuk berjihad.”
Sumber Berita:
http://www.aljazeera.com/news/2016/12/russian-ambassador-andrey-karlov-shot-ankara-161219162430858.html

Post a Comment for "Balas Tragedi Aleppo, Polisi Turki Tembak Mati Dubes Rusia Saat Pidato"