Ketika menjelaskan "imam yang adil" dalam hadis tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di hari berbangkit, Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah berkata:
"Keadilan yang paling utama bagi seorang imam (pemimpin) adalah menghukumi mereka dengan syariat Allah, karena syariat Allah adalah yang paling adil. Adapun jika seorang imam berhukum dengan undang-undang yang dibuat bertentangan dengan syariat Allah, maka dirinya adalah pemimpin yang lalim (nauzubillah). Dia adalah orang yang paling jauh dari naungan Allah di hari tiada naungan selain naungan-Nya. Hal ini karena, tidak ada keadilan bagi orang yang menghukumi hamba-hamba Allah dengan "syariat" yang bukan Syariat Allah. Karena itu, berhukumlah dengan hukum Allah, dan merupakan keadilan yang paling besar jika seorang imam berhukum dengan hukum Allah."
اِنَّ اللّٰهَ يَأۡمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَا ۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًۢا بَصِيْرًا
Sumber:
Al-Utsaimin, Muhammad bin Shalih. 2013. Syarah Riyadhus Shalihin (Jilid 2). Jakarta Timur: Darus Sunnah Press. Hal.: 1044-1045

Post a Comment for "Syeikh Utsaimin tentang "Penguasa Adil" dan Wajibnya Berhukum dengan Syariat"